bukamata.id – Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) akhirnya resmi mengajukan banding ke Mahkamah Timbang Tara Sukan (CAS) terkait sanksi berat yang dijatuhkan FIFA atas kasus dugaan pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Harimau Malaya.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Pemangku Presiden FAM, Datuk Wira Yusoff Mahadi, melalui pernyataan resmi yang dirilis pada awal pekan.
Banding ke CAS Setelah Ditolak FIFA
Yusoff menegaskan bahwa Pernyataan Rayuan telah dikirimkan ke CAS sebagai upaya lanjutan setelah banding sebelumnya ke FIFA ditolak. CAS juga memberikan waktu 10 hari kepada tim hukum FAM untuk menyusun hujah lengkap, dengan batas akhir 18 Desember 2025.
“FAM telah mengemukakan Pernyataan Rayuan kepada CAS berhubung hukuman FIFA terhadap badan induk dan tujuh pemain warisan Harimau Malaya,” ujar Yusoff.
Ia memastikan FAM berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional, terbuka, dan sesuai mekanisme hukum yang berlaku. FAM juga menyatakan perkembangan terbaru akan terus diumumkan kepada publik.
Kasus Dokumen 7 Pemain Naturalisasi
Kasus ini mencuat setelah FIFA menemukan ketidakteraturan dokumen registrasi tujuh pemain naturalisasi yang diproyeksikan untuk membela Timnas Malaysia. Mereka adalah:
- Joao Figueiredo
- Rodrigo Holgado
- Gabriel Palmero
- Imanol Machuca
- Facundo Garces
- Jon Irazabal
- Hector Hevel
Akibat pelanggaran tersebut, FAM dijatuhi denda 350.000 franc Swiss, sementara masing-masing pemain mendapatkan larangan bermain 12 bulan serta denda 2.000 franc Swiss.
FAM Klarifikasi Kebingungan Publik
Langkah banding ke CAS sekaligus menjadi klarifikasi atas kebingungan publik setelah sebelumnya beredar kabar bahwa CAS belum menerima dokumen banding dari Malaysia. Kondisi tersebut sempat menimbulkan kritik terkait keseriusan FAM dalam menangani persoalan ini.
Dengan pengajuan resmi ke CAS, FAM menegaskan bahwa proses hukum kini berjalan dan akan terus dikawal hingga ada keputusan final.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










