bukamata.id – Persib Bandung berpeluang memanfaatkan sejumlah kelemahan The Cong-Viettel FC saat kedua tim bertemu dalam lanjutan Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027. Media Vietnam menyoroti masalah kekompakan dan kemampuan Viettel FC dalam menyesuaikan permainan ketika menghadapi lawan yang mampu mengubah tempo pertandingan.
Persib dijadwalkan menjamu klub asal Vietnam tersebut di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (14/10/2026) malam. Laga ini menjadi kesempatan bagi Maung Bandung untuk kembali meraih kemenangan setelah bermain imbang 2-2 melawan Dewa United dalam lanjutan Super League 2026/2027, Minggu (11/10/2026).
Viettel FC juga datang dengan bekal kurang meyakinkan. Mereka menelan kekalahan 1-3 dari Ha Tinh dalam pertandingan Liga Vietnam pada Kamis (8/10/2026). Hasil tersebut menambah tekanan terhadap tim asuhan Velizar Popov yang masih berusaha menemukan konsistensi permainan.
Dari empat pertandingan terakhir yang dijalani di kompetisi domestik, Viettel FC baru meraih satu kemenangan. Sementara itu, dalam pertandingan pembuka Grup E ACL 2, mereka harus puas bermain imbang 1-1 melawan Melbourne Victory.
Media Vietnam Soroti Kelemahan Viettel FC
Performa Viettel FC turut menjadi perhatian media Vietnam. Vietnam VN menilai tim yang musim lalu finis sebagai runner-up Liga Vietnam itu masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam membangun permainan kolektif dan menjaga kekompakan antarlini.
Padahal, komposisi pemain Viettel FC tidak banyak berubah dibandingkan musim sebelumnya. Namun, kontinuitas skuad tersebut belum sepenuhnya menghasilkan permainan yang solid.
Viettel FC juga dinilai kesulitan menyesuaikan pendekatan permainan ketika menghadapi lawan yang mengubah tempo. Kondisi ini berpotensi menjadi celah bagi Persib, terutama jika mampu menjaga disiplin dan memanfaatkan momentum pertandingan.
“Pelatih Popov memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kekompakan antarlini dan menemukan cara yang lebih efektif untuk melawan tim yang disiplin,” tulis Vietnam VN dalam ulasannya.
Media tersebut juga menilai Viettel FC perlu segera berbenah agar tidak semakin tertinggal dari para pesaingnya di kompetisi domestik.
“Cong Viettel telah menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan dan harus mengatur ulang skuad mereka untuk memperkecil jarak dengan pemuncak klasemen,” tambahnya.
Saat ini, Viettel FC berada di posisi ke-10 klasemen Liga Vietnam. Mereka terpaut enam poin dari Cong An Ha Noi FC yang menempati puncak klasemen.
Catatan tersebut menjadi gambaran bahwa Viettel FC belum berada dalam performa terbaiknya. Meski demikian, Persib tetap harus mewaspadai kualitas individu dan potensi kebangkitan lawannya di kompetisi Asia.
Persib Punya Modal Kebangkitan
Di sisi lain, Persib juga masih berupaya membangun kekompakan tim di bawah arahan pelatih Igor Tolic. Meski belum sepenuhnya konsisten, kemampuan bangkit ketika berada dalam situasi sulit menjadi salah satu modal penting Maung Bandung menjelang pertandingan melawan Viettel FC.
Hal itu terlihat saat Persib menghadapi Dewa United. Maung Bandung sempat tertinggal dua gol setelah Egy Maulana mencetak gol pada menit ke-22 dan Noah Sadaoui menambah keunggulan lawan pada menit ke-45.
Namun, Persib mampu memberikan respons pada babak kedua. Perubahan yang dilakukan Igor Tolic membantu tim meningkatkan tekanan hingga akhirnya menyamakan kedudukan melalui gol Marc Klok dan Berguinho.
Hasil imbang tersebut memang belum memberikan kemenangan bagi Persib. Akan tetapi, perjuangan para pemain untuk mengejar ketertinggalan memperlihatkan daya juang yang ingin terus dipertahankan oleh tim pelatih.
Igor Tolic pun mengapresiasi respons anak asuhnya setelah turun minum, meskipun Persib harus puas berbagi poin dengan Dewa United.
“Di babak kedua kami tampil all out dan berhasil mencetak dua gol,” ujar Igor Tolic, dikutip dari laman resmi Persib.
“Kami sedikit kehabisan kesegaran di menit akhir, tapi selamat kepada anak-anak atas poin yang diraih.”
Pelatih tersebut menilai perjuangan para pemain mencerminkan karakter dan semangat kebersamaan yang penting bagi perjalanan Persib musim ini.
Pengalaman Comeback Jadi Bekal Hadapi Viettel FC
Kemampuan bangkit dari ketertinggalan bukan kali pertama diperlihatkan Persib. Dalam pertandingan pembuka Grup B ASEAN Club Championship (ACC) Shopee Cup 2026/2027 melawan Port FC, Maung Bandung juga sempat berada dalam posisi tertinggal sebelum membalikkan keadaan.
Persib akhirnya menang 3-1 setelah Mariano Peralta menyamakan kedudukan pada menit ke-86, disusul gol Berguinho pada menit ke-90+3 dan Luka Menalo pada menit ke-90+5.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal berharga ketika Persib menghadapi Viettel FC. Namun, Maung Bandung tetap perlu menjaga konsentrasi sejak awal agar tidak kembali berada dalam situasi yang memaksa mereka mengejar ketertinggalan.
Kedisiplinan dalam bertahan, kekompakan antarlini, serta efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penting. Persib juga harus mampu menjaga intensitas permainan tanpa kehilangan keseimbangan ketika melakukan tekanan terhadap lawan.
Igor menegaskan bahwa semangat kolektif harus tetap menjadi kekuatan utama timnya, terlepas dari hasil yang diperoleh di lapangan.
“Ini menunjukkan semangat dari ruang ganti, bagaimana mereka berjuang bersama, bermain bersama, dan melakukan segalanya untuk satu hal yang sama,” kata mantan asisten pelatih Bojan Hodak tersebut.
“Kami adalah sebuah tim, dengan kemenangan, hasil imbang, maupun kalah bersama-sama dukungan dari suporter.”
Menghadapi Viettel FC, Persib memiliki kesempatan untuk memanfaatkan persoalan konsistensi yang tengah dialami lawannya. Namun, peluang tersebut hanya bisa dikonversi menjadi hasil positif jika Maung Bandung mampu tampil disiplin, menjaga kekompakan, dan memaksimalkan dukungan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat.
“Kami harus terus melanjutkan semangat seperti ini,” tutup Igor Tolic.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










