Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Rutin Setiap Ramadan, Geo Dipa Berbagi Sasar 4.416 Kepala Keluarga di Pasirjambu, Rancabali, dan Ciwidey

Selasa, 17 Maret 2026 11:18 WIB

Heboh! Ustaz Solmed Ngaku Kenal Ustaz SAM yang Viral, Begini Faktanya

Selasa, 17 Maret 2026 11:00 WIB
Viral video ukhti mukena pink.

Viral di TikTok dan X, Ternyata Ini Alasan Video Mukena Pink Bikin Penasaran Publik

Selasa, 17 Maret 2026 10:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Rutin Setiap Ramadan, Geo Dipa Berbagi Sasar 4.416 Kepala Keluarga di Pasirjambu, Rancabali, dan Ciwidey
  • Heboh! Ustaz Solmed Ngaku Kenal Ustaz SAM yang Viral, Begini Faktanya
  • Viral di TikTok dan X, Ternyata Ini Alasan Video Mukena Pink Bikin Penasaran Publik
  • Link Live CCTV Tol Lebaran 2026: Cara Praktis Pantau Macet Jalur Mudik Secara Real-Time via HP
  • Usai Cetak Gol, Adam Alis Minta Maaf, Ada Apa?
  • Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Napak Tilas Bung Karno Muda di Cimahi, Rumah Klasik ala Belanda Berusia Lebih dari 1 Abad

By Putra JuangJumat, 29 September 2023 14:00 WIB4 Mins Read
Rumah Mbah Wongso. (Foto: cimahikota.go.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemandangan rumah dengan arsitektur neo klasik ala Belanda terdapat di Jalan Baros, Kota Cimahi. Rumah itu milik saudagar dan teman Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno bernama Wongso Abuchaer.

Rumah megah bergaya Barat itu masih berdiri kokoh meskipun usianya sudah lebih dari satu abad. Kini, dihuni cucu Mbah Wongso, Dewi Indraprasti (71 tahun) bersama suaminya Tiswara (78 tahun).

Mereka sudah puluhan tahun menjaga peninggalan saudagar kaya zaman Belanda itu. Di bagian depan rumah, gaya rumah dinas tentara KNIL ala Belanda sudah terlihat jelas dengan halaman yang luas.

Sedangkan di bagian dalam terdapat beranda dan kamar tidur di sampingnya. Di ruang tengah tempat keluarga berkumpul ada tiga kamar tidur.

Uniknya, langit-langit tiap ruangan berbeda-beda. Ada yang memakai pelat eser (seng tebal), ada juga yang murni pakai papan kayu jati.

Sementara di bagian belakang terdapat, kamar untuk pembantu, dapur, dan kamar mandi. Bangunan itu dihubungkan dengan bangunan utama melalui koridor.

Komposisi ruangan seperti ini tak beda dengan rumah-rumah dinas tentara di Garnizun. Di samping sebelah kanan bangunan utama, ada paviliun.

Sementara di belakang masih menyisakan lahan untuk kebun. Kondisi itu masih dipertahankan hingga kini.

Baca Juga:  Antisipasi Kerawanan di IKN Nusantara, Lanal Balikpapan Bakal Dipimpin Pati Bintang Dua

Hanya saja, keberadaan sebuah pendopo di depan rumah atau halaman depan yang dulunya dipakai untuk menggelar wayang kulit setiap muludan atau momen lain sudah dirobohkan.

Rumah megah itu dibangun Mbah Wongso sekitar tahun 1918 dan diperkirakan selesai tahun 1921 di atas lahan sekitar 2.190 meter persegi. Dia membangun rumah dari hasil keringatnya dari berjualan dan memilih Baros yang ketika itu masih yang ketika itu masih berupa daerah persawahan dan kebun kelapa yang sepi.

“Bangun rumah di sini sekitar tahun 1918 dan selesai itu tahun 1921 pas mertua saya (S Kartono Abuchaer) lahir,” ucap Dewi, dikutip Jumat (29/9/2023).

Pria asal Yogyakarta itu datang ke Cimahi sekitar tahun 1980-an. Ia berjualan bakul, sandal kayu Jawa hingga klompen alias bakiak di Pasar Antri yang ketika itu bangunannya belum permanen. Dia tinggal di daerah Gang Rangsom, Cimahi saat itu.

