Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Sabtu, 4 April 2026 15:15 WIB

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Sabtu, 4 April 2026 14:54 WIB

Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?

Sabtu, 4 April 2026 13:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
  • Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!
  • Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat
  • Dompet Persib Terkuras Rp1,1 Miliar! Rekap Sanksi ‘Gila’ AFC di Liga Champions Asia Two
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram
  • Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Berkarya Sejak 1985, Komunitas Celah-celah Langit Sampaikan Kritik Lewat Kesenian

By Putra JuangSenin, 3 Juni 2024 19:39 WIB2 Mins Read
Komunitas Celah-celah Langit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Baru saja merayakan HUT ke-26 tahun, Komunitas Celah-celah Langit masih berdiri memeluk erat kesenian Teater sebagai media aspirasi.

Aktivitas komunitas ini telah ada sejak tahun 1985 pada Sang Pendiri yaitu Iman Soleh masih kuliah. Hingga akhirnya diresmikan pada tahun 1998 tanggal 22 Mei.

Salah satu karya pentas mereka yang bertajuk “ Ode Air” telah dipertontonkan sekitar tahun 2001-2005 di beberapa tempat di Indonesia.

Selain di Indonesia, kemunitas ini bergabung dengan kelompok teater dari beberapa negara seperti Afrika Selatan, Zimbabwe, Prancis, Australia, Belanda. Pertunjukkan berakhir di kota Islamabad dan Lahore di Pakistan.

“Saya akhirnya menyadari dalam pentingnya seni dan pendidikan kontekstual baik di masa kini atau masa yang akan datang,” ucap Iman, dikutip Senin (3/6/2024).

Naskah “Ode Air” ditulis serta digarap secara bersama-sama hingga lebih dari 30 orang.

Baca Juga:  Komunitas IBBC Bandung Dorong Anak Indonesia Aktif Tanpa Gadget

Iman menyebutkan, mereka hampir selalu mengerjakan naskah dengan cara collaborative text. Sebuah tradisi dari lisan berubah ke tulisan lalu menjadi lisan kembali.

“Tradisi lisan pada orang-orang modern ini buruk sekali. Seperti sulit menyampaikan tentang ilmu yang mereka miliki. Maka dari itu, hal ini menjadi latar belakang kenapa kami garap naskah secara bersama-sama. Semudah mengobrol lalu dicatat, hanya saja kami tentukan apa yang ingin dibicarakan lalu kita tampilkan,” tuturnya.

Motivasi Iman Soleh untuk menyampaikan kritiknya lewat kesenian adalah karna kesukaannya pada puisi W.S. Rendra dengan judul Sajak Sebatang Lisong.

Baca Juga:  Jelajahi 4 Destinasi Wisata Seni Memukau di Bandung yang Wajib Dikunjungi

“Tulis yang ada di dekatmu, maka itulah yang membawamu ke tempat-tempat jauh. Sesuai dengan kontekstual yang saya sampaikan tadi, kita tulis tentang keresahan kita yang paling dekat, itu yang membawa kita ke tempat yang jauh selama adanya seni dan pendidikan kontekstual tadi,” katanya.

Iman Soleh yang sekaligus menjadi dosen Teater di kampus Institut Seni Budaya Indonesia ini mengungkapkan, membangun komunitas ini atas rasa kehilangannya terhadap gelanggang remaja yang dulu pernah ada di Kota Bandung.

Kini sudah hilang sehingga ia membuat tempat agar anak muda dapat berkekspresi karena dirasa kurangnya taman kebudayaan.

Baca Juga:  Pameran Modi Creandi, Jelajahi Dunia Tumbuhan Lewat Sentuhan Estetika dan Ilmu

Teater dianggap sebagai kesenian yang primitif oleh beliau karena hanya menggunakan orang. Iman soleh pun mengakui bahwa teater belum tentu memberikan kita hidup.

“Dari teater mungkin kita tida bisa hidup atau menghidupi, tapi kita disini mugkin bisa membuka cara orang untuk mau hidup,” ucapnya.

Jadwal Komunitas CCL untuk melakukan kegiatan yang bertempatkan di Gang Bapak Eni No. 8/169A di belakan Terminal Ledeng Bandung ialah setiap Sabtu pagi seperti melakukan olah rasa, dan juga ikut mempersiapkan pentas mereka yang dekat ini akan dipertontonkan pada 13 Juni 2024 di LPSK Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Celah-celah Langit komunitas seni Teater
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua

Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!

Wisata Subang

Eksplorasi Subang 2026: 6 Destinasi Hits yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Anda!

Ilustrasi isi BBM

Jangan Sampai Ditolak SPBU! Begini Cara Daftar Barcode MyPertamina untuk Program Subsidi Tepat

Update Harga Emas Antam Hari Ini 4 April 2026: Masih Bertahan di Level Rp2,85 Juta per Gram

Tega! Teman Ditinggalkan di Hutan Demi Puncak, Berujung Blacklist 5 Tahun

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.