bukamata.id – Nama Jule atau Julia Prastini kembali bergema di ruang media sosial Indonesia. Setiap unggahan terbarunya seakan selalu mengundang percakapan panjang, tak hanya sekadar komentar ringan, tetapi juga analisis warganet yang menyoroti hidupnya seperti sebuah serial yang tak pernah tamat. Kali ini, ada babak baru yang menarik perhatian: keputusan Jule melepaskan hijab dan tampil dengan gaya berbeda dari citra yang selama ini melekat pada dirinya.
Bagi sebagian orang, perubahan penampilan mungkin bukan isu besar. Namun bagi sosok yang dikenal publik sebagai figur muslimah yang konsisten berhijab sejak awal kemunculannya, langkah itu terasa seperti sebuah pernyataan. Bukan hanya soal gaya pakaian, tetapi juga tentang identitas diri, perjalanan hidup, dan ekspektasi masyarakat yang menempel pada figur publik.
Sebuah Unggahan yang Mengundang Sorotan
Keputusan melepas hijab itu pertama kali terlihat melalui unggahan Jule di akun Instagram pribadinya. Dalam video pendek dan beberapa potret yang ia bagikan, Jule tampak menikmati waktu bersama ketiga anaknya. Tidak ada penjelasan panjang, juga tidak ada kalimat klarifikasi. Hanya rangkaian momen keluarga yang sederhana.
Namun sisi visualnya membuat unggahan itu berbeda. Rambut cokelat terang miliknya terurai, lehernya tidak lagi tertutup. Ia terlihat mengenakan tanktop hitam dipadukan jaket warna serupa—penampilan yang membuat publik seketika menyadari adanya perubahan besar.
Di salah satu rangkaian unggahan, ekspresi Jule tampak tenang. Ia tersenyum pada kamera, sesekali berbicara ringan kepada anak-anaknya. Sebuah suasana yang seolah memperlihatkan bahwa apa pun yang sedang terjadi di kehidupannya, ia sedang berusaha menjalani hari-hari dengan penuh kendali.
Reaksi Publik: Antara Keterkejutan dan Opini Berbeda
Namun ketenangan itu hanya ada di dalam ruang visual unggahan. Di luar, percakapan publik justru semakin riuh. Kolom komentar dan unggahan ulang akun-akun gosip menjadi arena diskusi. Ada yang terkejut karena melihat perubahan radikal, ada yang menyayangkan, tidak sedikit pula yang menyampaikan kritik pedas.
Beberapa komentar warganet yang viral kemudian mengisi linimasa media sosial:
“Kelihatan aslinya,” tulis salah satu pengguna.
“Mbak Jule dengan jiwa bebasnya akhirnya keluar,” komentar akun lain.
“Tebal banget urat malunya,” ujar salah seorang warganet dengan bahasa yang menunjukkan kekecewaan.
Reaksi tersebut memperlihatkan bahwa publik masih menyimpan ketertarikan luar biasa pada perjalanan hidup Jule. Bahkan keputusan personal seperti perubahan penampilan pun tetap menempatkan dirinya dalam sorotan yang sangat intens.
Jejak Kontroversi yang Tak Pernah Padam
Popularitas dan kontroversi seakan berjalan beriringan dalam kehidupan Jule. Sebelum pembahasan mengenai hijab mencuat, warganet sudah lama mengenal namanya melalui isu-isu lain yang melibatkan sejumlah figur publik. Ia pernah dituding menjadi orang ketiga dalam hubungan Yuka (Yusman Kusuma) dan Aya (Aliyah Balqis), hingga membuat namanya kerap menjadi bahan perdebatan.
Lebih jauh ke belakang, Jule juga pernah menghebohkan dunia maya setelah mengaku menjalin hubungan dengan Safrie Ramadhan, yang kala itu memicu konflik rumah tangganya bersama Na Daehoon—suaminya saat itu dan ayah dari ketiga anaknya. Pengakuan tersebut berujung pada perceraian dan membuat citra Jule semakin penuh warna di mata publik. Setiap langkah yang ia ambil seakan menyisakan jejak yang tak mudah dilupakan.
