bukamata.id – Kabar gembira datang dari panggung sepak bola internasional yang berdampak langsung ke kantong manajemen Persib Bandung. Keberhasilan dramatis Timnas Irak menyegel tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 ternyata membawa berkah finansial yang signifikan bagi klub berjuluk Maung Bandung tersebut.
Penyebabnya tidak lain adalah keberadaan bek tangguh Persib, Frans Putros, di dalam skuad Singa Mesopotamia. Meski hanya duduk di bangku cadangan saat Irak menumbangkan Bolivia 2-1 di laga play-off antarkonfederasi, Rabu (1/4/2026) pagi WIB, status Frans sebagai penggawa Persib menjadi kunci cairnya subsidi dari FIFA.
Mengenal Club Benefit Programme: Skema Bagi Hasil FIFA
Keuntungan yang akan didapat Persib berasal dari program resmi FIFA bernama Club Benefit Programme. Untuk edisi 2026, badan sepak bola dunia ini telah menyiapkan dana raksasa mencapai 355 juta dolar AS atau setara Rp6 triliun sebagai kompensasi bagi klub-klub yang pemainnya terlibat di Piala Dunia.
Yang menarik, regulasi terbaru FIFA kini lebih luas. Bantuan tidak hanya diberikan saat turnamen final berlangsung, tetapi juga dihitung sejak babak kualifikasi. Artinya, keterlibatan pemain Persib di berbagai tim nasional selama masa kualifikasi akan dikonversi menjadi pundi-pundi rupiah.
Banjir Subsidi dari Banyak Pemain
Bukan hanya dari Frans Putros, Persib berpotensi meraup subsidi dari deretan bintang lainnya yang membela Timnas Indonesia maupun negara tetangga, di antaranya:
- Punggawa Timnas Indonesia: Thom Haye, Eliano Reijnders, Beckham Putra, hingga Marc Klok.
- Punggawa Timnas Filipina: Nama-nama seperti Kevin Ray Mendoza dan mantan bek Daisuke Sato yang sempat mencicipi panasnya kualifikasi.
Jika Frans Putros resmi masuk dalam skuad akhir Irak di putaran final nanti, nilai subsidi yang diterima Persib dipastikan bakal melonjak drastis.
Dominasi Liga 1 di Panggung Dunia
Persib bukan satu-satunya klub Indonesia yang ketiban untung. Bek andalan PSM Makassar, Yuran Fernandes, juga berpeluang besar membawa “anggaran tambahan” bagi Juku Eja jika dirinya sukses menembus skuad final Tanjung Verde untuk terbang ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan.
Fenomena ini membuktikan bahwa kualitas pemain di Liga 1 kini mulai diperhitungkan di level global, sekaligus memberikan stabilitas finansial bagi klub melalui jalur prestasi pemainnya di kancah internasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








