Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah

Selasa, 22 September 2026 11:48 WIB

Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit

Selasa, 22 September 2026 11:31 WIB

Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah

Selasa, 22 September 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Indonesia Tambah 2 Medali di Asian Games 2026, Posisi di Klasemen Mulai Berubah
  • Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit
  • Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah
  • Jelang Penutupan Bursa Transfer Super League, Persib Bandung Siapkan Kejutan Susulan?
  • Dua Bintang Persib Merapat ke Timnas Indonesia, Igor Tolic Beri Pesan Khusus
  • Fakta Kasus Video Asusila ‘A Day in My Life’ di Bogor: Dijual Rp150 Ribu hingga Positif HIV
  • Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: SUGBK Jadi Saksi Perjuangan Garuda di Grup A
  • Wisata Kuliner di Sumedang: Menikmati Sajian Sunda Otentik Berlatar Alam Pegunungan yang Asri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 22 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Deretan Fakta Tragedi Sepak Bola Tasikmalaya: Pemain Cibeureum Tutup Usia Saat Laga Baru Berjalan 5 Menit

By Aga GustianaSelasa, 22 September 2026 11:31 WIB3 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelaran sepak bola antar-kecamatan bertajuk Piala Ketua PSSI Kota Tasikmalaya U-40 2026 mendadak berubah menjadi isak tangis. Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Minggu (20/9/2026) siang sekitar pukul 11.30 WIB, menjadi saksi bisu kepergian salah satu peserta turnamen, Ahid Ali Hasbi (43).

Pemain andalan asal Kecamatan Cibeureum tersebut mengembuskan napas terakhirnya usai mendadak ambruk di tengah lapangan hijau ketika pertandingan sedang berlangsung.

Berikut adalah deretan fakta lengkap di balik insiden tragis yang merenggut nyawa warga Negla Kaler, Kelurahan Setiajaya, Kecamatan Cibeureum ini:

1. Tumbang Tanpa Kontak Fisik di Awal Babak Kedua

Peristiwa pilu tersebut pecah saat kesebelasan Kecamatan Cibeureum melakoni duel sengit melawan Kecamatan Kawalu. Petaka terjadi ketika paruh kedua baru berjalan sekitar lima menit.

Almarhum yang baru saja melepaskan operan bola tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke rumput lapangan. Menariknya, insiden tersebut terjadi tanpa adanya benturan atau tekel fisik dari pemain lawan.

Baca Juga:  Lolos ke Putaran 3 Kualifikasi Piala Dunia, Ketum PSSI Gercep Sesuaikan Jadwal dengan Liga

Tim medis dari Puskesmas Karanganyar Kawalu yang siaga di lokasi langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lapangan sebelum akhirnya mengevakuasi korban menggunakan ambulans menuju IGD RSUD dr. Soekardjo.

2. Nyawa Tidak Tertolong dan Penjelasan Resmi Askot PSSI

Kendati penanganan darurat telah diberikan setiba di rumah sakit, takdir berkata lain. Tim medis menyatakan nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan. Kelelahan fisik parah diduga menjadi pemicu utama dropnya kondisi tubuh almarhum.

“Memang almarhum sedang main bola setelah mengoper bola terus berjalan sekitar 3-4 langkah, tidak ada sentuhan, karena agak jauh dengan lawan langsung terjatuh,” ujar Ketua DPD Askot PSSI Kota Tasikmalaya, H. Wahid, Senin (21/9/2026).

Baca Juga:  Imbas Tarian Erotis Viral, Resto Hotel di Tasikmalaya Ditutup Sementara

“Dari posisi dia pingsan itu lagi tidak pegang bola, tidak ada sentuhan apapun. Itu babak kedua baru lima menitan, sempat ditanya, diganti gak? Gaskeun kuat begitu ngobrolnya,” lanjut Wahid.

3. Akumulasi Kelelahan Akibat Aktivitas Larut Malam

Berdasarkan penelusuran dari pihak keluarga—termasuk adik kandung almarhum yang juga turun bertanding di lapangan—diketahui bahwa kondisi fisik korban memang sedang tidak bugar akibat kurang istirahat malam sebelumnya.

“Yang jelasnya kelelahan, karena malam itu, saya juga baru tahu dari keluarganya, sama adiknya, kan adiknya juga main, beda kondisi mungkin sama adiknya, adiknya kuat kan. Jadi malam itu habis pingpong (tenis meja), ngaliwet, begadang sampai setengah 2, jadi kelelahan,” terang Wahid.

Pihak panitia memastikan protokol penanganan medis darurat telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Di sisi lain, keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai garis tangan.

Baca Juga:  Kevin Diks OTW Naturalisasi, Persaingan Bek Tengah Timnas Kian Sengit

4. Kompetisi Resmi Disetop dan Diganti Laga Amal

Sebagai wujud empati serta penghormatan terakhir yang mendalam, Askot PSSI Kota Tasikmalaya beserta seluruh manajer tim peserta mengambil keputusan bulat untuk menyudahi seluruh sisa rangkaian turnamen kelompok umur tersebut, meskipun kompetisi baru mementaskan dua pertandingan.

Sebagai bentuk solidaritas nyata, panitia berencana merancang laga khusus pasca-masa berkabung untuk membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Jadi semua sepakat bahwa pertandingan ini tidak akan dilanjutkan. Tadi malam sudah rapat, nanti akan mengakhiri kompetisi dengan semacam charity, nanti ada pertandingan amal untuk santunan kepada korban. Mungkin setelah 7 harinya almarhum,” tutup Wahid.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Tasikmalaya PSSI Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bikin Geleng-Geleng Kepala! Tahlilan ‘Sultan Lamongan’ Bagi-bagi Kipas Angin ke Ratusan Jemaah

Ilustrasi video 18+

Fakta Kasus Video Asusila ‘A Day in My Life’ di Bogor: Dijual Rp150 Ribu hingga Positif HIV

Langkah Strategis bank bjb syariah: Terima Aset Senilai Rp25,9 Miliar dari Kejagung untuk Penguatan Neraca

Misteri WNA Belanda Tewas di Hotel Bandung, Ditemukan dalam Bathtub

Investor Dubai Lirik Wisata Bandung Barat, Ada Peluang Investasi Besar di Lembang

Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.