bukamata.id – Fenomena sinkhole yang muncul di tengah area persawahan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Debit air di dalam lubang amblas tersebut dilaporkan terus bertambah hingga akhirnya meluap ke permukaan, menggenangi sawah dan lahan di sekitarnya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi warga, terutama para petani yang menggantungkan hidup dari lahan tersebut. Air yang sebelumnya hanya terlihat di dasar lubang kini semakin meninggi, memperluas area genangan, dan mengubah bentang sawah yang semula produktif menjadi kawasan tergenang.
Ahli Geologi Sumatra Barat, Ade Edwar, menjelaskan bahwa peningkatan debit air pada sinkhole ini berkaitan erat dengan tekanan air tanah yang terperangkap di rongga bawah permukaan. Rongga-rongga tersebut terisi air dalam jumlah besar, lalu terdorong ke atas akibat tekanan dari dalam.
“Di bawah itu berongga dan air yang ada menekan naik ke atas. Sehingga debit air jadi naik,” kata Ade Edwar, dikutip Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, fenomena ini merupakan proses alamiah yang lazim terjadi pada struktur tanah tertentu, terutama di wilayah dengan sistem rongga bawah tanah aktif. Air yang terperangkap tidak langsung mengalir keluar, melainkan menekan lapisan atas hingga akhirnya muncul ke permukaan.
Air Jernih Berwarna Kebiruan
Salah satu hal yang menarik perhatian warga adalah tampilan air di dalam sinkhole. Air tersebut tampak jernih dengan warna kebiruan, menyerupai telaga alami di tengah persawahan. Kondisi ini sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Namun Ade menjelaskan bahwa kejernihan air tersebut memiliki penjelasan ilmiah. Struktur geologi di dalam rongga sinkhole didominasi oleh batu kapur yang berfungsi sebagai penyaring alami.
“Batu kapur sifatnya menjernihkan air, maka air yang muncul adalah air jernih. Bukan keruh,” ucapnya.
Batu kapur memiliki kemampuan menyaring partikel halus dari aliran air tanah. Karena itu, meskipun air berasal dari bawah permukaan, tampilannya justru terlihat lebih bersih dibandingkan air permukaan biasa.
Meski terlihat jernih, para ahli tetap mengingatkan agar air tersebut tidak dimanfaatkan sembarangan tanpa kajian lebih lanjut, mengingat belum ada pemeriksaan menyeluruh terkait kualitas dan keamanannya.
Dipengaruhi Musim Hujan
Ade juga menilai bahwa peningkatan debit air sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, khususnya curah hujan. Saat musim penghujan, volume air tanah meningkat sehingga tekanan di dalam rongga bawah tanah ikut bertambah.
“Kenapa sekarang airnya naik, itu karena musim penghujan, jika musim kemarau, dengan sendirinya air akan turun. Tapi ada juga yang permanen, kita lihat saja nanti,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus, air di dalam sinkhole bisa bersifat sementara dan akan menyusut saat musim kemarau. Namun tidak menutup kemungkinan air tersebut bersifat permanen jika sistem aliran bawah tanah terus aktif.
Untuk memastikan hal tersebut, diperlukan pemantauan jangka panjang serta kajian lanjutan dari tim geologi dan instansi terkait.
Kronologi Munculnya Sinkhole
Sebelumnya, kemunculan sinkhole ini sempat menghebohkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (4/1/2025), saat seorang warga tengah beraktivitas di area persawahan.
Warga sekitar mengaku mendengar suara gemuruh keras, menyerupai ledakan dari dalam tanah. Tak lama setelah itu, sawah yang sebelumnya telah menunjukkan retakan akibat musim kemarau mendadak runtuh dan membentuk lubang besar.
Retakan-retakan kecil yang sebelumnya dianggap biasa ternyata menjadi pertanda awal melemahnya struktur tanah. Ketika lapisan bawah tak lagi mampu menopang beban di atasnya, amblasan pun terjadi secara tiba-tiba.
Diameter Terus Membesar
Sejak pertama kali muncul, diameter lubang sinkhole dilaporkan terus mengalami perubahan. Lubang tersebut semakin melebar, sementara kedalaman air di dalamnya diperkirakan mencapai sekitar 20 meter.
Kondisi ini membuat pihak berwenang meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, pergerakan tanah di sekitar sinkhole masih mungkin terjadi, terutama jika curah hujan tetap tinggi atau jika terdapat aktivitas manusia terlalu dekat dengan bibir lubang.
BPBD dan aparat setempat telah mengimbau warga untuk tidak mendekati area tersebut demi keselamatan. Garis pengaman dipasang untuk membatasi akses dan mencegah terjadinya kecelakaan.
Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga saat ini, warga yang tinggal di sekitar lokasi sinkhole masih diminta untuk meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu hasil kajian lanjutan dari pihak terkait. Pemerintah daerah bersama tim geologi tengah memantau perkembangan kondisi tanah dan air guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
Fenomena sinkhole di Limapuluh Kota ini menjadi pengingat bahwa perubahan alam dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah dengan struktur tanah yang kompleks. Meski tampak tenang di permukaan, dinamika bawah tanah menyimpan potensi risiko yang tidak boleh diabaikan.
Para ahli menegaskan bahwa pemantauan berkelanjutan menjadi kunci untuk memastikan keselamatan warga sekaligus memahami apakah sinkhole ini akan terus berkembang atau perlahan stabil seiring perubahan musim.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










