bukamata.id – Lebih dari seratus peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK hingga mahasiswa mengikuti Workshop Film Pendek bertema “Menjaga Warisan, Mencipta Masa Depan” di Rumah Marta, Jalan Martanegara, Bandung, Minggu (9/11/2025).
Kegiatan yang digagas oleh Komisi X DPR RI bersama Kementerian Kebudayaan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar membuat karya film pendek yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat nilai budaya dan kebaikan.
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melimpah mulai dari tradisi, pengetahuan lokal, hingga nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Namun, tantangannya kini terletak pada bagaimana warisan tersebut bisa dijaga dan dihidupkan di tengah arus digital yang serba cepat.
“Yang kita perlukan sekarang adalah bagaimana memastikan warisan ini tetap terjaga, sekaligus mampu mendesain masa depan yang lebih baik,” ujar Ledia.
Menurutnya, generasi muda perlu dilibatkan dalam pelestarian budaya dengan cara yang relevan dengan zamannya. Salah satunya melalui media film dan konten digital.
“Kita harus adu cepat dengan arus informasi. Tapi konten yang baik bukan hanya menarik, melainkan juga memiliki konteks dan nilai budaya. Ruang digital kita seharusnya dibanjiri oleh konten kebaikan,” tambahnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan bimbingan langsung dari seorang sutradara film yang berbagi pengalaman dalam mengolah cerita dan pesan budaya menjadi karya visual.
“Kami ingin anak-anak belajar membuat konten positif konten yang mengajak teman-temannya berbuat baik,” ujar Ledia.
Ia menilai, film adalah medium efektif untuk memperkenalkan budaya Indonesia.
“Selama ini budaya sering hanya jadi latar cerita. Padahal pelaku budayanya pun menarik untuk diangkat. Film bisa menjadi sarana mengenalkan budaya kita, dan itu yang ingin kita dorong,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ledia menuturkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan melahirkan komunitas-komunitas kecil pembuat konten budaya yang aktif dan berkelanjutan.
“Biasanya, setelah workshop seperti ini, kami bentuk kelompok kecil agar mereka terus bergerak, berkarya, dan mengasah kemampuan,” katanya.
Selain pelajar, sejumlah peserta dewasa juga turut ambil bagian. “Bahkan ada yang sudah tidak muda tapi masih semangat belajar membuat konten,” ujar Ledia tersenyum.
Karya-karya hasil workshop nantinya akan dinilai dan diberikan penghargaan bagi yang terbaik.
“Harapannya, kegiatan ini bisa berlanjut dan semakin meningkatkan pemahaman mereka dalam membuat karya yang positif dan bernilai budaya,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










