bukamata.id – Menjelang Ramadhan 2025, para peziarah mulai memadati Taman Pemakaman Umum (TPU) di Jakarta. Salah satunya TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara.
Di TPU Semper ini, terlihat beberapa area pemakaman yang terendam air, bahkan ada beberapa area pemakaman yang sudah menyerupai rawa. Bahkan, terlihat beberapa orang tua dan anak-anak yang sedang asyik memancing ikan di area makam yang tergenang itu.
Salah satu petugas makam di TPU Semper, Edi mengatakan bahwa kontur tanah yang cenderung rendah dan posisi makam yang dekat dengan sungai menyebabkan air cepat menggenang.
“Ini kan tanahnya rendah jadi air mudah sekali menggenang,” ucap Edi dikutip NU Online, Rabu (26/2/2025).
Maisaroh, salah satu peziarah di TPU Semper, menyaksikan makam keluarganya terendam air. Dia mengaku khawatir terhadap makam keluarganya yang terendam, bahkan jika suatu saat makam itu menghilang.
Sementara untuk menyelamatkan makam keluarganya, Maisaroh mengaku masih belum memiliki biaya.
“Ya ada kekhawatiran, cuman dari segi biaya kalua mau ditinggikan juga nggak ada biayanya. Anak-anaknya juga jauh, ya tinggal keponakan saja (kami) berdua. Biayanya antara Rp2juta sampai Rp3juta,” katanya.
Meski begitu, Maisaroh memaklumi karena adanya musim hujan sehingga menjadi penyebab makam keluarganya terendam.
“Musim hujan jadi kuburanya kerendem. Yang dimakamkan di sini itu bapak, suami, adik, dan bibi. Yang tenggelam ini makam bibi, punya bapak yang di sebelah sana juga tenggelam tapi nggak seperti ini,” sebutnya.
Lebih lanjut, Maisaroh mengungkapkan alasanya rutin ziarah. Menurutnya, ziarah adalah obat kangen kepada keluarga yang sudah meninggal.
“Ziarah itu obat kangen, karena kita juga merasa kangen. Kadang kita juga mimpiin minta ditengok dan minta didoain. Karena banyak kenangan ya semasa hidup,” ungkapnya.
Peziarah lainnya, Harjo memiliki pandangan berbeda dengan Maisaroh, karena ia tak merasa khawatir makam keluarganya itu terendam air, tenggelam, bahkan hilang. Sebab, ia sudah percaya kepada petugas yang bertanggung jawab.
“Saya percaya kepada pengurus. Jadi setiap blok itu ada petugasnya, mereka mengurus dan bertanggung jawab, tidak akan hilang,” ujarnya.
Harjo mengatakan bahwa ziarah menjelang Ramadhan sangat penting. Menurutnya, sebagai orang Islam wajib mendoakan orang yang sudah meninggal.
“Ya pentingnya ziarah sebelum bulan suci Ramadhan, kita sebagai kaum Muslimin, itu haditsnya jelas, insyallah doa kita sampai kepada almarhum yang di sana,” katanya.
Selain itu, Harjo merasakan kelegaan saat menjalankan ibadah puasa jika sudah berziarah terlebih dahulu.
“Sekarang kan menjelang Lebaran nih ya, jadi kita lebih afdhal mendoakan almarhum kemudian kita nanti berpuasa di bulan Ramadhan, jadi hati kita lega,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










