bukamata.id – Tasikmalaya punya segudang alasan untuk dikunjungi, dan salah satunya ada di piring. Kota di Priangan Timur ini dikenal kaya akan kuliner khas Sunda dengan cita rasa yang masih otentik, banyak di antaranya bisa ditemukan di pinggir jalan dengan harga bersahabat.
Dari surabi yang dimasak di atas tungku arang, nasi berbumbu oncom yang jadi identitas warga setempat, hingga rujak beraroma bunga honje, berikut tiga kuliner Tasikmalaya yang sayang untuk dilewatkan.
1. Surabi Ceu Mamah, Legenda Tungku Arang
Perjalanan kuliner di Tasikmalaya bisa dimulai dari Surabi Ceu Mamah, salah satu penjual surabi legendaris di kota ini. Lokasinya berada di Jalan Subanaraga Nomor 4, Purbaratu, Tasikmalaya.
Yang membuatnya istimewa adalah cara memasaknya yang masih tradisional. Adonan dibuat sendiri, lalu dimasak satu per satu di atas tungku arang menggunakan kuali tanah. Proses inilah yang menghasilkan aroma khas yang sulit ditemukan di surabi modern.
Ada tiga varian yang ditawarkan, yakni original, telur, dan oncom. Cara menikmatinya pun unik: surabi dicocol ke dalam bumbu oncom agar rasanya makin gurih.
Harganya sangat terjangkau, mulai Rp2.000 hingga Rp6.000 per buah.
2. Nasi Tutug Oncom, Identitas Kuliner Tasikmalaya
Bicara kuliner Tasikmalaya, rasanya tak lengkap tanpa nasi tutug oncom. Sajian ini sudah menjadi identitas kuliner warga setempat dan mudah dijumpai, mulai dari rumah makan hingga lapak kaki lima.
Dalam bahasa Sunda, “tutug” berarti ditumbuk atau diaduk. Sesuai namanya, nasi hangat dicampur dengan oncom yang sudah disangrai, lalu diaduk hingga merata. Bumbu rempah seperti kencur dan bawang menambah aroma harum sekaligus rasa gurih yang khas.
Nasi tutug oncom biasanya disajikan bersama telur, leunca, sambal bajak, sambal goang, dan irisan timun. Satu porsi lengkapnya bisa dinikmati hanya dengan Rp10.000.
3. Rujak Honje Ibu Icar, Segarnya Bunga Kecombrang
Untuk penutup, cobalah rujak honje. Salah satu yang bisa dikunjungi adalah Rujak Honje Ibu Icar di Tawangsari, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya.
Honje atau kecombrang adalah bunga beraroma harum yang menjadi ciri khas rujak ini. Bumbunya merupakan perpaduan cabai, cabai rawit, gula merah, kacang, asam, dan honje, menghasilkan rasa pedas, manis, dan asam yang menyegarkan.
Sambal itu disiramkan ke potongan buah segar seperti mangga, bengkuang, nanas, kedondong, pepaya, jambu air, dan mentimun. Satu porsinya dibanderol Rp40.000, cocok untuk dinikmati beramai-ramai di siang hari.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











