bukamata.id – Aksi latihan penjaga gawang cilik Moh. Haikal yang viral di media sosial kini berbuah prestasi membanggakan. Bocah yang aktif membagikan aktivitas sepak bolanya melalui akun Instagram @abangpaess tersebut mengumumkan keberhasilannya meraih penghargaan Kiper Terbaik di Piala Mal Production Cup U-11 2026.
Pencapaian itu menjadi kabar menggembirakan bagi Haikal, yang dikenal memiliki cara latihan unik dengan memanfaatkan kasur di rumahnya. Sebelum namanya mencuri perhatian karena aksi menangkap dan menepis bola di atas tempat tidur, Haikal telah menunjukkan kecintaannya terhadap sepak bola, khususnya posisi penjaga gawang.
Kini, kerja kerasnya mendapatkan pengakuan di sebuah turnamen kelompok usia. Tak hanya membawa pulang penghargaan individu, Haikal juga ikut merasakan keberhasilan timnya, Merpati Junior Taende, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang keluar sebagai juara pertama.
Kabar tersebut dibagikan Haikal melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih bersama tim sekaligus menyampaikan target berikutnya untuk melangkah ke seri nasional di Bogor.
“Alhamdulillah Juara di Piala Mal Production Cup u11 2026 & Kiper Terbaik, GO To Seri Nasional Bogor,” tulis Haikal melalui akun @abangpaess.
Pengumuman itu pun mengundang perhatian warganet. Sejumlah pengguna Instagram memberikan ucapan selamat sekaligus menyampaikan doa agar Haikal terus berkembang dan mampu mewujudkan cita-citanya di dunia sepak bola.
Dari Latihan di Atas Kasur hingga Meraih Kiper Terbaik
Sebelum menerima penghargaan Kiper Terbaik, Haikal lebih dahulu dikenal melalui video latihan penjaga gawang yang tidak biasa. Ia memanfaatkan kasur di rumah sebagai tempat berlatih menangkap dan menepis bola.
Dalam rekaman yang beredar, Haikal terlihat menjatuhkan tubuh, melompat, dan berusaha menghalau bola yang datang ke arahnya. Gerakannya mengingatkan pada latihan dasar seorang penjaga gawang yang harus memiliki refleks, keberanian, serta kemampuan membaca arah bola.
Kasur yang biasanya digunakan untuk beristirahat berubah menjadi ruang latihan sederhana. Dari tempat itulah Haikal memperlihatkan kegigihannya mengasah kemampuan di posisi yang membutuhkan konsentrasi dan kesiapan fisik.
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian pencinta sepak bola di media sosial. Banyak warganet memberikan apresiasi karena Haikal menunjukkan semangat berlatih sejak usia dini.
Namun, kisah Haikal tidak berhenti pada video yang viral. Ia juga mengikuti pembinaan sepak bola melalui Witan Sulaeman Academy. Pengalaman berlatih di akademi menjadi bagian dari prosesnya dalam mempelajari teknik dasar dan mengembangkan kemampuan sebagai penjaga gawang.
Perjalanan dari latihan mandiri di rumah hingga tampil dalam turnamen kelompok usia memperlihatkan bahwa proses pengembangan pemain muda membutuhkan ketekunan dan kesempatan untuk menguji kemampuan di lapangan.
Penghargaan Kiper Terbaik yang diraihnya di Piala Mal Production Cup U-11 2026 menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan tersebut.
Merpati Junior Taende Juara Piala Mal Production Cup U-11 2026
Prestasi Haikal semakin lengkap setelah Merpati Junior Taende berhasil menjuarai Piala Mal Production Cup U-11 2026, turnamen kategori grassroots untuk wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam kompetisi tersebut, Merpati Junior Taende menghadapi Akademi Persipal Junior (APJ) pada pertandingan penentuan gelar juara. Persaingan kedua tim berlangsung ketat hingga harus diselesaikan melalui adu penalti.
Merpati Junior Taende akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah melewati babak tos-tosan yang menegangkan. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian tim yang melengkapi penghargaan individu bagi Haikal.
