bukamata.id – Nama Ulta Levenia Nababan sempat menjadi sorotan setelah menceritakan pengalaman ekstremnya saat meneliti kelompok teroris di berbagai negara. Kisah itu ia bagikan ketika hadir di podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier pada tahun 2023.
Deddy bahkan menyebut episodenya terasa berbeda. “Ini podcast yang sangat aneh karena banyak orang yang tidak tau bahwa Ulta ini adalah peneliti counter terorisme di Filipina Selatan dan Afghanistan dan sampai masuk ke grup mereka,” ujar Deddy.
Bersentuhan dengan Kelompok Berbahaya
Sebagai peneliti kontra-terorisme, Ulta memang harus berhadapan langsung dengan organisasi berbahaya, mulai dari Taliban hingga Abu Sayyaf. Ia menyadari penuh bahwa pekerjaan itu memiliki risiko tinggi, termasuk kemungkinan kehilangan nyawa.
Meski begitu, ia tetap tampil tenang. Perempuan yang dikenal berparas cantik ini menegaskan dirinya tidak pernah merasa takut. Menurut Ulta, hidup dan mati sudah diatur, sehingga ia tidak mau membuang energi memikirkan hal tersebut. Keyakinan inilah yang membuatnya berani masuk ke lingkaran kelompok teroris untuk keperluan riset.
Pernyataan tersebut membuat Deddy sempat terkejut. Baginya, Ulta tampak seolah sengaja mendekatkan diri pada sesuatu yang bisa mengancam keselamatannya.

Penelitian yang Dianggap Hobi
Yang mengejutkan, Ulta justru menganggap pekerjaan penuh risiko itu sebagai bagian dari kesenangannya. “Nah gua ngeliat masuk ke daerah-daerah konflik kayak begitu, itu hobi gua,” ungkapnya.
Meskipun sering berada di situasi genting, ia mengaku tidak pernah mendapat pelecehan atau ancaman serius selama melakukan penelitian. Namun, ada pengalaman unik yang sulit dilupakannya: ia pernah diajak menikah oleh seorang mujahidin Abu Sayyaf.
“Itu tantangan kalau yang di lapangan tuh kayak gitu sih tantangannya rata-rata. Di ajak nikah sama Mujahidin gitu lah istilahnya mereka,” cerita Ulta sambil tersenyum.
Menyaksikan Kekerasan Secara Langsung
Dalam pengakuannya, Ulta juga pernah berada di situasi mencekam ketika melihat seorang tentara dieksekusi. Meski korban sudah dalam keadaan tak bernyawa, pengalaman itu tetap meninggalkan kesan mendalam. “Saya pernah liat orang dieksekusi di depan mata, dia tentara, tapi saat itu dia sudah mati. Saya orangnya tidak suka lihat kekerasan,” pungkasnya.
Ulta Levenia tampil sebagai sosok peneliti muda yang berani menantang risiko. Kisahnya tidak hanya mengungkap sisi berbahaya dari dunia penelitian terorisme, tetapi juga memperlihatkan tekad kuat dan prinsip hidup yang jarang dimiliki orang seusianya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








