bukamata.id – Persib Bandung bersiap menghadapi periode dengan jadwal pertandingan yang sangat padat. Maung Bandung dijadwalkan menjalani 10 pertandingan dalam waktu 30 hari, kondisi yang membuat kebugaran pemain dan kemampuan melakukan pemulihan menjadi perhatian utama.
Rangkaian laga tersebut tidak hanya menuntut kesiapan fisik. Kapten Persib, Marc Klok, menilai aspek mental juga menjadi faktor penting agar tim mampu melewati periode berat tersebut.
Menurut Klok, pemain dan seluruh staf Persib harus bisa beradaptasi dengan tingginya intensitas pertandingan. Keterbatasan waktu istirahat serta perjalanan panjang menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Menurut saya kata yang paling penting mungkin adalah bertahan hidup (survive), dengan cedera, dengan kondisi fisik, tetapi juga dengan mentalitas. Kita harus bertahan dengan mentalitas untuk mengatasi ini dan untuk menghadapinya,” kata Marc Klok, dikutip dari laman resmi Persib, Minggu (27/9/2026).
Marc Klok Tekankan Mentalitas Pemain Persib
Padatnya jadwal berpotensi membuat pemain mengalami kelelahan. Karena itu, Klok menilai mentalitas menjadi salah satu modal penting bagi Persib untuk tetap menjaga performa di tengah periode pertandingan yang berlangsung hampir tanpa jeda.
Ia meminta seluruh pemain menerima situasi tersebut dan tetap menjaga optimisme. Menurut Klok, setiap anggota tim harus mampu mengelola kondisi masing-masing agar tetap siap ketika mendapat kesempatan tampil.
“Tapi sekarang kita harus terima sesuatu, kita harus optimis. Karena ini sangat penting,” ujarnya.
Klok juga menilai tantangan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemain. Kebersamaan seluruh elemen Persib, mulai dari pemain, staf pelatih, manajemen hingga Bobotoh, diperlukan untuk melewati rangkaian pertandingan tersebut.
Tidur dan Recovery Jadi Perhatian
Dengan waktu pemulihan yang terbatas, pemain Persib harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembalikan kondisi tubuh.
Klok menyebut sejumlah hal mendasar menjadi perhatian selama menjalani jadwal padat. Mulai dari kualitas tidur, asupan nutrisi, proses pemulihan hingga perawatan bersama fisioterapis.
“Kita harus tidur seoptimal mungkin, nutrisi harus optimal, mungkin pemulihan (recovery), perawatan dari fisioterapis, untuk otot-otot,” jelas Klok.
Menurutnya, pengelolaan kondisi tubuh menjadi semakin penting karena pemain harus kembali bertanding dalam waktu singkat. Kesalahan dalam menjaga kebugaran dapat berdampak terhadap kesiapan pemain pada pertandingan berikutnya.
Persib Dituntut Konsisten di Tengah Jadwal Padat
Periode 10 pertandingan dalam 30 hari membuat Persib harus pintar mengatur energi dan menjaga kedalaman skuad. Pemain yang tersedia dituntut siap memberikan kontribusi sesuai kebutuhan tim.
Klok berharap seluruh pemain dapat menjaga kondisi fisik sekaligus mempertahankan pola pikir positif sampai rangkaian pertandingan berakhir.
Baginya, menghadapi jadwal padat bukan hanya soal seberapa kuat pemain menjalani pertandingan, tetapi juga bagaimana seluruh tim menjaga kebersamaan dan saling mendukung.
Dengan tantangan tersebut di depan mata, Klok mengajak seluruh elemen Persib menghadapi periode padat dengan optimisme. Kebersamaan dan kemampuan menjaga kondisi diharapkan membantu Maung Bandung melewati rangkaian pertandingan dengan tetap memberikan penampilan maksimal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










