Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bobotoh Wajib Tahu! Inilah Potensi Hukuman Berat yang Menghantui Persib Usai Kericuhan di ACL 2

Rabu, 4 Maret 2026 21:53 WIB

Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Lengkap Malam Ganjil Berikut Ini

Rabu, 4 Maret 2026 21:47 WIB

Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA

Rabu, 4 Maret 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bobotoh Wajib Tahu! Inilah Potensi Hukuman Berat yang Menghantui Persib Usai Kericuhan di ACL 2
  • Malam Lailatul Qadar 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Lengkap Malam Ganjil Berikut Ini
  • Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA
  • Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat
  • Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya
  • Kapan Lailatul Qadar 2026? Catat Prediksi Tanggal dan Jadwal 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026
  • Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Persib

Jersey Bukan Sekadar Kain: Kisah, Cinta, dan Sejarah Persib

By Aga GustianaSabtu, 25 Oktober 2025 19:34 WIB3 Mins Read
Menjahit Sejarah, Merayakan Gairah.
Menjahit Sejarah, Merayakan Gairah. (Foto: bukamata.id/Fadil Fikri)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bagi sebagian orang, jersey mungkin hanyalah selembar kain. Namun bagi mereka yang tumbuh bersama klub kebanggaannya, jersey menyimpan kisah, kebanggaan, bahkan cinta yang tak tergantikan.

Suasana itu terasa hangat dalam acara bertajuk “Menjahit Sejarah, Merayakan Gairah” yang digelar oleh Kawanbola, Hanatama Studio, dan Bridge di Kozi Coffee, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Sabtu (25/10/2025).

Tiga tamu istimewa hadir membagikan pengalaman mereka: Fajar Ramadhan, desainer MILLS; Agung Mutakin, desainer jersey Persib Bandung; dan Nays Muntahar, kolektor jersey sepak bola.

Bagi Agung Mutakin, merancang jersey bukan sekadar memilih warna atau motif. Setiap garis dan potongan bahan menyimpan sejarah yang dijahit dengan hati.

“Persib itu tidak akan pernah besar tanpa bobotoh, staf, dan orang-orang di balik layar,” ujarnya.

Dalam proyek jersey terbaru Persib bekerja sama dengan brand asal Spanyol, Kelme, Agung menekankan bahwa sejarah dan fungsi menjadi fondasi utama desain.

Baca Juga:  Misi Amankan Takhta: Prediksi Duel Panas Persib Bandung vs Persita Tangerang di GBLA

“Awalnya ada rencana memasukkan elemen Maung, tapi akhirnya dihapus karena terlalu mirip klub di ibu kota. Akhirnya kami pilih desain yang lebih minimalis. Tapi justru, yang minimalis itu lebih mahal,” katanya.

Menurut Agung, jersey bukan hanya identitas klub, tapi juga penghormatan bagi mereka yang menjaga nama besar Persib di lapangan.

Sementara itu, Fajar Ramadhan membagikan kisah pertumbuhan industri jersey di Indonesia. Sepuluh tahun berkarya di dunia desain olahraga membuatnya menyaksikan perubahan besar.

Baca Juga:  Peringkat Terbaru Liga Negara Asia: Indonesia Naik Usai Persib Tekuk Selangor FC 2-0

“Kalau dulu desainer jersey bisa dihitung jari, sekarang sudah banyak banget. Bahkan sudah jadi profesi baru,” ujar Fajar.

Ia menekankan bahwa perkembangan ini bukan sekadar tren, melainkan pengakuan bahwa karya anak bangsa bisa sejajar dengan brand internasional.

“Cita-cita saya sederhana: desainer jersey di Indonesia bisa hidup layak dan dihargai,” tambahnya.

Fajar juga berkomitmen untuk tetap berkarya. “Saya pengin tetap konsisten. Bisa 11 tahun, 12 tahun, dan seterusnya,” ujarnya.

Di sisi lain, Nays Muntahar hadir sebagai penjaga memori. Bagi Nays, jersey adalah fragmen sejarah yang menyimpan nostalgia, bukan sekadar koleksi.

“Di rumah sudah ada galeri pribadi. Tapi saya lebih berharap Persib punya museum besar yang bisa dikunjungi banyak orang,” ujarnya.

Baca Juga:  Rekor Pertemuan dan Prediksi Susunan Pemain Bandung vs Persita Tangerang

Nays berencana membantu klub jika museum resmi Persib benar-benar terwujud.

“Saya sudah janji, kalau museumnya jadi, saya akan bantu isi dengan koleksi pribadi,” kata Nays.

Keterlibatannya dengan klub tidak berhenti di sana. Nays juga sering terlibat langsung dalam berbagai kegiatan Persib, termasuk tur trofi enam kota beberapa waktu lalu.

“Tim kolektor Persib juga ikut mengisi acara itu. Jadi kami memang selalu siap bantu kalau dibutuhkan,” ucapnya.

Bagi klub, jersey adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. Bagi desainer, jersey menjadi kanvas ekspresi. Sedangkan bagi kolektor, jersey adalah arsip budaya dan bukti cinta yang tak lekang oleh waktu.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bobotoh desain jersey jersey Persib Persib Bandung sejarah klub
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bobotoh Wajib Tahu! Inilah Potensi Hukuman Berat yang Menghantui Persib Usai Kericuhan di ACL 2

Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA

Persib Gagal Menang vs Persebaya, Marc Klok Ajak Pemain Move On

Persib Kirim Surat Protes ke I.League, Wasit Eko Saputra Tuai Kontroversi!

Persib vs Persebaya Panas! Umuh Muchtar Minta Wasit Asing di Pertandingan Besar

Sempat Dievakuasi! Sergio Castel Cedera Serius?

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral No Sensor Link Video Ukhti Mukena Pink, Apa Isinya?
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.