Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA

Rabu, 4 Maret 2026 20:00 WIB

Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat

Rabu, 4 Maret 2026 19:21 WIB

Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya

Rabu, 4 Maret 2026 18:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mengejutkan! Persib Selamat dari Sanksi AFC Usai Kericuhan di GBLA
  • Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat
  • Momen Haru Si Kembar Tunarungu Cantik Berbagi Hadiah ke Ibu Warung yang Memviralkannya
  • Kapan Lailatul Qadar 2026? Catat Prediksi Tanggal dan Jadwal 10 Malam Terakhir Ramadan
  • Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026
  • Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik
  • Jawa Barat Catat Lonjakan Penjualan Daihatsu Jelang Lebaran, Ini Rahasianya!
  • Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pulau Sebatik Bikin Heboh: Sebagian Desa Indonesia Kini Masuk Malaysia

By Aga GustianaKamis, 22 Januari 2026 21:24 WIB3 Mins Read
Pulau Sebatik. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Belakangan ini, muncul kabar mengenai tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang disebut-sebut kini sebagian wilayahnya berada di Malaysia.

Ketiga desa yang dimaksud adalah Kabungalor, Lepaga, dan Tetagas, yang secara administratif masuk Kecamatan Lumbis Hulu, Nunukan, Kaltara.

Isu ini beredar luas karena adanya dugaan patok batas yang bergeser, namun pemerintah menegaskan alasan sebenarnya berbeda.

Penjelasan Resmi Pemerintah

Dalam rapat dengan Komisi II DPR di Senayan, Jakarta, pada Rabu (21/1/2026), Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Makhruzi Rahman, menjelaskan bahwa pergeseran ini merupakan akibat penyelesaian Outstanding Boundary Problem (OBP) antara Indonesia dan Malaysia terkait Pulau Sebatik.

Menurutnya, Pulau Sebatik memiliki karakter unik karena wilayahnya terbagi antara Indonesia dan Malaysia.

“Ada tiga OBP yang telah disepakati dengan penandatanganan memorandum of outstanding pada Joint Indonesia-Malaysia ke-45 pada tanggal 18 Februari tahun 2025 di Pulau Sebatik, yaitu pada B-2700 dan B-3000 ini patok dan Simantipal. Ini menyisakan kurang lebih 127 hektar yang ada di Pulau Sebatik masuk ke wilayah Indonesia,” jelas Makhruzi, dikutip dari YouTube TVR PARLEMEN.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya patok-patok batas tidak sesuai dengan 4°00’10” Lintang Utara, sebagaimana ditetapkan dalam Konferensi 1891 antara Inggris dan Belanda. Oleh karena itu, dilakukan reposisi pilar batas negara.

“Gambaran wilayah eks OBP Pasca Penyelesaian Sebatik sebagai tindak lanjut pada tahun 2019 Indonesia dan Malaysia melaksanakan survei bersama untuk mereposisi pilar batas negara pada 4°00’10” Lintang Utara, sesuai dengan Konferensi 1891 hasil survei bersama di Pulau Sebatik telah tertanam pilar baru sebanyak 144 buah sesuai,” tambahnya.

Dengan demikian, masuknya sebagian wilayah tiga desa ke Malaysia bukan sekadar akibat pergeseran patok, tetapi merupakan hasil kesepakatan diplomatik yang menyesuaikan batas sesuai perjanjian lama.

Dampak Terhadap Wilayah dan Warga

Penyelesaian OBP ini memengaruhi sebagian wilayah tiga desa di Nunukan yang kini administratifnya masuk Malaysia.

Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, menjelaskan bahwa dari hasil MoU OBP Pulau Sebatik dalam persidangan 45 Joint Indonesia-Malaysia Boundary Committee, terdapat perubahan luas sekitar 3,6 hektar di desa terdampak.

“Bahwa diberikan buffer zone sepanjang 10 meter sehingga di sana ada dua tambahan 2,4 hektar yang harus hilang dari tanah terdampak di Indonesia yang masuk ke Malaysia sehingga total luasnya menjadi 6,1 hektar,” ungkapnya.

Selain itu, puluhan warga Indonesia ikut terdampak perubahan batas ini.

“Di sini kita bisa lihat bahwa warga kita yang terdampak tanahnya masuk ke wilayah Malaysia sekarang, ada 19 pemegang sertifikat, satu orang yang dokumen lain, lalu ada 26 yang merupakan dokumen desa dan lima orang pemegang akta di bawah tangan,” jelas Ossy.

Indonesia Justru Mendapat Lahan Lebih Luas

Meski ada wilayah yang berpindah, Indonesia memperoleh keuntungan dari penyesuaian batas ini.

“Total wilayah yang masuk ke Indonesia kurang lebih 5.207 hektar. Jadi masuk ke wilayah Indonesia. Kemudian ada tambahan kurang lebih 5.207 hektar ini lahan sebelumnya menjadi wilayah Malaysia diusulkan menjadi mendukung pembangunan kawasan perbatasan sebagai pengganti kawasan hutan untuk pembangunan PLBN dan pengembangan Free Trade Zone,” kata Makhruzi Rahman.

Ossy Dermawan menambahkan, luas tanah yang diterima Indonesia lebih besar dibanding Malaysia.

“Kalau hasil konsekuensi atas kesepakatan, Indonesia mendapatkan hak seluas 127 hektar, sedangkan Malaysia mendapatkan hak seluas 4,9 hektar,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

desa Nunukan Kaltara OBP Sebatik perbatasan Indonesia Malaysia Pulau Sebatik
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jelang Lebaran, Rajiv Bagikan 30.000 Paket di Bandung dan Bandung Barat

Update Terbaru! Jadwal Adzan Maghrib Bandung Hari Ini 4 Maret 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Bandung Raya, Pohon Tumbang dan Genangan Terjadi di Beberapa Titik

Jawa Barat Catat Lonjakan Penjualan Daihatsu Jelang Lebaran, Ini Rahasianya!

Jadwal Penukaran Uang Baru di Bandung 2026 Resmi Dibuka, Ini 4 Lokasi Program SERAMBI BI

Donald Trump

Trump Kena Roasting! Jimmy Fallon Bongkar ‘Rencana’ Rahasia di Iran Lewat Parodi Kocak

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral No Sensor Link Video Ukhti Mukena Pink, Apa Isinya?
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.