Kemudian, Wongso menambah barang jualannya dengan batik yang dibawa dari Yogyakarta, hingga menjadikannya saudagar sugih. Usahanya terus berkembang hingga bisa menyuplai bahan-bahan makanan seperti beras, tepung, gula ke tangsi-tangsi tentara.

Lalu, lahan yang sudah dibelinya di seberang rumah di Baros dijadikan Mbah Wongso pasar yang masih berdiri hingga kini.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Masyarakat, Pj Bupati Sumedang Luncurkan Pasang Sangkur

“Usahanya maju di sini kemudian keluarga bahkan sodara dibawa ke sini. Beliau termasuk yang mendirikan Pasar Antri,” kata Dewi.

Kehidupan Mbah Wongso tidak hanya soal berdagang, dia juga ternyata dalam kegiatan Sarekat Islam yang didirikan HOS Tjokroaminoto yang sering datang ke Cimahi dan menginap di rumah Mbah Wongso yang berada di Jalan Bapa Ampi.

Aktivitas itulah yang membuat Mbah Wongso mengenal Bung Karno yang saat itu belum menjadi Presiden Indonesia. Bahkan, Bung Karno disebut pernah bertandang ke rumah Mbah Wongso yang berada di Baros.

Rumah bersejarah itu kemudian didatangi Rahmawati Soekarnoputri, putri Bung Karno yang sedang menelusuri jejak perjuangan ayahnya itu. Keluarga Mbah Wongso diajak untuk ikut napak tilas Soekarno ke Banceuy dan sebagainya.

“Bung Karno pernah ke sini, salat di sini, ngobrol biasa. Kapannya saya kurang tau, tapi sebelum jadi presiden. Kemudian Rahmawati ke sini, napak tilas datang ke sini. Kita diajak ke Banceuy,” ucapnya.

Setelah berdiri 100 tahun lebih, rumah yang sudah dihuni Dewi bersama keluarga besar berencana akan menjual rumah bersejarah itu.

Baca Juga:  Toko Roti Legendaris di Bandung Sabet Penghargaan Anugerah Budaya 2023, Keren!

“Berat sebetulnya, tapi ya gimana enggak ada yang mau nerusin ngurus rumah. Saya sama istri kan sudah sepuh. Hasil rembukan keluarga mau dijual,” ujarnya.

Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok mengatakan, nama Mbah Wongso pantas untuk mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Seperti disematkan sebagai nama jalan di Kota Cimahi.

“Saya kira pantas beliau untuk diabadikan sebagai nama jalan, seperti pejuang lainnya dari Cimahi,” kata Machmud.

Dia mengatakan, rumah Mbah Wongso yang pernah disinggahi Bung Karno itu sempat jadi sasaran penjarahan ketika Belanda berhasil menguasai kembali Cimahi sebagai garnisun tahu 1948.

Ketika itu Divisi Siliwangi harus hijrah, Mbah Wongso pun termasuk warga biasa yang ikut hijra ke daerah asalnya di Yogyakarta. Bak sebuah firasat, saudagar kaya itu meninggal dunia di tanah kelahirannya.

“Mbah Wongso meninggal di Jogja diiperkirakan dalam usia 68 tahun,” ujar Machmud.

Kehidupan keluarga Mbah Wongso tetap berjalan walau sang Mbah sudah tiada. Tanah dan harta kekayaan pun sudah dibagikan kepada sembilan anaknya

Ada yang memperoleh rumah di Jalan Lurah, Gang Rangsom, Gatsu, Kebon sari. Sementara S Kartono Abuchaer, anaknya, memperoleh warisan tanah dan rumah di Baros.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bung Karno Featured Kota Cimahi Presiden Soekarno Rumah Mbah Wongso Wongso Abuchaer
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video ukhti mukena pink.

Viral di TikTok dan X, Ternyata Ini Alasan Video Mukena Pink Bikin Penasaran Publik

Link Live CCTV Tol Lebaran 2026: Cara Praktis Pantau Macet Jalur Mudik Secara Real-Time via HP

Inspirasi Ucapan Selamat Idul Fitri 2026 yang Tidak Pasaran, Cocok untuk Status WA dan IG!

Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?

Video Viral Ukhti Mukena Pink

Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor

Video Viral Ukhti Mukena Pink

Link Video Ukhti Mukena Pink Jadi Buruan di X dan TikTok, Ternyata Ini Fakta di Balik Kotak Putih yang Viral!

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.