bukamata.id – Ancaman terhadap Thom Haye dan keluarganya memicu reaksi serius dari internal Persib Bandung. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, menegaskan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak bisa ditoleransi dan akan diproses secara hukum.
Umuh menilai sepak bola seharusnya menjadi ruang kompetisi yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, bukan ajang intimidasi apalagi ancaman kriminal. Ia menegaskan bahwa persoalan di lapangan tidak boleh merembet ke tindakan yang membahayakan keselamatan pemain dan keluarganya.
“Ini sepak bola, olahraga. Apa pun yang terjadi tidak boleh ada ancaman-ancaman untuk membunuh. Itu tidak benar dan tidak boleh terjadi,” tegas Umuh Muchtar saat dihubungi awak media, Senin (12/1/2026) pagi.
Lebih lanjut, Umuh memastikan bahwa pihak yang diduga melakukan ancaman kini sedang ditelusuri. Ia menegaskan, Persib tidak akan tinggal diam dan siap membawa persoalan ini ke jalur hukum.
“Orang yang mengancam itu sedang dilacak dan pasti akan segera dapat. Kita akan tuntut. Mengancam seperti itu sudah jelas kena hukum,” ujar Manajer Persib ini.
Umuh juga mengungkapkan bahwa manajemen dan seluruh pihak terkait sebelumnya telah berupaya maksimal menjaga situasi tetap kondusif, khususnya setelah laga panas kontra Persija Jakarta. Karena itu, munculnya ancaman terhadap Thom Haye justru sangat disesalkan.
“Kemarin juga kita jaga dengan segala cara supaya tidak ada keributan dan masalah. Sekarang kenapa malah ada ancaman kepada Thom Haye,” tutur Umuh.
Di tengah situasi tersebut, Umuh memastikan dukungan penuh kepada sang pemain. Ia meminta Thom Haye untuk tetap tenang dan tidak merasa terintimidasi.
“Saya pesan ke Thom Haye, tenang saja, tidak akan ada apa-apa,” lanjut Umuh menenangkan.
Ia menyebut aksi ancaman tersebut sebagai tindakan tidak masuk akal dan dilakukan oleh pihak yang tidak berpikir panjang. Menurutnya, membawa-bawa keluarga serta ancaman pembunuhan merupakan pelanggaran serius yang memiliki konsekuensi hukum jelas.
“Saya sangat menyayangkan. Ini orang bodoh yang mengancam-ancam, apalagi sampai membawa-bawa keluarga dan ancaman pembunuhan. Itu sudah jelas pasti kena sanksi dan hukum,” ujarnya dengan nada tegas.
Soal langkah hukum, Umuh memastikan kasus ini sepenuhnya akan diserahkan kepada aparat penegak hukum. Ia menyebut bukti-bukti ancaman yang ada sudah cukup kuat untuk ditindaklanjuti.
“Ada kodenya, ada nomornya. Itu paling gampang dilacak. Saya bertanggung jawab. Jangan nangis kalau besok dia ditangkap,” katanya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










