Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Awal April 2026 Langsung Libur 3 Hari, Ini Jadwal Lengkapnya

Selasa, 31 Maret 2026 05:00 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video Ibu Tiri vs Anak Tiri ‘No Sensor’ Viral Lagi, Tapi Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya

Selasa, 31 Maret 2026 04:00 WIB

Gawat! Dua Bek Utama Tumbang, Persib Krisis Pemain Jelang Laga Penting

Selasa, 31 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Awal April 2026 Langsung Libur 3 Hari, Ini Jadwal Lengkapnya
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri ‘No Sensor’ Viral Lagi, Tapi Ini Fakta Mengejutkan di Baliknya
  • Gawat! Dua Bek Utama Tumbang, Persib Krisis Pemain Jelang Laga Penting
  • Borong Skin SG2 Gratis! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini Selasa 31 Maret 2026, Ada M1887 Terlangka!
  • ‘Link Keramat’ 7 Menit! Di Balik Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Ada Malware yang Siap Kuras Rekening
  • Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon, Markas UNIFIL Terkena Serangan Proyektil
  • Musda Golkar Jabar Memanas! Daniel vs Ahmad Head to Head Rebut Kursi Ketua
  • Tangis Haru di Pelaminan: Tanpa Gaun dan Makeup, Pasangan Ini Tetap Sah!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 31 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purbaya Tegas Tolak Bayar Utang Kereta Cepat Whoosh Pakai APBN, Istana Ikut Angkat Bicara

By Aga GustianaSenin, 13 Oktober 2025 13:00 WIB3 Mins Read
Kereta Cepat Whoosh
Kereta Api Cepat Bandung. (KCIC)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sikap tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembiayaan utang proyek kereta cepat Whoosh menjadi sorotan publik. Ia dengan jelas menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggung kewajiban utang proyek tersebut.

Pernyataan Purbaya ini juga mendapatkan respons dari Istana. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah memang tidak memiliki rencana untuk memakai APBN dalam menyelesaikan kewajiban keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

“Beberapa waktu yang lalu juga sudah dibicarakan untuk diminta mencari skema ya, skema supaya beban keuangan itu bisa dicarikan jalan keluar,” ujar Prasetyo usai rapat terbatas di kediaman Presiden Prabowo Subianto, Kertanegara, Jakarta, Minggu malam (12/10/2025).

Meski demikian, Prasetyo menjelaskan bahwa pembahasan soal utang proyek Whoosh tidak termasuk dalam agenda rapat malam tersebut. “Malam ini tidak, malam ini tidak sempat. Whoosh bukan salah satu pembahasan malam ini,” katanya.

Baca Juga:  BSU 2025 Sudah Berakhir? Begini Fakta dan Penjelasan Resminya!

Ia menilai keberadaan proyek kereta cepat memiliki manfaat strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Pemerintah bahkan mempertimbangkan untuk memperluas jaringannya ke sejumlah daerah lain. “Justru, kita ingin sebenarnya kan itu berkembang ya, tidak hanya ke Jakarta dan sampai ke Bandung, mungkin juga kita sedang berpikir untuk sampai ke Jakarta, ke Surabaya,” tambahnya.

Purbaya: Jangan Bebani APBN, Danantara Harus Kelola Sendiri

Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menolak ide agar utang KCIC dilunasi dengan dana negara. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tersebut berada di tangan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia sebagai pihak yang menaungi proyek kereta cepat.

“Utang KCIC dibiayai APBN, saya belum dihubungi untuk masalah itu, nanti begitu ada saya di jumpa pers mingguan, saya kasih tahu updatenya seperti apa,” ujarnya dalam Media Gathering Kemenkeu 2025 di Novotel Bogor, Jumat (10/10/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini Kementerian Keuangan belum menerima usulan resmi dari pihak manapun untuk menggunakan dana APBN dalam menyelesaikan utang proyek tersebut.

Baca Juga:  Prabowo Resmi Jadi Jenderal Kehormatan Bintang 4, Jokowi: Berbakti Sepenuhnya pada Rakyat

Menurut Purbaya, Danantara memiliki kapasitas finansial yang kuat untuk menangani kewajiban ini tanpa melibatkan APBN. “Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu. Tapi kalau ini kan di bawah Danantara kan ya. Kalau di bawah Danantara kan mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih,” jelasnya.

Purbaya menegaskan bahwa tanggung jawab pengelolaan keuangan proyek Whoosh seharusnya dikelola dari sumber daya internal Danantara, bukan dari anggaran negara. “Harusnya mereka manage dari situ, jangan ke kita lagi. Karena kalau enggak ya semuanya ke kita lagi termasuk dividennya. Jadi ini kan mau dipisahin swasta sama government,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemisahan peran antara pemerintah dan swasta dalam proyek infrastruktur skala besar seperti Whoosh. “Jangan kalau enak swasta, kalau enggak enak government. Posisi saya sekarang yang saya tahu seperti mana saya belum disusunin sama mereka,” tutupnya.

Baca Juga:  Tiru Prabowo, Kang DS Ingin Jalankan Politik Riang Gembira

Skema Penyelesaian Utang Masih Dibahas

BPI Danantara diketahui tengah menyiapkan dua opsi penyelesaian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung yang kini membebani neraca keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Opsi pertama adalah menambah penyertaan modal kepada KAI, sedangkan opsi kedua berupa penyerahan infrastruktur kereta cepat kepada pemerintah.

Proyek Whoosh sendiri digarap oleh PT KCIC, perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan mitra dari China. Sekitar 75 persen pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank, sementara sisanya ditopang oleh modal pemegang saham, termasuk KAI, Wijaya Karya, PTPN I, dan Jasa Marga.

Dengan sikap tegas Purbaya dan arahan pemerintah untuk mencari skema alternatif, nasib penyelesaian utang Whoosh kini bergantung pada keputusan korporasi dan badan pengelola investasi, bukan APBN

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBN Danantara KCIC Kereta Cepat Whoosh Prabowo Subianto Purbaya Yudhi Sadewa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Awal April 2026 Langsung Libur 3 Hari, Ini Jadwal Lengkapnya

Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon, Markas UNIFIL Terkena Serangan Proyektil

Musda Golkar Jabar Memanas! Daniel vs Ahmad Head to Head Rebut Kursi Ketua

Tangis Haru di Pelaminan: Tanpa Gaun dan Makeup, Pasangan Ini Tetap Sah!

Geger! Mayat Karyawan Ayam Geprek Ditemukan di Freezer, Dua Pelaku Ditangkap

Ilustrasi korban meninggal.

Tragis! Pasutri Pemudik Hanyut di Cipanas, Ditemukan Terpisah hingga Waduk Cirata

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.