Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita

Minggu, 4 Oktober 2026 11:05 WIB

Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…

Minggu, 4 Oktober 2026 10:37 WIB

Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara, Saatnya Patahkan Mitos Raja Runner-Up!

Minggu, 4 Oktober 2026 10:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Densus 88 Geledah Rumah di Antapani Bandung, Buku hingga Flashdisk Disita
  • Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…
  • Dedi Kusnandar Doakan Timnas Indonesia Juara, Saatnya Patahkan Mitos Raja Runner-Up!
  • Indonesia vs Thailand Berebut Gelar FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Final di SUGBK
  • Harga Emas Antam Hari Ini 4 Oktober 2026 Naik atau Turun? Cek Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg
  • Wajib Coba! 5 Kuliner Legendaris Indramayu Ini Siap Manjakan Lidah dan Bikin Ketagihan
  • Jarang Diketahui Orang, 7 Tempat Wisata Indramayu Ini Siap Bikin Liburan Akhir Pekanmu Makin Berkesan
  • Awas Link Palsu! Begini Cara Resmi Cek Bantuan Subsidi Upah Rp900 Ribu Tanpa Perlu Daftar Mandiri
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Irfan Hakim Nyesel Gak Tinggi Usai Ketemu Gede Aiswarya: Orang Terganteng Nomor 3, Tapi…

By SusanaMinggu, 4 Oktober 2026 10:37 WIB6 Mins Read
Irfan Hakim dan Gede Aiswarya, wakil Indonesia yang meraih 2nd Runner Up Mister International 2026. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ada-ada saja komentar Irfan Hakim saat bertemu dengan I Gede Aiswarya Pandit Kartika, wakil Indonesia yang baru saja mencuri perhatian di ajang Mister International 2026.

Alih-alih hanya memberikan ucapan selamat, Irfan Hakim justru melontarkan candaan yang mengundang perhatian. Ia mengaku menyesal tidak memiliki tubuh setinggi Aiswarya.

Pernyataan tersebut disampaikan Irfan Hakim melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @irfanhakim75. Dalam video tersebut, Irfan terlihat bertemu langsung dengan Aiswarya yang sukses membawa Indonesia ke jajaran tiga besar Mister International 2026.

“Kalau punya ekspektasi itu jangan ketinggian, tapi kalau gini sih gue nyesel gak tinggi, orang terganteng di dunia nomor tiga, tapi buat orang-orang nomor satu,” ujar Irfan Hakim.

Candaan tersebut tentu saja merujuk pada pencapaian Aiswarya yang berhasil menempati posisi 2nd Runner-Up atau juara ketiga Mister International 2026.

Irfan pun memberikan apresiasi kepada pemuda asal Bali tersebut.

“Selamat dan sukses untuk I Gede Aiswarya Kartika atas pencapaiannya meraih 2nd Runner Up Mister International Asia 2026! 🏆✨

“Sebuah prestasi yang membanggakan dan tentunya menjadi perjalanan luar biasa untuk terus berkarya dan menginspirasi,” tulis Irfan Hakim dalam keterangannya.

Pertemuan keduanya kemudian mendapat respons dari warganet. Banyak yang ikut memberikan apresiasi kepada Aiswarya, sekaligus memuji sikap Irfan yang memberikan ruang untuk merayakan pencapaian wakil Indonesia tersebut.

“A Irfan baik ya wak, sampe dibuatin video untuk Ais. Hopefully makin sukses ya Ais,” tulis salah satu warganet.

“Ikuti dari awal emang auranya dia bener-bener aura sang juara. Luwes dan enggak demam panggung, bisa tetap tenang seolah bukan sedang berkompetisi,” komentar warganet lainnya.

“Patut jadi juara. Keren pokoknya I Gede,” tulis akun lainnya.

Di balik candaan Irfan Hakim soal tinggi badan dan ketampanan tersebut, sosok Aiswarya memang tengah menjadi sorotan setelah mencatatkan prestasi di panggung pageant internasional.

Gede Aiswarya Bawa Indonesia ke Tiga Besar Mister International 2026

Baca Juga:  Munggahan Sultan di Majalengka! Irfan Hakim dan Bos Koi Ramaikan Situ Cipanten

I Gede Aiswarya Pandit Kartika berhasil menempati posisi 2nd Runner-Up dalam grand final Mister International 2026 yang berlangsung di MCC Hall, The Mall Lifestore Bangkapi, Bangkok, Thailand, Sabtu (26/9/2026).

