bukamata.id – Prilly Latuconsina kembali membuat publik berhenti scroll. Bukan karena film baru atau proyek hiburan, melainkan langkah tak lazim yang jarang dilakukan selebritas papan atas: mengaktifkan status #OpenToWork di LinkedIn.
Setelah sebelumnya mengumumkan mundur dari rumah produksi Sinemaku, lewat unggahan Instagram pribadinya, @prillylatuconsina96, Minggu (25/1/2026), Prilly membagikan tangkapan layar profil LinkedIn miliknya yang kini terbuka untuk peluang profesional.
Unggahan tersebut langsung memantik diskusi luas, mulai dari pujian, candaan, hingga perdebatan soal “overqualified”.
Namun di balik viralnya unggahan itu, tersimpan satu pesan penting: Prilly sedang menggeser definisi sukses.
Bukan Kekurangan Aktivitas, Tapi Kehausan Akan Pengalaman Baru
Prilly menegaskan, keputusannya mengaktifkan badge #OpenToWork bukan karena sepi pekerjaan. Justru sebaliknya, ia ingin memperluas perspektif dan menguji dirinya di ruang yang belum pernah ia jalani secara langsung.
“Aku menyalakan badge #OpenToWork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru,” tulis Prilly.
Aktris, produser, dosen, sekaligus pebisnis ini mengaku tertarik merasakan offline sales experience, bidang yang jarang disentuh figur publik sekelasnya. Menurut Prilly, interaksi langsung dengan konsumen memberi pelajaran yang tak bisa digantikan teori atau data.
“Ketemu orang langsung, ngobrol, memahami kebutuhan mereka, sampai tahu bagaimana sebuah produk benar-benar dirasakan konsumen.”
Pernyataan ini menempatkan langkah Prilly bukan sebagai sensasi, melainkan eksperimen profesional berbasis pembelajaran nyata.
Reaksi Warganet: Dari Kagum hingga Satir
Kolom komentar Instagram Prilly pun ramai dengan respons beragam. Sejumlah warganet menyelipkan humor, sementara lainnya justru melihat langkah ini sebagai refleksi kerendahan hati.
“Ngga takut overqualified kak pril?” tulis akun @fau***
“Saingan terberat aku di LinkedIn ini mah,” komentar @iyi***
“Ini mah bukan open to work, tapi work-nya yang pada open,” tulis @nrl***
Ada pula komentar satir yang justru menegaskan betapa langkanya figur publik yang mau turun langsung ke lapangan.
Komentar-komentar tersebut dikutip dari kolom Instagram @prillylatuconsina96, Selasa (27/1/2026).
Profil LinkedIn Prilly: Lengkap, Serius, dan Siap Kerja
Berdasarkan pantauan di LinkedIn, Prilly tidak sekadar “numpang viral”. Profil profesionalnya diisi secara detail, mencerminkan keseriusan.
Ia mendeskripsikan dirinya sebagai pribadi yang curious, disiplin, dan terus berkembang lewat dunia cerita, pendidikan, dan bisnis. Bidang pekerjaan yang diminati pun konkret:
- Sales Specialist
- Sales Representative
- Store Manager
- Brand Manager
Prilly juga menyatakan kesiapan bekerja secepatnya, baik paruh waktu maupun lepas. Sebuah pernyataan langka dari figur dengan pengalaman hampir dua dekade di industri hiburan.
Jika Disusun, Seperti Apa Portofolio Prilly Latuconsina?
Secara profesional, Prilly Mahatei Latuconsina adalah sosok multidisiplin. Perempuan kelahiran 1996 ini telah berkarier sejak usia belia dan terlibat dalam hampir 100 karya film, baik sebagai pemeran maupun produser.
Namanya melejit lewat sinetron populer seperti Ganteng-Ganteng Serigala, lalu menguat di layar lebar melalui film Danur, Kukira Kau Rumah, Budi Pekerti, hingga Perayaan Mati Rasa yang viral pada 2025.
Sejak mendirikan Sinemaku Pictures pada 2019, Prilly tak hanya tampil di depan kamera, tetapi juga memimpin strategi promosi, distribusi, dan penjualan film sebagai Executive Producer, hingga akhirnya resmi pamit dari rumah produksi tersebut pada Januari 2026.
Akademisi, Aktivis, hingga Pengusaha
Di luar hiburan, Prilly aktif sebagai:
- Dosen tetap LSPR Institute (PR & Marketing)
- Dosen tamu di UGM dan Universitas Udayana
- Founder berbagai bisnis, mulai dari La Joie Bakery Cafe, ILY Gold, hingga Salaya Yacht
- Inisiator gerakan lingkungan Generasi Peduli Bumi
Riwayat pendidikannya pun solid. Lulusan Ilmu Komunikasi LSPR Jakarta ini meraih predikat Summa Cum Laude dan dinobatkan sebagai Best of the Best Graduate pada 2021.
Lebih dari Sekadar Status LinkedIn
Langkah Prilly Latuconsina mengaktifkan #OpenToWork bukan sekadar tren media sosial. Ini adalah pernyataan sikap: bahwa belajar tidak mengenal jabatan, dan pengalaman lapangan tetap relevan, bahkan bagi mereka yang sudah berada di puncak.
Di tengah kultur selebritas yang kerap menjaga jarak dengan realitas kerja sehari-hari, Prilly justru melangkah mendekat. Ia tidak sedang menurunkan standar, melainkan memperluas medan belajar.
Dan mungkin, di situlah letak makna sesungguhnya dari status #OpenToWork versi Prilly Latuconsina.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











