bukamata.id – Jagat maya belakangan ini digegerkan dengan pencarian link video “Teh Pucuk” yang viral di berbagai platform media sosial. Di tengah masifnya penyebaran potongan klip tersebut, muncul tudingan miring yang menyeret nama Anis Januar Putri, seorang mahasiswi dari Universitas Mataram (Unram).
Namun, setelah melalui penelusuran fakta dan pernyataan resmi, tuduhan tersebut terbukti merupakan salah sasaran atau hoaks yang merugikan nama baik.
Bantahan Tegas dari Pihak Kampus
Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unram bergerak cepat menanggapi isu yang mencoreng nama institusi dan mahasiswinya. Dalam keterangannya, pihak kampus memastikan bahwa sosok wanita dalam video asusila tersebut bukanlah mahasiswi mereka.
“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video itu bukan mahasiswa Unram. Video tersebut sudah ada sejak September 2025 dan kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” tegas perwakilan Satgas PPKS Unram, Senin (9/2/2026).
Perbedaan Fisik yang Menjadi Bukti Utama
Anis Januar Putri, yang menjadi korban fitnah digital ini, secara berani muncul ke publik untuk memulihkan reputasinya. Didampingi pihak Satgas, ia menunjukkan perbedaan mencolok antara dirinya dengan pemeran dalam video viral tersebut.
Beberapa poin perbedaan yang diungkapkan antara lain:
- Aksesori: Pemeran video mengenakan kacamata perak bening, sementara Anis mengenakan kacamata hitam.
- Kondisi Wajah: Wajah pemeran video tampak mulus tanpa noda, sedangkan Anis secara jujur menunjukkan adanya jerawat di wajahnya sebagai bukti nyata perbedaan identitas.
Jumadi, perwakilan pihak kampus, menambahkan bahwa, “Ciri sangat jauh seperti dalam video.” Sementara itu, Anis menyampaikan pembelaannya dengan penuh keyakinan.
“Saya Anis Januar Putri, saya berani bersumpah bahwa orang di dalam video itu bukan saya,” ungkap Anis.
Bahaya Tersembunyi di Balik Link ‘Full Durasi’
Selain isu pencemaran nama baik, fenomena ini juga dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Pakar keamanan digital memperingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang menjanjikan “Video Teh Pucuk Full 17 Menit”.
Tautan-tautan tersebut sering kali merupakan jebakan phishing atau penyebaran malware. Jika diklik, data pribadi Anda bisa dicuri, atau akun media sosial Anda dapat diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Pelajaran dari Viralitas Tanpa Fakta
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi netizen Indonesia tentang betapa berbahayanya spekulasi di era digital. Sebelum ada bukti valid atau pengumuman resmi dari kepolisian, menyebarkan identitas seseorang yang belum tentu terlibat dapat berujung pada jeratan UU ITE.
Hingga kini, identitas asli pemeran video tersebut masih misterius dan tidak ada bukti kuat yang mengarah pada kelompok mahasiswa tertentu. Publik diimbau untuk berhenti menyebarkan fitnah dan lebih waspada terhadap keamanan data pribadi saat berselancar di internet.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











