bukamata.id – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Jawa Barat menggelar rapat koordinasi besar yang melibatkan seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC se-Jawa Barat, sebagai langkah awal konsolidasi menyongsong Pemilu 2029 yang digelar di Kantor Sekretariat Partai Hanura Jabar pada Selasa (5/8/2025). Acara ini dihadiri Wakil Ketua Umum DPP Hanura Bidang Perencanaan Kebijakan Strategis, Patrice Rio Capella, Ketua DPD Hanura Jawa Barat, Dian Rahadian, dan juga Sekjen DPP Hanura, Beni Ramdani.
Ketua DPD Hanura Jawa Barat, Dian Rahadian, menyampaikan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bagian dari upaya serius memperkuat kaderisasi dan struktur kepengurusan hingga ke akar rumput. Ia menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan sistem pemilu yang direncanakan berlaku pada 2029 dan 2031.
“Ini adalah titik awal bagi Hanura untuk kembali mengonsolidasikan pengurus dan anggotanya se-Jawa Barat. Kita ingin memperbaiki kegagalan pada Pemilu yang lalu dan mempersiapkan diri lebih baik ke depan,” ujar Dian.
Persiapan Musda, Muscab dan Evaluasi Kepengurusan
Dalam rakor tersebut, Hanura Jawa Barat juga membahas rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) yang akan digelar dalam waktu dekat. Dian mengisyaratkan kemungkinan adanya evaluasi hingga perombakan struktur kepengurusan di tingkat daerah dan cabang.
“Mungkin akan ada perbaikan atau penyegaran di DPC dan DPD. Kita pelajari secara seksama demi mempersiapkan partai menghadapi verifikasi faktual dan Pemilu mendatang,” jelasnya.
Bangun Kembali Semangat Juang Kader
Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang penguatan semangat di internal partai. Kehadiran Wakil Ketua Umum Bidang Perencanaan Kebijakan Strategis, Patrice Rio Capella memberikan suntikan motivasi kepada para kader, terutama setelah semangat sebagian kader melemah pasca hasil Pemilu 2024.
“Dengan konsolidasi ini, kami melihat semangat kader di Jawa Barat bangkit kembali. Ini modal penting untuk kembali meraih kejayaan Hanura,” kata Dian.
Jawa Barat: Medan Pertempuran yang Tidak Boleh Dianggap Remeh
Dian mengingatkan bahwa Jawa Barat adalah provinsi strategis dalam setiap kontestasi politik nasional. Dengan 35 juta pemilih dan 91 kursi DPRD provinsi yang diperebutkan, posisi Hanura di Jabar tidak bisa diserahkan pada strategi yang lemah atau kepemimpinan yang dipilih secara sembarangan.
“Jawa Barat ini adalah medan pertempuran semua partai. Kita harus hati-hati dan solid dalam menentukan kepemimpinan ke depan. Semua harus didasarkan pada musyawarah dan aspirasi kader, tetapi rekomendasi DPP tetap menjadi penentu akhir,” tegasnya.
Fokus Kaderisasi dan Penataan Struktur
Hanura Jabar juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi sebagai fondasi utama kebangkitan partai. Program kaderisasi akan segera dijalankan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Partai juga akan menyiapkan langkah-langkah strategis dalam perumusan program kerja untuk menghadapi Pemilu 2029 dan 2031.
“Kalau semangat itu masih ada, itu jadi modal utama. Yang penting sekarang adalah bagaimana kita menjaga semangat itu, memperbaiki struktur, dan fokus pada kaderisasi sejak dini,” pungkas Dian.
Dengan langkah konsolidatif yang tengah dijalankan, Hanura Jawa Barat menunjukkan keseriusan untuk kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan, sekaligus merebut kembali kejayaan yang sempat diraih di masa lalu.
Rekomendasi DPP Adalah Harga Mati
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Hanura, Patrice Rio Capella mengingatkan seluruh kader agar menjaga semangat perjuangan partai. Ia menyampaikan bahwa hasil Musyawarah Nasional membawa arah baru bagi Hanura, termasuk dalam hal penentuan kepemimpinan di daerah.
“Jadi kita biarkan dinamika ini berjalan dengan baik karena kita tidak ingin mematahkan, menyumbat kader yang ingin maju menjadi ketua. Kita buka seluas-luasnya,” ujar Rio.
Ia juga mengapresiasi semangat para kader Hanura Jawa Barat yang tetap solid dan antusias, meski sebelumnya sempat dilanda kelesuan akibat hasil pemilu lalu. Rio optimis, dengan konsolidasi menyeluruh dan semangat baru, Hanura dapat kembali merebut kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota.
Dengan semangat baru, kader yang siap bersaing, serta kepemimpinan yang terstruktur, Partai Hanura Jawa Barat menargetkan kebangkitan besar di Pemilu 2029. Konsolidasi ini menjadi bukti nyata bahwa Hanura tak ingin lagi sekadar menjadi penonton dalam kontestasi politik nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










