Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Ramai Diburu! Ukhti Mukena Pink Viral, Link Telegram Banyak Dicari

Kamis, 19 Maret 2026 15:00 WIB

Waspada! Lonjakan Kendaraan di Nagreg H-2 Lebaran, Puncak Mudik Diprediksi Terjadi Hari Ini

Kamis, 19 Maret 2026 14:30 WIB

Mudik Lebaran: Ritual Pulang sebagai Bahasa Sosial yang Tak Tergantikan

Kamis, 19 Maret 2026 14:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramai Diburu! Ukhti Mukena Pink Viral, Link Telegram Banyak Dicari
  • Waspada! Lonjakan Kendaraan di Nagreg H-2 Lebaran, Puncak Mudik Diprediksi Terjadi Hari Ini
  • Mudik Lebaran: Ritual Pulang sebagai Bahasa Sosial yang Tak Tergantikan
  • Jangan Sampai Terlewat! Inilah Batas Akhir dan Waktu Paling Afdal Bayar Zakat Fitrah
  • Muhammadiyah Jabar Gelar Salat Id 20 Maret, Ratusan Titik Disiapkan di Seluruh Daerah
  • Rahasia Rekor Pertahanan Persib: Duet Barba-Matricardi yang Bikin Striker Lawan Frustrasi
  • Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara
  • Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 19 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pengamat Sebut PKS Bakal Jadi Batu Sandungan bagi KIM di Pilgub Jabar

By Putra JuangSabtu, 10 Agustus 2024 16:46 WIB3 Mins Read
Direktur Landscape Politik Indonesia, Asep Komarudin. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktur Landscape Politik Indonesia, Asep Komarudin menilai, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bisa menjadi batu sandungan bagi Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024.

Asep memandang, jika KIM ini ingin mengulang kesuksesan Pilpres 2024 pada Pilgub Jabar. Hal itu bisa dilihat dari pengusungan Dedi Mulyadi oleh Partai Golkar.

“Saya melihat KIM ingin mencoba kesuksesan Pilpres 2024 dengan Golkar memberikan dukungan kepada Dedi Mulyadi padahal Dedi Mulyadi adalah kader partai Gerindra, kemudian menarik Bima Arya dari pencalonan kemudian memberi dukungan kepada Dedi Mulyadi sebagai upaya untuk mencoba KIM dari Pilpres 2024 ke Pilgub 2024 di Jawa Barat,” kata Asep di Bandung, Sabtu (10/8/2024).

Namun sayang, kesuksesan tersebut sulit untuk diraih. Sebab menurutnya, mayoritas masyarakat di Jabar ini adalah agamis, dimana pemilih agamis ini selalu terjadi anomali.

“Dulu 2008 survei selalu memenangkan Luqman Abdul Hakim tapi akhirnya Ahmad Heryawan yang jadi, kemudian di 2013 kita tahu Dede Yusuf selalu mendapatkan survei tertinggi namun kembali Ahmad Heryawan pemenangnya, yang tidak muncul di survei,” jelasnya.

“Pada 2018 pun demikian Dedi Mizwar selalu memiliki survei tertinggi berpasangan dengan Dedi Mulyadi tapi tidak berhasil, ini terjadi anomali. Walaupun kemudian menangnya Ridwan Kamil disana ada faktor lain, secara unggul Dedi Mulyadi sudah dilewati oleh Sudrajat dan Saihu,” tambahnya.

Baca Juga:  Ilham Sebut Insentif Khusus Perlu Diberikan pada Nakes di Wilayah Perbatasan

Artinya, lanjut Asep, pada tahun 2008-2013-2018 disitu ada satu kekuatan partai mesin yang besar memenangkan Ahmad Heryawan.

“Partai Islam yang memiliki mesin politik yang cukup kuat, dalam posisi ini faktor penentu Ahmad Heryawan adalah faktor mesin partai di PKS,” ungkapnya.

Oleh karena itu, PKS akan menjadi batu sandungan bagi KIM untuk mengulang kesuksesan Pilpres 2024.

“Saya melihat PKS ini akan menjadi batu sandungan bagi KIM di Jawa Barat,” ujarnya.

Baca Juga:  Daftar ke KPU Jabar, Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Bakal Diarak dari Stadion Sidolig

Senada dengan Asep, Pengamat Politik UPI, Cecep Darmawan menilai, PKS merupakan salah satu partai Islam yang solid.

“PKS punya mesin partai yang cukup signifikan dibawah dan suaranya biasanya naik-turunnya ga jauh. Banyak faktor yang mempengaruhi PKS tapi kelihatannya saat ini gerak politiknya sangat terbuka dan memperoleh suara-suara yang signifikan di Jawa Barat,” kata Cecep.

Oleh karena itu, parpol mana saja akan merugi jika tidak mengajak PKS masuk ke dalam koalisi. Sebab menurutnya, PKS bisa menjadi peluang untuk memenangkan kontestasi.

“Saya kira sandingan dengan partai atau koalisi manapun PKS ini punya peluang, punya daya tawar setidaknya punya suara-suara di grassroot,” imbuhnya.

Disinggung soal kemungkinan PKS akan gabung KIM, Cecep menilai hal itu bisa saja terjadi.

“Ya mungkin saja, tinggal nanti perhitungannya misalnya dari partai PDIP atau dari NasDem yang diluar KIM itu sangat mungkin. Apakah nanti komposisinya ketuanya dari calon gubernurnya dari partai yang tadi kemudian PKS mengambil wakil itu juga jadi sebuah peluang,” jelasnya.

Baca Juga:  KIM Diharapkan Solid, Golkar Ingin Berkoalisi dengan Gerindra di Pilgub Jabar 2024

“Artinya kalau KIM sudah menggadang-gadangkan nama diinternal, tapi kan saya kira gabungan partai juga tidak akan sembrono memasangkan calon itu melalui survei, kajian, bukan soal like and dislike saja tapi saya kira dan memang saatnya harus berbasis pada riset ya, salah satunya lewat lembaga survei,” tambahnya.

Asep mengatakan, hingga saat ini peta politik di Pilgub Jabar 2024 masih sangat dinamis.

“Ya walaupun KIM sudah deklarasi Dedi Mulyadi tapikan pasangannya masih belum jelas sampai hari ini, walaupun digadang-gadang katanya mau dari KIM lagi. Tapi menurut saya politik kan dinamis, nanti bisa saja konteksnya KIM plus ini bukanlah hal yang mustahil,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KIM Koalisi Indonesia MajU Partai Keadilan Sejahtera Pilgub Jabar PKS
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Waspada! Lonjakan Kendaraan di Nagreg H-2 Lebaran, Puncak Mudik Diprediksi Terjadi Hari Ini

Muhammadiyah Jabar Gelar Salat Id 20 Maret, Ratusan Titik Disiapkan di Seluruh Daerah

Waspada Mudik! Nagreg Mulai Padat, Cikaledong Jadi Titik Kepadatan Sementara

Jadwal Sidang Isbat 19 Maret 2026, Ini Prediksi Hari Raya Lebaran

Pantau Jalur Selatan, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal Pastikan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Daftar Lokasi Salat Idul Fitri 1447 H di Bandung, Jumat 20 Maret 2026

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Viral! ‘Ukhti Mukena Pink’ Bikin Netizen Penasaran, Pencarian Versi Tanpa Sensor Meledak
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit di Kebun Sawit: Ternyata Ini Fakta Tersembunyi di Baliknya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.