bukamata.id – Sejumlah bantuan sosial atau bansos berpotensi cair pada Oktober 2026. Namun, tidak semua masyarakat dapat menerima bantuan karena penetapan penerima dilakukan berdasarkan kriteria dan data sosial ekonomi pemerintah.
Salah satu acuan yang digunakan pemerintah adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dalam sistem tersebut, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan kondisi sosial ekonomi.
Mengacu pada laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial, desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen tertinggi.
Data desil mempertimbangkan sejumlah variabel, antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi rumah, daya listrik, dan kepemilikan aset. Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, kelompok desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima. Sementara desil 5 juga dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Lantas, apa saja bansos yang berpotensi cair Oktober 2026 dan bagaimana cara cek penerimanya? Berikut informasinya.
1. PKH
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat sesuai kriteria program.
Pemerintah memasukkan PKH sebagai salah satu program perlindungan sosial yang terus disalurkan pada 2026. Memasuki kuartal IV, pemerintah menyebut penyaluran PKH Tahap III sebagai salah satu program yang berjalan.
Besaran bantuan PKH berbeda berdasarkan komponen penerima. Di antaranya mencakup ibu hamil, anak usia dini, siswa sekolah, penyandang disabilitas berat, dan lanjut usia.
Masyarakat perlu memastikan status penerima melalui kanal resmi Kemensos karena jadwal penyaluran dapat berbeda sesuai mekanisme dan wilayah penyaluran.
2. Program Sembako
Bansos berikutnya adalah Program Sembako, yang sebelumnya lebih dikenal masyarakat sebagai BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai.
Program ini menyasar keluarga penerima manfaat berdasarkan ketentuan yang berlaku. Laman resmi Cek Bansos Kemensos menyebut desil 1 sampai 4 dapat diusulkan sebagai penerima Program Sembako.
Besaran manfaat Program Sembako tercatat sebesar Rp200.000 per KPM per bulan berdasarkan pedoman program.
Karena mekanisme penyaluran dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah, masyarakat sebaiknya mengecek status bantuan melalui kanal resmi sebelum memastikan jadwal pencairan.
3. Bantuan Beras 10 Kg
Bantuan beras 10 kilogram juga dijadwalkan berlanjut pada periode Oktober hingga Desember 2026.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut pemerintah menyiapkan bantuan pangan berupa 10 kg beras per bulan yang diberikan untuk periode Oktober, November, dan Desember 2026.
Program tersebut menyasar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada desil 1 sampai 4. Penyaluran untuk periode tiga bulan tersebut dilakukan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Dengan demikian, bantuan beras menjadi salah satu program yang perlu diperhatikan masyarakat yang masuk kelompok sasaran.
4. PBI-JK
Ada pula Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
Berbeda dengan bantuan berupa uang atau pangan, penerima PBI-JK memperoleh manfaat berupa iuran jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah.
Berdasarkan informasi pada laman resmi Cek Bansos Kemensos, masyarakat pada desil 5 juga dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK.
Karena PBI-JK bukan bantuan tunai, masyarakat yang terdaftar tidak menerima uang secara langsung. Manfaatnya diberikan melalui pembiayaan iuran kepesertaan jaminan kesehatan sesuai ketentuan.
5. Program Indonesia Pintar (PIP)
Program Indonesia Pintar (PIP) juga menjadi salah satu bantuan yang perlu diperhatikan pada Oktober 2026.
PIP merupakan bantuan untuk mendukung pembiayaan pendidikan peserta didik dari keluarga yang memenuhi kriteria program.
Pada 2026, pemerintah telah menerbitkan aturan terbaru pelaksanaan PIP melalui Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2026 dan Persesjen Kemendikdasmen Nomor 17 Tahun 2026. Besaran bantuan diatur melalui Kepmendikdasmen Nomor 171 Tahun 2026.
Data penyaluran resmi PIP 2026 juga menunjukkan terdapat pencairan pada Oktober untuk sejumlah penerima dan jenjang pendidikan. Namun, waktu pencairan tidak berarti seragam untuk seluruh siswa atau sekolah.
Karena itu, siswa dan orang tua perlu mengecek status penerima melalui kanal resmi PIP.
Cara Cek Penerima Bansos Oktober 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos.
Data yang ditampilkan bersumber dari DTSEN dan pencarian dilakukan menggunakan NIK. Sistem juga menampilkan informasi terkait desil dan status bantuan yang tercatat.
Cara Cek Bansos melalui Situs Kemensos
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs resmi Cek Bansos Kemensos.
- Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP.
- Masukkan huruf kode yang tersedia.
- Jika kode tidak terbaca, tekan tombol refresh untuk mendapatkan kode baru.
- Pastikan data yang dimasukkan sudah benar.
- Klik Cari Data.
- Sistem akan menampilkan informasi mengenai data penerima, termasuk desil dan status bantuan yang tersedia.
Selain melalui situs, pengecekan juga dapat dilakukan menggunakan Aplikasi Cek Bansos yang disediakan Kemensos.
Perlu diketahui, status penerima bansos dapat berubah karena data DTSEN bersifat dinamis. Jika kondisi sosial ekonomi tidak sesuai dengan data yang tercatat, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia di desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun aplikasi Cek Bansos.
Dengan demikian, masyarakat yang ingin mengetahui apakah mendapatkan bansos Oktober 2026 sebaiknya melakukan pengecekan langsung melalui kanal resmi dan tidak hanya mengandalkan informasi dari media sosial atau pesan berantai.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










