bukamata.id – Dunia maya kembali dihebohkan dengan pencarian masif terkait video berdurasi 19 detik yang menyeret nama brand minuman populer, Golda Coffee. Narasi yang beredar di platform media sosial seperti TikTok dan X (Twitter) ini memicu gelombang rasa penasaran warganet yang berburu tautan asli tanpa sensor.
Namun, di balik riuhnya perbincangan tersebut, terdapat fakta mengejutkan yang justru menunjukkan adanya potensi bahaya digital bagi para pemburu konten viral.
Benarkah Video Tersebut Eksis?
Berdasarkan penelusuran fakta di lapangan, hingga saat ini tidak ditemukan bukti otentik, rekaman terverifikasi, maupun tangkapan layar jelas yang memvalidasi keberadaan video sensitif tersebut. Narasi yang berkembang tampak sengaja diciptakan untuk memancing rasa penasaran publik.
Klaim mengenai video 19 detik ini diduga kuat hanyalah spekulasi liar yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Pencatutan nama merek besar seperti Golda sering kali menjadi taktik clickbait yang efektif karena popularitasnya di mata masyarakat.
Waspada Strategi ‘Clickbait’ dan Jebakan Iklan
Banyak pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum ini dengan menyebarkan tautan (link) palsu. Ketika diklik, pengguna sering kali tidak diarahkan ke video yang dicari, melainkan ke:
- Situs judi online atau konten dewasa yang tidak relevan.
- Laman iklan agresif yang sulit ditutup.
- Formulir palsu yang bertujuan mencuri data pribadi.
Risiko Keamanan: Ancaman Phishing dan Malware
Pakar keamanan siber memperingatkan bahwa mencari link video viral seperti ini sangat berisiko tinggi. Tautan yang tersebar di kolom komentar media sosial sering kali menjadi pintu masuk bagi malware atau praktik phishing.
Jika perangkat terinfeksi, data sensitif seperti kata sandi media sosial hingga informasi perbankan bisa dicuri. Oleh karena itu, mengklik sembarang tautan demi menuntaskan rasa penasaran adalah langkah yang sangat merugikan.
Kesimpulan: Cerdas Bermedia Sosial
Kasus “Video Botol Golda” ini menjadi pengingat penting bagi kita untuk tidak mudah menelan informasi yang belum jelas sumbernya. Hingga kini, isu tersebut murni merupakan rumor tanpa dasar yang dimanfaatkan untuk mendulang klik dan melakukan penipuan digital.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan mengutamakan keamanan data pribadi di atas segalanya. Jangan biarkan rasa penasaran membuat Anda terjebak dalam perangkap kejahatan siber.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











