Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Wali Kota Buka Suara soal Polemik Harga Sewa dan Penyegelan Kios Pasar Ciroyom

Senin, 5 Oktober 2026 13:21 WIB

Duh! Rekor Indonesia vs Thailand di Final Bikin Cemas, Garuda Kini Bertekad Balas Dendam

Senin, 5 Oktober 2026 12:34 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, Begini Cara Cek Lewat HP

Senin, 5 Oktober 2026 12:06 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Wali Kota Buka Suara soal Polemik Harga Sewa dan Penyegelan Kios Pasar Ciroyom
  • Duh! Rekor Indonesia vs Thailand di Final Bikin Cemas, Garuda Kini Bertekad Balas Dendam
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 2026 Cair Oktober-Desember, Begini Cara Cek Lewat HP
  • Teja Paku Alam Dukung Penuh Timnas Indonesia, Singgung Beratnya Lawan Thailand
  • Diduga Sopir Mabuk, Honda City Terjun ke Parit di Bulevar Raya Summarecon Bandung
  • Traffic Light Mati, Dishub Pasang CCTV dan Bandung Targetkan Pulih 1–2 Minggu
  • Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang
  • 4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Duh! Rekor Indonesia vs Thailand di Final Bikin Cemas, Garuda Kini Bertekad Balas Dendam

By SusanaSenin, 5 Oktober 2026 12:34 WIB5 Mins Read
Timnas Indonesia. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Thailand dalam final FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (5/10/2026) malam WIB.

Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan bagi Skuad Garuda. Namun, Timnas Indonesia dibayangi catatan buruk setiap kali berhadapan dengan Thailand di partai puncak turnamen ASEAN.

Indonesia dan Thailand tercatat sudah empat kali bertemu di final Piala AFF/Piala Tiger. Hasilnya, Timnas Indonesia belum pernah menjadi juara saat menghadapi Thailand di partai puncak.

Bahkan, pada pertemuan terakhir di final Piala AFF 2020, Indonesia kalah dengan agregat 2-6.

Pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Nasional Singapura, Indonesia takluk 0-4. Skuad Garuda kemudian hanya mampu bermain imbang 2-2 pada leg kedua.

Rekor tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pasukan John Herdman pada final FIFA ASEAN Cup 2026.

Rekor Indonesia vs Thailand di Final

Berikut catatan empat pertemuan Indonesia dan Thailand di final Piala AFF/Piala Tiger:

  • Piala Tiger 2000: Thailand menang 4-1 atas Indonesia.
  • Piala AFF 2002: Indonesia bermain 2-2 melawan Thailand, sebelum kalah adu penalti 2-4.
  • Piala AFF 2016: Indonesia menang 2-1 pada leg pertama, tetapi kalah 0-2 pada leg kedua sehingga Thailand menjadi juara.
  • Piala AFF 2020: Indonesia kalah 0-4 pada leg pertama dan bermain imbang 2-2 pada leg kedua.
Baca Juga:  Debut dengan Skuad Garuda, Mees Hilgers Puji Shin Tae-yong

Artinya, empat kali bertemu Thailand di final, Indonesia selalu gagal mengangkat trofi.

Namun, John Herdman tidak ingin anak asuhnya terlalu larut dengan sejarah tersebut.

John Herdman Tak Pusingkan Rekor Buruk Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengakui Thailand memiliki pengalaman dan sejarah yang lebih baik ketika berhadapan dengan Indonesia.

Meski demikian, Herdman menilai final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Skuad Garuda untuk mengubah tren tersebut.

“Saya mempelajari sejarah pertandingan kedua tim. Saya pikir Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia. Jadi, saya yakin mereka akan percaya diri. Mereka memiliki sejarah mengalahkan Indonesia,” kata Herdman kepada media, Minggu (4/10).

Menurut Herdman, Indonesia harus mampu mengambil langkah penting untuk memutus dominasi Thailand.

“Bagi kami, ini merupakan langkah penting. Para pemain harus memastikan bahwa mereka mampu mengambil langkah untuk membalikkan tren tersebut. Kemudian jika melihat kualitasnya, Thailand sudah terbiasa bermain dalam kondisi seperti ini. Mereka memahami bagaimana bermain sepak bola di ASEAN,” ujarnya.

Pelatih asal Inggris itu juga melihat adanya sejumlah keunggulan yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini.

Skuad Garuda diperkuat pemain yang berkarier di sejumlah kompetisi Eropa. Kondisi tersebut dinilai Herdman menjadi modal penting untuk menghadapi Thailand.