Prestasi tersebut membuat Aiswarya membawa Indonesia masuk dalam jajaran tiga besar kompetisi pria internasional tersebut.

Namun, pencapaian Aiswarya tidak berhenti di podium ketiga.

Ia juga berhasil meraih penghargaan Best National Costume melalui kostum bertema Barong Landung: The King Beyond Time.

Kostum tersebut mengangkat karakter Barong Landung yang merupakan bagian dari kekayaan budaya Bali.

Dengan pencapaian tersebut, Aiswarya setidaknya membawa pulang dua catatan penting dari ajang Mister International 2026, yakni posisi tiga besar dan penghargaan kostum nasional terbaik.

Tidak mengherankan jika setelah kompetisi berakhir, sosoknya semakin banyak diperbincangkan.

Namun, ada hal menarik lain dari Aiswarya yang mungkin belum banyak diketahui publik.

Bukan Sekadar Model, Aiswarya Ternyata Lulusan Teknik

Di atas panggung, Aiswarya memang dikenal sebagai sosok dengan penampilan khas seorang professional runway model.

Tetapi perjalanan pendidikannya justru berasal dari dunia yang cukup berbeda.

Pemuda kelahiran Bali, 22 September 2002, tersebut merupakan lulusan Teknik Otomasi Politeknik Negeri Bali.

Artinya, sebelum tampil dalam kompetisi pageant internasional, Aiswarya lebih dahulu bersentuhan dengan dunia teknik, teknologi, otomasi dan inovasi.

Prestasi akademiknya juga terbilang menonjol. Aiswarya tercatat menyelesaikan pendidikannya dengan IPK 3,81.

Latar belakang tersebut menjadi salah satu sisi menarik dari perjalanan Aiswarya. Sebab, dunia teknik dan pageant selama ini berada di dua ruang yang berbeda.

Namun, Aiswarya justru menjalani keduanya.

Pengalaman di bidang teknologi bahkan membawanya mengikuti kompetisi inovasi di tingkat internasional.

Ia pernah mewakili Indonesian Young Scientist Association dalam ajang Singapore World Invent 2023. Dalam kompetisi tersebut, Aiswarya meraih posisi juara ketiga atau medali perunggu.

Salah satu inovasi yang dibawanya berkaitan dengan sistem pemantauan kesehatan berbasis teknologi wearable.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa perjalanan Aiswarya tidak hanya dibangun dari dunia modeling dan penampilan.

Baca Juga:  Kisah Lengkap Matilda: Plot Twist Sapi Pekerja yang Ternyata Punya 'Jiwa' Manusia

Sebelum dikenal sebagai wakil Indonesia di Mister International, ia telah memiliki pengalaman di bidang akademik dan inovasi teknologi.

Membawa Konsep Tech with Humanity

Latar belakang teknik tersebut kemudian tidak ditinggalkan ketika Aiswarya memasuki dunia pageant.

Sebaliknya, ia mencoba menghubungkan pengalaman teknologi dengan kepedulian terhadap manusia melalui gagasan Tech with Humanity.

Konsep tersebut menempatkan teknologi sebagai sesuatu yang bukan sekadar berkembang secara teknis, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Gagasan itu menjadi bagian dari identitas Aiswarya ketika membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

Ia juga memiliki perhatian terhadap pengembangan talenta muda Indonesia.

Sebelum mengikuti Mister International 2026, Aiswarya menyampaikan keinginannya menggunakan platform yang dimiliki untuk membantu anak-anak muda Indonesia yang memiliki potensi tetapi belum mendapatkan ruang untuk menunjukkannya.

Gagasan tersebut sejalan dengan keterlibatannya dalam gerakan pengembangan talenta muda melalui Gokil Indonesia Next.

Pernah Jadi Duta Endek Denpasar

Selain teknologi, ada satu unsur lain yang juga kuat dalam perjalanan Aiswarya, yakni budaya Bali.

Aiswarya pernah dipercaya sebagai Duta Endek Denpasar 2025.

Peran tersebut membuatnya semakin dekat dengan kain endek, salah satu warisan tekstil tradisional Bali yang memiliki nilai budaya sekaligus potensi dalam dunia fesyen.

Pengalaman tersebut kemudian menjadi relevan ketika Aiswarya tampil sebagai wakil Indonesia di panggung internasional.

Ia membawa identitas budaya Bali melalui kostum nasional bertema Barong Landung: The King Beyond Time.

