bukamata.id – Tasikmalaya bukan sekadar Kota Santri; wilayah ini adalah “surga tersembunyi” bagi para pemburu kuliner di Jawa Barat. Cita rasa masakan Bumi Sukapura yang khas, terutama sentuhan rempah kencur dan oncomnya, telah lama melanglang buana hingga ke meja makan di Bandung dan Jakarta.
Jika Anda merencanakan perjalanan melintasi jalur selatan saat libur Lebaran nanti, pastikan untuk menepi sejenak. Berikut adalah narasi tujuh kuliner legendaris Tasikmalaya yang wajib Anda cicipi agar perjalanan mudik terasa lebih bermakna.
Primadona Pagi: Kupat Tahu Mangunreja
Memulai hari di Tasikmalaya rasanya kurang lengkap tanpa sepiring Kupat Tahu Mangunreja. Berbeda dengan kupat tahu pada umumnya, jenama legendaris yang berada di jalur utama Garut-Singaparna ini mempertahankan resep turun-temurun sejak puluhan tahun lalu. Keistimewaannya terletak pada tekstur kupat yang sangat padat namun lembut, disiram bumbu kacang yang sengaja dibuat agak kasar untuk memberikan sensasi crunchy yang unik. Dengan harga sekitar Rp26.000, Anda sudah bisa menikmati sarapan mewah nan tradisional ini.
Duet Maut: Nasi Tutug Oncom (TO) dan Nasi Cikur
Tasikmalaya adalah “ibu kota” bagi pecinta nasi campur tradisional. Nasi Tutug Oncom atau yang akrab disapa Nasi TO, merupakan perpaduan nasi hangat dengan tumbukan oncom bakar atau goreng. Hidangan yang lahir dari kreativitas masyarakat di masa sulit tahun 1940-an ini kini naik kelas menjadi menu favorit di restoran besar.
Tak kalah menggoda, ada pula Nasi Cikur. Sesuai namanya, nasi ini diaduk dengan bumbu kencur muda yang memberikan aroma segar dan hangat di perut. Kabar baiknya, kini tersedia bumbu nasi cikur dalam kemasan toples seharga Rp35.000 yang sangat praktis untuk dijadikan buah tangan.
Camilan Renyah: Comet, Citruk, dan Godeblag
Bagi penyuka kudapan “kriuk”, Tasikmalaya punya deretan camilan berbahan dasar singkong dan tapioka. Ada Comet (oncom saemet), keripik singkong gurih dengan topping oncom di tengahnya yang dibumbui kencur serta bawang putih. Harganya hanya sekitar Rp15.000 per bungkus.
Selanjutnya adalah Citruk (aci ngagetruk). Camilan bulat pipih dari tepung kanji ini dinamai berdasarkan suara “getruk” saat digigit karena teksturnya yang sangat renyah. Jika ingin yang lebih tebal dan mengenyangkan, Anda bisa mencoba Godeblag. Kudapan berbahan singkong parut ini memiliki rasa asin-gurih yang kuat dan biasanya mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional dengan harga Rp28.000.
Sensasi Segar: Rujak Honje Bi Icar
Pernah membayangkan rujak dengan aroma bunga yang kuat? Rujak Honje adalah jawabannya. Kuliner yang dipelopori oleh Bi Icar sejak tahun 1967 ini menggunakan buah honje (kecombrang) sebagai campuran bumbunya. Rasa asam segar dari buah honje yang berpadu dengan gula kelapa dan kacang tanah menciptakan ledakan rasa yang tak ditemukan di tempat lain. Bagi yang ketagihan, bumbu rujak ini bisa dibeli dalam kemasan toples besar seharga Rp50.000.
Saran Strategis: Saat berburu oleh-oleh di Jalan RE Martadinata atau Kawalu, pastikan Anda memeriksa tanggal kedaluwarsa camilan tradisional ini karena biasanya dibuat tanpa bahan pengawet kimia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









