bukamata.id – Nurisa Dian Ashrifah mencatatkan sejarah bagi panahan Indonesia setelah meraih medali emas nomor compound pada Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Prestasi tersebut menjadi capaian tertinggi tim panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Keberhasilan Nurisa Dian Ashrifah, yang akrab disapa Hani, juga dinilai menjadi momentum penting bagi perkembangan panahan Indonesia. Terlebih, nomor compound akan dipertandingkan pada Olimpiade mendatang.
Wakil Ketua Umum II Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Abdul Razak mengatakan, medali emas tersebut memiliki arti penting bagi federasi.
“Itu sangat berarti bagi federasi, karena divisi compound pada Olimpiade yang akan datang sudah dilombakan,” kata Abdul Razak di Nagoya, Jepang, Kamis.
Emas di Luar Target Panahan Indonesia
Abdul Razak mengungkapkan, medali emas yang diraih Hani sebenarnya berada di luar target awal Perpani untuk Asian Games 2026.
Sebelum keberangkatan tim, federasi hanya memasang target dua medali perunggu. Target tersebut ditetapkan karena persiapan tim Indonesia dinilai belum sepenuhnya optimal.
“Itu memang di luar target. Waktu kami diminta target medali oleh Menpora melalui NOC, kami hanya menargetkan dua perunggu. Kami belum pernah ditargetkan medali, apalagi emas,” ujar Abdul Razak.
Meski persiapan belum maksimal, Hani tetap menjadi salah satu atlet yang diproyeksikan untuk meraih medali. Ia sebelumnya telah menunjukkan performa dengan merebut medali emas pada SEA Games 2025.
Abdul Razak menilai performa Hani masih terjaga sehingga federasi tetap melihat peluang besar dari atlet tersebut pada Asian Games 2026.
Persiapan Tim Belum Maksimal
Perpani mengakui persiapan tim panahan Indonesia tahun ini menghadapi sejumlah kendala. Pelatnas masih menerapkan sistem desentralisasi dan pemanggilan atlet sehingga komposisi tim belum sepenuhnya ideal.
Selain itu, kesempatan menjalani pertandingan uji coba atau try out juga terbatas. Tim Indonesia hanya mengikuti sejumlah agenda persiapan, salah satunya di Singapura.
“Pelatnas kami tahun ini agak compang-camping. Masih ada desentralisasi, ada pemanggilan lagi, jadi persiapan tim belum maksimal. Kami juga tidak banyak melakukan try out, kecuali di Singapura,” tutur Abdul Razak.
Kondisi tersebut tidak menghilangkan keyakinan federasi terhadap peluang Hani. Sejak awal, Perpani tetap melihat potensi atlet tersebut untuk memberikan kontribusi medali bagi Indonesia.
Hadapi India Sebelum Bidik Emas
Dalam perjalanannya menuju medali emas Asian Games 2026, Hani harus menghadapi persaingan ketat dari sejumlah negara kuat di cabang panahan, termasuk India.
Menurut Abdul Razak, India menjadi salah satu lawan terberat yang harus dilewati Indonesia. Setelah mampu mengatasi persaingan tersebut, federasi semakin yakin peluang meraih emas terbuka.
“Yang paling berat adalah dengan India. Setelah kami melewati India, kami sudah berani menargetkan medali emas,” kata Abdul Razak.
Medali emas Nurisa Dian Ashrifah sekaligus menjadi bukti bahwa panahan Indonesia mampu bersaing di level Asia meski menjalani persiapan yang belum sepenuhnya ideal.
Capaian tersebut juga menjadi modal penting bagi Perpani untuk mempersiapkan atlet nomor compound menghadapi persaingan internasional, termasuk menuju Olimpiade mendatang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