Penampilan tersebut akhirnya membuahkan penghargaan Best National Costume.

Dengan demikian, Aiswarya tidak hanya tampil membawa identitas sebagai model dan peserta pageant.

Ia juga membawa cerita tentang Bali dan kekayaan budayanya ke hadapan publik internasional.

Dari King of Andaman hingga Mister International

Perjalanan Aiswarya menuju Mister International 2026 juga tidak terjadi secara tiba-tiba.

Sebelum dipercaya menjadi wakil Indonesia, ia telah memiliki pengalaman di dunia modeling dan pageant.

Aiswarya pernah meraih posisi 1st Runner-Up King of Andaman.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses yang kemudian mengantarkannya ke kompetisi Mister International.

Baca Juga:  Tak Terbendung! Irfan Hakim Borong 14 Penghargaan di Bogor Koi Show 2026

Pada usia 23 tahun, Aiswarya akhirnya dipercaya mewakili Indonesia di ajang Mister International 2026.

Kompetisi tersebut diikuti 52 kontestan dari berbagai negara.

Perjalanan Aiswarya berlangsung hingga babak akhir. Ia kemudian bersaing dengan perwakilan Meksiko dan Spanyol untuk memperebutkan posisi teratas.

Andrés Briseño dari Meksiko keluar sebagai pemenang, sementara Ignacio Monclús Pradal dari Spanyol menempati posisi 1st Runner-Up.

Aiswarya kemudian mengamankan posisi 2nd Runner-Up.

Ada Apa di Balik Candaan Irfan Hakim?

Pertemuan Irfan Hakim dengan Aiswarya akhirnya menjadi menarik bukan hanya karena candaan soal tinggi badan.

Ucapan Irfan justru memperlihatkan bagaimana pencapaian Aiswarya menjadi perhatian setelah berhasil membawa Indonesia ke podium Mister International 2026.

“Orang terganteng di dunia nomor tiga, tapi buat orang-orang nomor satu,” kata Irfan.

Kalimat tersebut memang disampaikan dengan nada bercanda. Namun, di balik candaan itu terdapat apresiasi terhadap perjalanan Aiswarya yang berhasil menembus persaingan pageant internasional.

Aiswarya sendiri bukan sosok yang hanya mengandalkan penampilan.

Di belakang sosok yang kini dikenal sebagai model dan pageant contestant tersebut terdapat perjalanan pendidikan di bidang Teknik Otomasi, pengalaman kompetisi inovasi, kiprah sebagai Duta Endek Denpasar, hingga pengalaman di dunia modeling.

Semua pengalaman tersebut kemudian bertemu di panggung Mister International 2026.

Dari ruang kelas teknik, kompetisi inovasi teknologi, panggung budaya Bali, hingga akhirnya berdiri di podium tiga besar kompetisi internasional.

Itulah yang membuat kisah Aiswarya menjadi lebih dari sekadar cerita tentang seorang pria yang berhasil masuk tiga besar kontes ketampanan dunia.

Ia membawa teknologi, budaya dan gagasan tentang pengembangan anak muda dalam perjalanan yang sama.

Dan ketika Irfan Hakim bercanda mengaku “nyesel gak tinggi” setelah bertemu Aiswarya, perhatian publik pun kembali tertuju pada sosok pemuda Bali tersebut.

Bukan hanya karena tinggi badan dan penampilannya, tetapi juga karena perjalanan panjang yang mengantarkannya hingga menjadi 2nd Runner-Up Mister International 2026.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

2nd Runner Up Mister International 2026 Gede Aiswarya irfan hakim Mister International 2026 wakil Indonesia Mister International
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Antam Hari Ini 4 Oktober 2026 Naik atau Turun? Cek Lengkap dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Wajib Coba! 5 Kuliner Legendaris Indramayu Ini Siap Manjakan Lidah dan Bikin Ketagihan

Jarang Diketahui Orang, 7 Tempat Wisata Indramayu Ini Siap Bikin Liburan Akhir Pekanmu Makin Berkesan

Bansos

Awas Link Palsu! Begini Cara Resmi Cek Bantuan Subsidi Upah Rp900 Ribu Tanpa Perlu Daftar Mandiri

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Pemerintah Siapkan BSU 2026 Sebesar Rp900 Ribu, Cek Jadwal Pencairan dan Syarat Penerimanya

Tampil Bersama Raline Shah di Art Jakarta 2026, Ketua Kreator Jabar Soroti Pentingnya Seni Digital

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.