bukamata.id – Pintu bursa transfer paruh musim Super League 2026/2027 resmi terkunci rapat pada 23 September 2026 pukul 00.00 WIB. Alih-alih mendatangkan amaran anyar dari luar negeri, kubu Maung Bandung justru memilih tenang tanpa pergerakan masif di detik-detik akhir.
Keputusan manajemen untuk tidak menambah legiun asing baru sempat memancing tanda tanya publik. Menjawab rasa penasaran tersebut, juru taktik Persib, Igor Tolic, akhirnya buka suara membeberkan alasan utamanya. Pelatih asal Kroasia itu menilai komposisi yang ada saat ini sudah lebih dari cukup untuk mengarungi sisa kompetisi.
“Kami punya striker Balsa. Kami punya Peralta, striker luar biasa. Saya tidak melihat striker yang lebih baik di liga, bahwa itu Peralta,” ujar Igor Tolic.
Selain lini serang yang dinilai sudah bertaring tajam, pelatih berkepala plontos ini membeberkan bahwa Maung Bandung memiliki deretan pemain depan berkarakter variatif. Mulai dari Luka Menalo, Ragnar Oratmangoen, Beckham Putra, Berguinho, hingga Uilliam Barros menghiasi skuad. Keberadaan 6 hingga 7 opsi di lini depan memberikan fleksibilitas taktikal yang luar biasa bagi tim kepelatihan.
Menambal Kendala Pramusim Lewat Optimalisasi Skuad
Diakui sang pelatih, Maung Bandung sempat menghadapi kendala minor terkait minimnya waktu persiapan jelang bergulirnya musim kompetisi akibat durasi pramusim yang singkat. Kendati demikian, staf pelatih terus memutar otak untuk meracik formula terbaik, termasuk memaksimalkan posisi penyerang tengah yang sempat diisi oleh beberapa nama berbeda.
Mengenai eksperimen penempatan posisi pemain, Igor menjelaskan dinamika yang terjadi di lini depan timnya, termasuk saat memaksimalkan peran Uilliam Barros dan opsi rotasi penyerang.
“Barros dia dimainkan di nomor 9, bagaimana itu, baik dan tidak baik. Saya pikir lebih baik, Tapi di laga kedua yang dia mainkan, Apakah itu lebih baik? ya,” tegasnya.
Bahkan, sang juru taktik tidak ragu memuji fleksibilitas penyerang andalannya yang mampu menjalankan instruksi dengan baik di berbagai situasi krusial, termasuk saat bersua wakil Korea Selatan.
“Bagaimana dengan Peralta sebagai nomor 9, baik. dia membawa sesuatu saat melawan Seoul FC,” ujarnya.
Strategi Finansial Klub dan Target Jangka Panjang
Lebih lanjut, Igor menepis anggapan bahwa kebijakan pasif di bursa transfer disebabkan oleh kendala yang pelik. Ia menegaskan bahwa manajemen bergerak secara terukur dengan memaksimalkan anggaran yang ada tanpa harus jor-joran menggelontorkan dana demi menebus pemain bintang lewat skema transfer mahal layaknya klub rival.
“Kami tidak menghabiskan uang kami untuk transfer, beberapa klub lain membeli pemain,” ucapnya.
Menurutnya, kesuksesan sebuah tim tidak selalu diukur dari seberapa besar uang yang dibakar di bursa transfer, melainkan bagaimana progres kerja keras yang konsisten diperlihatkan oleh seluruh elemen klub di dalam maupun di luar lapangan.
“Sekali lagi kami tahu apa yang harus kami perbaiki di Persib. Kami tahu kami bekerja 24 jam di sini. tapi itu berjalan perlahan,” jelasnya.
Meski menyadari bahwa pergerakan klub kerap dinilai lamban oleh sebagian suporter, sang pelatih memastikan bahwa arah kebijakan perekrutan pemain sudah berada di jalur yang tepat demi menjaga keseimbangan finansial dan prestasi tim secara berkelanjutan.
“Kami tidak punya uang untuk membeli semuanya dan semua orang. Kami melakukan langkah demi langkah dan kalian dapat melihat peningkatannya,” ungkapnya.
“Lagi bisa lebih cepat. Kami bekerja, transfer dilakukan, tim ini luar biasa. Dan tolong tidak ada masalah dengan perekrutan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









