Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Kamis, 1 Oktober 2026 18:40 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

Kamis, 1 Oktober 2026 18:15 WIB

Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya

Kamis, 1 Oktober 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya
  • Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya
  • Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas, Sejarah Baru Panahan Indonesia di Asian Games
  • PP Jabar Gelar Diskusi Publik Bahas Penegakan Hukum, Keadilan dan Kepercayaan Publik
  • Forum PKL Juara Dukung Penertiban Hasanuddin-Surya Kencana, Minta Solusi bagi Pedagang
  • 40 Bangli dan Lapak PKL di Hasanuddin-Surya Kencana Ditertibkan
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas, Sejarah Baru Panahan Indonesia di Asian Games

By SusanaKamis, 1 Oktober 2026 17:49 WIB3 Mins Read
Nurisa Dian Ashrifah meraih emas nomor compound Asian Games 2026. Foto: Kemenpora.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nurisa Dian Ashrifah mencatatkan sejarah bagi panahan Indonesia setelah meraih medali emas nomor compound pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Prestasi tersebut menjadi capaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games.

Keberhasilan Nurisa Dian Ashrifah, yang akrab disapa Hani, juga dinilai menjadi momentum penting bagi perkembangan panahan Indonesia. Terlebih, nomor compound akan dipertandingkan pada Olimpiade mendatang.

Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Abdul Razak mengatakan, medali emas tersebut memiliki arti penting bagi federasi.

“Itu sangat berarti bagi federasi, karena divisi compound pada Olimpiade yang akan datang sudah dilombakan,” kata Abdul Razak di Nagoya, Jepang, Kamis.

Emas di Luar Target Panahan Indonesia

Baca Juga:  Putri KW Menang Dramatis 3 Gim, Indonesia Tinggal Selangkah Lagi ke Semifinal Asian Games 2026

Abdul Razak mengungkapkan, medali emas yang diraih Hani sebenarnya berada di luar target awal Perpani untuk Asian Games 2026.

Sebelum keberangkatan tim, federasi hanya memasang target dua medali perunggu. Target tersebut ditetapkan karena persiapan tim Indonesia dinilai belum sepenuhnya optimal.

“Itu memang di luar target. Waktu kami diminta target medali oleh Menpora melalui NOC, kami hanya menargetkan dua perunggu. Kami belum pernah ditargetkan medali, apalagi emas,” ujar Abdul Razak.

Meski persiapan belum maksimal, Hani tetap menjadi salah satu atlet yang diproyeksikan untuk meraih medali. Ia sebelumnya telah menunjukkan performa dengan merebut medali emas pada SEA Games 2025.

Abdul Razak menilai performa Hani masih terjaga sehingga federasi tetap melihat peluang besar dari atlet tersebut pada Asian Games 2026.

Baca Juga:  Cuma 2 Tahun Main Teqball, Sumaya Langsung Tembus Final Asian Games 2026

Persiapan Tim Belum Maksimal

Perpani mengakui persiapan tim panahan Indonesia tahun ini menghadapi sejumlah kendala. Pelatnas masih menerapkan sistem desentralisasi dan pemanggilan atlet sehingga komposisi tim belum sepenuhnya ideal.

Selain itu, kesempatan menjalani pertandingan uji coba atau try out juga terbatas. Tim Indonesia hanya mengikuti sejumlah agenda persiapan, salah satunya di Singapura.

“Pelatnas kami tahun ini agak compang-camping. Masih ada desentralisasi, ada pemanggilan lagi, jadi persiapan tim belum maksimal. Kami juga tidak banyak melakukan try out, kecuali di Singapura,” tutur Abdul Razak.

Kondisi tersebut tidak menghilangkan keyakinan federasi terhadap peluang Hani. Sejak awal, Perpani tetap melihat potensi atlet tersebut untuk memberikan kontribusi medali bagi Indonesia.

Hadapi India Sebelum Bidik Emas

Baca Juga:  Bocah Ajaib dari Papua! Kenalin Mikhayla, Wonderkid Skateboard Indonesia Jadi Atlet Termuda di Asian Games 2026

Dalam perjalanannya menuju medali emas Asian Games 2026, Hani harus menghadapi persaingan ketat dari sejumlah negara kuat di cabang panahan, termasuk India.

Menurut Abdul Razak, India menjadi salah satu lawan terberat yang harus dilewati Indonesia. Setelah mampu mengatasi persaingan tersebut, federasi semakin yakin peluang meraih emas terbuka.

“Yang paling berat adalah dengan India. Setelah kami melewati India, kami sudah berani menargetkan medali emas,” kata Abdul Razak.

Medali emas Nurisa Dian Ashrifah sekaligus menjadi bukti bahwa panahan Indonesia mampu bersaing di level Asia meski menjalani persiapan yang belum sepenuhnya ideal.

Capaian tersebut juga menjadi modal penting bagi Perpani untuk mempersiapkan atlet nomor compound menghadapi persaingan internasional, termasuk menuju Olimpiade mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Asian Games 2026 emas Asian Games 2026 medali emas panahan Nurisa Dian Ashrifah panahan Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Menakar Peluang Garuda: Rekor Pertemuan dan Misi Wajib Menang Timnas Indonesia Kontra Bangladesh

Indonesia vs Bangladesh Malam Ini! Simak Jadwal Timnas di FIFA ASEAN Cup 2026

Gelarnya Nyaris Lengkap! Desak Made Kembali Harumkan Nama Indonesia Usai Sumbang Emas ke-4 di Asian Games 2026

Rekor Asia Pecah! Desak Made Persembahkan Emas Ke-4 Indonesia di Asian Games 2026

Sisihkan Ratusan Pemain! Kisah Inspiratif Anak Bandung yang Sukses Pikat Pemandu Bakat Barcelona

Garuda di Ujung Taduk! Menang Atas Bangladesh Belum Cukup, Ini Skenario Lolos Final

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.