Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri

Sabtu, 21 Maret 2026 05:00 WIB

Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar

Sabtu, 21 Maret 2026 04:00 WIB

Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar

Sabtu, 21 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri
  • Siap Dipadati Jamaah, Ini Jadwal Shalat Id di Masjid Al-Jabbar
  • Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar
  • Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda
  • Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen
  • Pohon Tumbang di Jalan Bypass Cicalengka, Arus Kendaraan Sempat Macet Panjang
  • Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama
  • Badai Hujan dan Angin Kencang Terjang Cicalengka, Jalan Tertutup Pohon Tumbang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 21 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Begini Wajah Destinasi Wisata Guci Setelah Diterjang Banjir Bandang

By Aga GustianaSenin, 2 Februari 2026 19:07 WIB2 Mins Read
Wisata Guci setelah diterjang banjir bandang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Peristiwa banjir bandang yang kembali menimpa kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal pada Sabtu, 24 Januari 2026, menimbulkan dampak serius bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat. Tidak sekadar bencana alam biasa, kejadian ini menjadi momen penting bagi upaya pemulihan dan penataan ulang destinasi wisata Guci.

Dampak Langsung pada Destinasi Wisata

Ketua Klaster Pariwisata DPP V Jawa Tengah, Setya Teguh Yuwana, menjelaskan melalui pesan WhatsApp pada Senin, 26 Januari 2026, bahwa banjir bandang menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas utama kawasan wisata. Akses jalan rusak, jembatan penghubung terputus, dan area pemandian air panas—termasuk Pancuran 5 dan Pancuran 13—mengalami gangguan sehingga aktivitas wisata berhenti sementara. Dampak ini juga tercermin dari menurunnya jumlah pengunjung.

“Bencana banjir bandang yang kedua kalinya terjadi membuat kepercayaan pasar wisata terhadap keamanan kawasan Guci mengalami guncangan,” ujar Setya Teguh Yuwana.

Tekanan Ekonomi terhadap Masyarakat Lokal

Kerugian tidak hanya menimpa fasilitas umum. Pelaku usaha lokal, seperti warung makan, pedagang kaki lima, penyewa ban, pemandu wisata, hingga pengelola vila dan hotel, merasakan tekanan ekonomi yang cukup berat. Efek domino dari bencana ini bisa berdampak jangka panjang jika penanganannya hanya bersifat darurat dan tidak berkelanjutan.

“Laporan yang saya terima dari beberapa pelaku usaha penginapan menunjukkan banyak tamu yang membatalkan kunjungan karena bencana banjir bandang yang kembali menimpa Guci,” ungkap Teguh.

Transformasi Pariwisata Guci Tidak Bisa Ditunda

Teguh menekankan bahwa kejadian ini menjadi titik balik bagi pengelolaan wisata Guci. Penanganan sementara saja tidak cukup; dibutuhkan penataan ulang kawasan wisata berbasis mitigasi bencana dan pengembangan konsep pariwisata yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.

“Banjir bandang kedua ini adalah peringatan keras bahwa pembangunan pariwisata tanpa keseimbangan ekologi dan manajemen risiko hanya akan menunda krisis yang lebih besar,” tegasnya.

Peluang untuk Guci yang Lebih Tangguh

Meski musibah ini menimbulkan duka, Teguh melihat momentum untuk membangun Guci versi baru. Destinasi wisata yang lebih tertata, ramah lingkungan, aman bagi pengunjung, dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat lokal.

“Guci berduka. Namun dari duka ini ada arah baru harus dilahirkan,” kata Teguh.

Pengelolaan Holistik untuk Masa Depan

Teguh menambahkan, pengelolaan Guci harus bersifat menyeluruh dari hulu ke hilir, dengan memperhatikan keseimbangan ekologi, koordinasi lintas wilayah, dan perlindungan kawasan lereng Gunung Slamet agar bencana serupa tidak terjadi lagi.

“Kerugian materiil sangat besar untuk membangun infrastruktur yang rusak. Sedangkan kerugian imateriil adalah makin terkikisnya branding Destinasi Wisata Guci karena dinilai tidak cukup aman bagi wisatawan,” tutup Teguh.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang Guci Dampak Bencana Alam Ekonomi Lokal Guci Guci Pariwisata Jawa Tengah Wisata Guci
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Terkecoh! Ini Kebenaran di Balik Video Viral Ibu Tiri dan Anak Tiri

Wajib Tahu! Ini Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Idul Fitri yang Benar

Link Video Ojol Bali 17 Menit! Pakar Ungkap Bahaya Mengerikan yang Mengintai HP Anda

Bikin Penasaran, Link Video Ojol Bali 17 Menit Diburu Netizen

Salat Id Sendiri di Rumah? Begini Hukum dan Caranya Menurut Ulama

Interaksi Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Heboh, Link Video Full Telegram Ramai Dicari

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Link Video 17 Menit ‘Ojol Bali’ Buruan Netizen, Ternyata Begini Kronologi di Balik Rekaman Viral Tersebut!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.