Kini, ketika penampilannya berubah, respons warganet kembali kembali membentuk narasi baru. Ada yang menilai keputusan itu sebagai tindakan kontroversial, ada pula yang menganggapnya sebagai bentuk ekspresi diri yang tidak perlu diperbesar. Namun apa pun komentarnya, perubahan Jule menjadi cermin bahwa kehidupan figur publik selalu berada di bawah kaca pembesar, bahkan pada urusan yang sifatnya personal.
Hijab, Identitas, dan Ekspektasi Publik
Fenomena Jule membuka percakapan yang lebih luas mengenai hubungan antara hijab, identitas, dan ruang publik. Bagi sebagian masyarakat, hijab bukan hanya selembar kain, tetapi simbol komitmen, keyakinan, dan kedekatan spiritual. Karena itu, ketika seseorang melepasnya, narasi emosional sering kali muncul, baik dari sisi yang mendukung maupun yang menolak.
Figur publik seperti Jule sering kali menjadi representasi tak langsung dari harapan masyarakat. Ketika mengenakan hijab, ia dianggap mencerminkan citra tertentu. Ketika melepas, sebagian publik merasa kehilangan sosok yang mereka kenal. Padahal dalam realitas, identitas seseorang selalu jauh lebih kompleks dibanding citra digital yang terlihat di layar.
Bagi sebagian orang—termasuk warganet yang berkomentar—perubahan Jule mungkin menjadi pengingat bahwa manusia memiliki perjalanan spiritual dan emosional masing-masing. Tidak semua hal dapat dinilai hanya melalui satu unggahan foto atau video berdurasi singkat.
Suara Jule Masih Belum Jelas
Meski menjadi bahan pembicaraan selama berhari-hari, hingga kini Jule belum memberikan pernyataan panjang mengenai alasannya melepas hijab. Tidak ada klarifikasi terbuka, konferensi pers, ataupun sesi tanya jawab. Ia memilih membiarkan unggahan itu berbicara sendiri, seolah ingin mengatakan bahwa penilaian publik bukan sesuatu yang bisa ia kendalikan sepenuhnya.
Sikap itu sekaligus membuat publik terus bertanya-tanya: apakah keputusan tersebut bersifat final? Apakah ada alasan emosional, spiritual, atau hanya perubahan gaya? Atau mungkin, bagi Jule, kehidupan pribadi tidak perlu selalu dijelaskan kepada dunia.
Figur Paling Dibicarakan di Media Sosial
Terlepas dari kontroversi yang menyelimuti, satu hal tak bisa dipungkiri: Jule adalah salah satu figur yang paling banyak dibicarakan di media sosial saat ini. Setiap perubahan yang terjadi padanya seakan mempertebal ketertarikan publik. Dalam dunia digital, konsistensi sering kali bukan tentang gaya atau pilihan personal, tetapi tentang bagaimana seseorang terus hadir dalam percakapan.
Keputusan melepas hijab menjadi bagian dari rangkaian perjalanan hidupnya yang penuh dinamika. Mulai dari kisah cinta, perceraian, hingga gaya personal, semuanya menjadikan Jule sosok yang sulit dilepaskan dari pantauan warganet.
Akhir Kata: Perjalanan Masih Berlanjut
Perubahan penampilan Jule membuka banyak percakapan, bukan hanya mengenai dirinya, tetapi juga tentang bagaimana publik melihat figur perempuan, identitas religius, dan batas antara ruang privat serta ruang digital. Kontroversi ini mungkin akan mereda seiring waktu, tetapi perjalanan Jule masih panjang.
Di tengah riuh perdebatan, satu hal tetap jelas: manusia terus berubah, dan publik akan selalu berusaha memahami, menilai, atau bahkan mempertanyakannya. Untuk Jule, unggahan yang memicu kehebohan itu mungkin hanyalah sebuah momen dalam hidupnya. Namun bagi warganet, itu adalah lembaran baru dari kisah yang belum berakhir.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











