bukamata.id – Rumor transfer besar kembali mengguncang jagat sepak bola Indonesia. Nama penyerang Timnas Irak, Aymen Hussein, disebut masuk dalam radar belanja Persib Bandung untuk musim 2026/2027.
Isu ini bahkan dikaitkan dengan momentum besar jelang Piala Dunia 2026, sehingga disebut sebagai “super saga transfer” yang menyita perhatian publik.
Kabar ini pertama kali mencuat dari akun media sosial sepak bola Indonesia yang menyebut Persib telah menyiapkan rencana besar untuk mendatangkan sejumlah pemain berlabel internasional.
“BREAKING NEWS // Club raksasa Indonesia Persib Bandung sudah menyiapkan rencana transfer untuk musim 2026/2027. Aymen Hussein masuk radar Maung Bandung,” tulis salah satu akun sepak bola nasional.
Di balik rumor tersebut, terdapat sejumlah indikasi yang membuat isu transfer ini semakin panas diperbincangkan.
1. Faktor Rekan Setim: Frans Putros Jadi Kunci Adaptasi
Salah satu indikasi terkuat adalah keberadaan Frans Putros di skuad Persib Bandung.
Keduanya diketahui pernah bermain bersama di Timnas Irak selama bertahun-tahun. Chemistry yang sudah terbentuk lama ini diyakini bisa menjadi faktor penting jika Aymen Hussein benar-benar merapat ke Bandung.
Kehadiran rekan lama disebut menjadi daya tarik besar dalam proses negosiasi pemain asing.
2. Kenaikan Gaji Signifikan Jadi Daya Tarik
Sebagai striker utama Timnas Irak, Aymen Hussein memiliki status bintang yang membuat nilai kontraknya berpotensi meningkat jika bergabung ke Liga 1 Indonesia.
Persib Bandung yang dikenal memiliki kekuatan finansial besar dinilai mampu memberikan tawaran lebih tinggi dibandingkan klubnya saat ini.
Selain itu, status sebagai pemain asing di klub besar Indonesia tentu akan meningkatkan nilai komersialnya secara signifikan.
3. Potensi Komersial dan Popularitas Global
Nama Aymen Hussein tidak hanya dikenal di Timur Tengah, tetapi juga mulai mendapat perhatian publik sepak bola Indonesia.
Popularitasnya meningkat seiring penampilannya bersama Timnas Irak, termasuk momen ketika ia menjadi sorotan saat laga melawan Timnas Indonesia.
Jika bergabung ke Persib Bandung, potensi engagement media sosial hingga nilai endorsement diprediksi akan meningkat drastis, mengingat basis suporter Maung Bandung yang sangat besar.
4. Minim Menit Bermain Penuh di Klub Saat Ini
Faktor lain yang memperkuat rumor ini adalah kondisi Aymen di klubnya saat ini.
Tercatat, dari 15 pertandingan musim ini, ia hanya dua kali bermain penuh selama 90 menit. Bahkan beberapa laga ia mulai dari bangku cadangan.
Situasi ini membuka peluang bagi klub lain untuk menawarkan peran yang lebih sentral sebagai striker utama.
5. Market Value Relatif Terjangkau
Dari sisi finansial, nilai pasar Aymen Hussein dinilai masih cukup realistis untuk klub besar seperti Persib Bandung.
Per akhir 2025, market value-nya berada di kisaran Rp7,82 miliar. Angka ini dianggap masih masuk dalam kemampuan klub dengan daya tawar tinggi di Indonesia.
6. Riwayat Karier: Sering Pindah Klub
Indikasi terakhir datang dari pola karier Aymen Hussein sendiri.
Sejak awal karier profesionalnya, ia tercatat tidak lama bertahan di satu klub. Beberapa periode panjang hanya terjadi saat membela:
- Duhok SC (2012–2014)
- Al-Naft SC (2015–2017)
- Al-Quwa Al-Jawiya (2019–2021)
Di luar itu, ia cenderung hanya bertahan satu musim di setiap klub yang dibelanya. Pola ini membuka peluang transfer baru di masa depan.
Isu Transfer yang Kian Menguat Jelang Piala Dunia 2026
Dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026, rumor transfer pemain internasional ke klub Asia, termasuk Indonesia, semakin sering mencuat.
Persib Bandung disebut sedang menyusun proyek besar untuk meningkatkan kualitas skuad, terutama jika mereka kembali tampil di kompetisi Asia seperti AFC Champions League Two.
Meski belum ada konfirmasi resmi, kombinasi enam indikasi tersebut membuat rumor transfer Aymen Hussein ke Persib Bandung menjadi salah satu isu paling panas di bursa transfer 2026/2027.
Jika benar terjadi, kedatangan striker Timnas Irak itu berpotensi menjadi salah satu transfer terbesar dalam sejarah Liga 1 Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