“Seperti yang saya katakan, mereka adalah tim yang berpengalaman. Mereka memiliki jumlah penampilan internasional yang lebih banyak daripada kami. Di banyak posisi, kami memiliki pemain dengan postur yang lebih tinggi. Mereka memiliki rata-rata usia yang lebih tua, sedangkan kami lebih muda,” tutur Herdman.

Baca Juga:  Kastaneer Penasaran dengan Kinerja Kluivert di Timnas Indonesia

“Mereka juga lebih segar karena mampu melakukan rotasi pemain dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Secara kualitas individu, kami memiliki lebih banyak pemain yang bermain di liga-liga yang lebih tinggi, sehingga kami memiliki keunggulan secara kualitas,” ucapnya.

Chanathip Soroti Perubahan Timnas Indonesia

Di kubu Thailand, kapten Chanathip Songkrasin juga menyadari bahwa Timnas Indonesia saat ini bukanlah tim yang sama seperti ketika kedua negara bertemu di final sebelumnya.

Pemain yang mendapat julukan Messi Jay itu menyoroti banyaknya pemain keturunan yang memperkuat Skuad Garuda.

“Mungkin hampir tiga atau empat tahun lalu kami bertemu Indonesia di final (Piala AFF 2020). Tentu saja, jika ditanya apakah banyak perubahan, sekarang semua negara di ASEAN sudah berkembang sangat pesat,” kata Chanathip, Minggu (4/10).

“Mengenai komposisi itu sendiri, sekarang ada banyak pemain keturunan. Sekarang sepertinya Indonesia memiliki, bagaimana saya mengatakannya, cukup banyak pemain keturunan. Mereka juga bermain di liga dengan level yang tinggi,” ujarnya.

Timnas Indonesia saat ini memiliki sejumlah pemain yang berkompetisi di La Liga, Eredivisie, Bundesliga, Championship Inggris hingga Ligue 1.

Perubahan tersebut membuat Chanathip melihat kekuatan Skuad Garuda semakin meningkat dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Baca Juga:  Jersey Tandang Baru Timnas Indonesia Resmi Dirilis, Menyala Lee!

Chanathip sendiri sudah dua kali menghadapi Indonesia di final Piala AFF, yakni pada edisi 2016 dan 2020. Kini, pemain berusia 33 tahun itu kembali menghadapi Indonesia di partai puncak dengan komposisi skuad yang berbeda.

“Tentu saja mereka (pemain keturunan Indonesia) memiliki kekuatan fisik dan juga memiliki kemampuan serta keterampilan yang sangat baik,” ucap Chanathip.

Indonesia Punya Kesempatan Putus Rekor Thailand

Final FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk mengakhiri catatan buruk saat menghadapi Thailand di partai puncak.

Bermain di SUGBK dengan dukungan langsung suporter Indonesia, Skuad Garuda tentu berharap sejarah tidak kembali terulang.

Di sisi lain, Thailand datang dengan pengalaman panjang di kompetisi ASEAN dan modal rekor positif atas Indonesia. Chanathip bahkan mengaku antusias kembali bertemu Skuad Garuda setelah menunggu cukup lama.

“Saya merasa, uh, saya sangat senang bahwa besok akhirnya kami bisa bertemu dengan mereka. Setelah kami mungkin sudah menunggu selama beberapa waktu untuk bisa bertemu dengan mereka lagi,” tutur Chanathip.

Pertandingan Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi ujian penting bagi John Herdman dan anak asuhnya. Jika mampu menang, Garuda bukan hanya mengangkat trofi, tetapi juga memutus rekor buruk yang selama ini melekat setiap bertemu Thailand di final.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

FIFA ASEAN Cup 2026 final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand Timnas Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ole Romeny

4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand

Indonesia Tambah 3 Perak dan 1 Perunggu di Asian Games 2026, Total 39 Medali

Indonesia vs Thailand Berebut Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Final di SUGBK

Bukan Karena Lemah, Ini Alasan Strategis Kenapa Thailand Sengaja Lepas Kemenangan Lawan Filipina

Diabaikan Negara Sendiri? Viral Cerita Atlet Indonesia Peraih 60 Medali Hasil Dukungan Sponsor Luar Negeri

Bikin Geregetan! Sosok Aedan Scipio, Pesepakbola Berambut Nyaris 2 Meter yang Guncang Dunia

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.