Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Kantongi Belasan Miliar dari Kompetisi Asia, Intip Proyek ‘Los Galacticos’ Persib Bandung Musim Depan

Selasa, 17 Maret 2026 16:01 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Misteri ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di TikTok: Durasi 7 Menit yang Bikin Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 16:00 WIB

Polisi Umumkan Tol Gedebage Dibuka 24 Jam saat Arus Mudik Lebaran 2026

Selasa, 17 Maret 2026 15:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kantongi Belasan Miliar dari Kompetisi Asia, Intip Proyek ‘Los Galacticos’ Persib Bandung Musim Depan
  • Misteri ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di TikTok: Durasi 7 Menit yang Bikin Penasaran
  • Polisi Umumkan Tol Gedebage Dibuka 24 Jam saat Arus Mudik Lebaran 2026
  • Viral! Adam Alis dan Saddil Ramdani Usul Tukar Pemain Borneo FC ke Persib
  • Laba Tembus Rp1,15 Triliun, bank bjb Buktikan Ketahanan Finansial di Tengah Gejolak Ekonomi 2025
  • Heboh di Media Sosial! Inilah Fenomena ‘Ukhti Mukena Pink’ yang Lagi Dicari Semua Orang
  • Geram Diseret Kasus Inisial SAM, Ustaz Solmed Beri Ultimatum: Hapus atau Polisikan!
  • Agregat Tipis! Arsenal vs Leverkusen, Siapa Lolos ke Perempat Final?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Arab Saudi Dulu Subur dan Hijau: Penelitian Ungkap Jejak Sungai, Danau, dan Migrasi Kuno

By Aga GustianaJumat, 25 April 2025 11:35 WIB2 Mins Read
Ilustrasi gurun. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah studi ilmiah terbaru membalik persepsi dunia tentang kawasan tandus di antara Afrika dan Arab Saudi. Penelitian ini mengungkap bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Gurun Sahara-Arab, dulunya merupakan lanskap subur dan hijau dengan sungai dan danau yang membentang selama 8 juta tahun terakhir.

Studi bertajuk “Recurrent Humid Phases in Arabia Over the Past 8 Million Years” yang dipublikasikan di jurnal Nature, mengungkap bahwa kawasan yang saat ini gersang dan nyaris tak berpenghuni pernah menjadi persimpangan penting bagi pergerakan hewan dan manusia purba antara Afrika dan Eurasia.

Arabia: Titik Persimpangan Migrasi Purba

Tim peneliti internasional yang didukung oleh Saudi Heritage Commission dan Ministry of Culture Arab Saudi, menelusuri masa lalu kawasan ini dan menemukan bahwa wilayah ini bukan sekadar padang pasir, tetapi koridor vital migrasi untuk mamalia besar dan hominin (nenek moyang manusia).

“Arabia dulunya adalah jembatan alami yang menghubungkan benua,” kata Profesor Michael Petraglia dari Griffith University, Australia. “Kondisi lembab yang terjadi secara berkala memungkinkan hewan seperti buaya, kuda nil, hingga gajah purba (proboscidea) untuk hidup dan berpindah melalui wilayah ini.”

Baca Juga:  Boyong Neymar, Al-Hilal Rogoh Kocek Rp1,5 Triliun

Jejak Iklim Lembab Terdeteksi di Gua Kuno

Penelitian ini didasarkan pada analisis speleothem – mineral seperti stalaktit dan stalagmit yang terbentuk di dalam gua. Endapan ini merekam jejak curah hujan dari masa lalu, dan menunjukkan adanya fase lembab berulang yang terjadi sejak 8 juta tahun lalu.

Menurut Dr. Monika Markowska dari Northumbria University, Inggris, data tersebut memberikan wawasan baru terhadap iklim Arabia purba, yang sebelumnya sangat minim diketahui.

Baca Juga:  Brace Marselino Bawa Kemenangan Perdana Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Curah hujan memang terus menurun seiring waktu,” ujarnya. “Hal ini berkaitan dengan melemahnya musim hujan serta meningkatnya lapisan es kutub di belahan Bumi utara selama periode Pleistosen.”

Gurun, Tapi Pernah Penuh Kehidupan

Penelitian ini juga memberikan bukti fosil dari hewan-hewan yang sangat tergantung pada air – sesuatu yang sulit dibayangkan di gurun tandus masa kini. Keberadaan fosil ini membuktikan bahwa ekosistem air tawar pernah mendominasi lanskap Arabia, menjadikannya tempat tinggal dan rute penting bagi makhluk hidup pada masa itu.

Baca Juga:  Menag: Arab Saudi Apresiasi Indonesia Kelola Haji Profesional dan Humanis

“Gurun ini dulunya merupakan jalur vital penyebaran fauna dan manusia purba,” jelas Dr. Faisal al-Jibrin, arkeolog utama dari Saudi Heritage Commission. “Arab Saudi selama ini diabaikan dalam peta migrasi purba, namun kini peran sentralnya mulai terkuak.”

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Arab Saudi gurun Penelitian Studi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Misteri ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di TikTok: Durasi 7 Menit yang Bikin Penasaran

Viral video ukhti mukena pink.

Heboh di Media Sosial! Inilah Fenomena ‘Ukhti Mukena Pink’ yang Lagi Dicari Semua Orang

Geram Diseret Kasus Inisial SAM, Ustaz Solmed Beri Ultimatum: Hapus atau Polisikan!

Heboh! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Muncul Part 2, Benarkah Ada Versi 7 Menit?

Rutin Setiap Ramadan, Geo Dipa Berbagi Sasar 4.416 Kepala Keluarga di Pasirjambu, Rancabali, dan Ciwidey

Viral video ukhti mukena pink.

Viral di TikTok dan X, Ternyata Ini Alasan Video Mukena Pink Bikin Penasaran Publik

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.