Gelar Kiper Terbaik menunjukkan bahwa penampilan Haikal mendapat apresiasi dalam turnamen tersebut. Meski demikian, perjalanan sebagai penjaga gawang muda masih panjang dan membutuhkan pembinaan berkelanjutan, pengalaman bertanding, serta latihan yang konsisten.
Bagi Haikal, keberhasilan ini juga menjadi bekal untuk menatap kompetisi berikutnya. Dalam unggahannya, ia menyebut kesempatan menuju seri nasional di Bogor sebagai target yang ingin dicapai bersama timnya.
Warganet Doakan Haikal Jadi Kiper Timnas Indonesia
Kabar keberhasilan Haikal meraih penghargaan Kiper Terbaik mendapat sambutan positif dari warganet. Kolom komentar akun Instagram @abangpaess dipenuhi ucapan selamat dan doa agar prestasinya terus berkembang.
Salah satu pengguna Instagram, dengan nama akun yang disamarkan, menuliskan, “Kereeeeeennnnn🔥🔥🔥, semoga mimpimu terwujud ya kawan.”
Warganet lainnya turut memberikan dukungan dengan menuliskan, “Kiper timnas yang akan datang semngat terus dekku.”
Sementara itu, pengguna lain menyampaikan ucapan selamat, “Congratulatonss Bang Paes🙌.”
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan antusiasme warganet terhadap perjalanan Haikal. Bagi sebagian pencinta sepak bola, melihat anak-anak berlatih dengan penuh semangat dan mulai memperoleh prestasi menjadi cerita yang menggembirakan.
Haikal sendiri diketahui mengidolakan Maarten Paes, penjaga gawang Timnas Indonesia. Sosok Paes menjadi salah satu inspirasi dalam perjalanannya mengembangkan kemampuan di bawah mistar gawang.
Keinginan menjadi penjaga gawang profesional tentu membutuhkan proses panjang. Selain teknik menangkap dan menepis bola, seorang kiper juga perlu mengembangkan refleks, koordinasi tubuh, komunikasi dengan pemain bertahan, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi pertandingan.
Karena itu, penghargaan di tingkat kelompok usia dapat menjadi motivasi bagi Haikal untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuannya.
Mimpi Besar Haikal dan Perjalanan Panjang Menuju Sepak Bola Profesional
Kisah Moh. Haikal memperlihatkan sisi menarik dari pembinaan pemain sepak bola usia dini. Sebelum dikenal karena prestasinya, ia lebih dahulu menarik perhatian melalui kreativitas latihan di rumah.
Kini, setelah meraih gelar Kiper Terbaik di Piala Mal Production Cup U-11 2026 bersama keberhasilan Merpati Junior Taende menjadi juara, Haikal memiliki pencapaian baru untuk melanjutkan perjalanannya.
Target menuju seri nasional di Bogor menjadi tantangan berikutnya. Kesempatan tersebut dapat menjadi pengalaman penting untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dari wilayah lain sekaligus menambah jam terbang pertandingan.
Dukungan keluarga, pelatih, akademi, dan lingkungan sekitar juga berperan dalam membantu perkembangan pemain seusianya. Latihan yang terarah dan sesuai usia diperlukan agar kemampuan terus meningkat tanpa mengabaikan keselamatan serta kebutuhan tumbuh kembang anak.
Bagi Haikal, perjalanan menjadi penjaga gawang profesional belum selesai. Penghargaan Kiper Terbaik bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan salah satu langkah yang bisa menjadi penyemangat untuk terus berlatih.
Dari video latihan di atas kasur hingga berdiri di bawah mistar dalam turnamen, Haikal menunjukkan bagaimana kecintaan terhadap sepak bola dapat tumbuh melalui kebiasaan berlatih dan kesempatan bertanding.
Kini, warganet turut menantikan langkah berikutnya dari kiper cilik tersebut. Mimpi mengenakan seragam Timnas Indonesia masih membutuhkan perjalanan panjang, tetapi prestasi yang diraihnya di usia dini menjadi pengalaman berharga untuk terus mengejar cita-cita tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









