Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA

Rabu, 4 Maret 2026 20:00 WIB

Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat

Rabu, 4 Maret 2026 19:21 WIB

Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya

Rabu, 4 Maret 2026 18:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA
  • Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat
  • Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya
  • Kapan Lailatul Qadar 2026? Catat Prediksi Tanggal dan Jadwal 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026
  • Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik
  • Jawa Barat Catat Lonjakan Penjualan Daihatsu Jelang Lebaran, Ini Rahasianya!
  • Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Perbedaan La Nina dan El Nino Serta Dampaknya yang Perlu Kamu Ketahui

By Aga GustianaRabu, 8 Oktober 2025 09:48 WIB3 Mins Read
Hujan Petir. (Foto: Ilustrasi/Freepik)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena La Niña akan kembali memengaruhi cuaca Indonesia pada akhir tahun 2025. Fenomena ini dikenal sebagai “pemanggil hujan” karena biasanya memicu peningkatan curah hujan di berbagai daerah.

Dalam laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026, BMKG menyebut bahwa kondisi El Niño–Southern Oscillation (ENSO) akan berada dalam fase netral sepanjang sebagian besar tahun 2025. Namun, menjelang akhir tahun, ENSO diprediksi bergeser menuju fase La Niña.

Selain itu, Indian Ocean Dipole (IOD) saat ini berada dalam fase negatif dan diperkirakan bertahan hingga November 2025. Kondisi tersebut turut memperkuat potensi curah hujan tinggi, terutama di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.

“Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di wilayah selatan dan timur,” tulis BMKG dalam laporannya.

Baca Juga:  Akhir Pekan di Kota Bandung, Waspada Hujan Ringan

Musim Hujan Lebih Awal dan Lebih Panjang

BMKG memprediksi sekitar 47,6% wilayah Indonesia (333 ZOM) akan mengalami musim hujan antara September–November 2025. Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bahkan diperkirakan mulai diguyur hujan sebelum September. Sementara itu, kawasan selatan dan timur akan mengalaminya secara bertahap hingga akhir tahun.

Secara keseluruhan, 42,1% wilayah (294 ZOM) akan memasuki musim hujan lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis. Fenomena La Niña ini berpotensi memengaruhi banyak sektor penting seperti pertanian, perikanan, energi, hingga transportasi. Di sisi lain, curah hujan yang lebih tinggi juga meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, dan gangguan infrastruktur di sejumlah daerah.

Baca Juga:  Potensi Gempa Sesar Lembang 6,5-7 Magnitudo, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Signifikan

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan mitigasi dini, terutama dalam hal pengelolaan air, sistem drainase, serta kesiapan logistik di wilayah rawan bencana.

Mengenal La Niña dan El Niño

La Niña dan El Niño merupakan dua fase dari fenomena ENSO yang terbentuk akibat interaksi atmosfer dan samudra di kawasan Pasifik.

  • El Niño terjadi ketika suhu permukaan laut di Pasifik tengah menjadi lebih hangat, menyebabkan potensi hujan di Indonesia menurun dan meningkatkan risiko kekeringan.
  • La Niña sebaliknya, muncul saat suhu permukaan laut lebih dingin dari normal, yang kemudian mendorong peningkatan curah hujan di Indonesia.
Baca Juga:  9 Tips Liburan Nataru di Tengah Cuaca Ekstrem, Dijamin Tetap Seru dan Aman

Nama El Niño berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak laki-laki”, sedangkan La Niña berarti “gadis kecil”. Nelayan di Amerika Selatan sudah mengenali fenomena air hangat El Niño sejak abad ke-17, biasanya mencapai puncak sekitar Desember, sehingga dinamakan “El Niño de Navidad”.

Selama La Niña berlangsung, perairan Pasifik menjadi lebih dingin dan kaya nutrisi, mendukung keanekaragaman hayati laut. Namun bagi Indonesia, fenomena ini berarti hujan lebih deras, suhu udara lebih rendah di siang hari, serta meningkatnya risiko badai tropis dan banjir besar.

BMKG menegaskan bahwa kondisi La Niña kali ini bisa memicu hujan ekstrem yang berdampak pada lahan pertanian, termasuk meningkatkan risiko gagal panen dan serangan hama tanaman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BMKG Cuaca Ekstrem El Nino ENSO Fenomena Iklim Iklim Indonesia La Niña Perbedaan Cuaca
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya

Kapan Lailatul Qadar 2026? Catat Prediksi Tanggal dan Jadwal 10 Malam Terakhir Ramadan

Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli

Era Baru Dimulai! BTS Umumkan Album ‘ARIRANG’, Reuni Formasi Lengkap yang Paling Dinantikan 2026

Kisah Resa: Gadis Banjaran Penakluk Geologi yang Buktikan Prestasi Bisa Tembus Batas Biaya

Viral! Link Video ‘Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor’ Ramai Dicari Warganet Ramadan 2026

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral No Sensor Link Video Ukhti Mukena Pink, Apa Isinya?
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.