bukamata.id – Menjelang memasuki bulan Ramadhan, banyak umat Islam masih menghadapi problematika seputar tuntunan ibadah di bulan suci ini.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Asep Shalahudin menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk menjalankan ibadah puasa dengan benar.
Asep membandingkan dua ibadah populer dalam Islam, yakni ibadah haji dan ibadah puasa. Menurutnya, perbedaan paling mendasar antara kedua ibadah tersebut terletak pada proses persiapannya.
“Ibadah haji memerlukan persiapan yang begitu panjang. Harapannya, umat Muslim yang akan melaksanakan haji siap secara fisik, mental, dan spiritual. Berbeda dengan ibadah puasa, apakah umat juga mempersiapkan diri secara matang?” ucap Asep dikutip laman Muhammadiyah, Rabu (19/2/2025).
Tiga Persiapan Utama Menyambut Ramadhan
Asep mengatakan bahwa persiapan menyambut Ramadhan sering kali dilakukan dengan tergesa-gesa. Padahal, ada tiga aspek penting yang perlu dipersiapkan: fisik, materi, dan ilmu.
Persiapan Fisik
“Secara fisik, kita perlu memperbaiki sarana dan prasarana ibadah, seperti tempat salat, mushaf Al-Qur’an, dan menyiapkan jadwal kajian. Persiapan ini memastikan kita dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman,” ungkap Asep.
Persiapan Materi
“Yang perlu diperhatikan juga yaitu secara materi. Minimal kita perlu menyiapkan berbagai hal seperti infak, shadaqah, takjil, fidyah, dan zakat fitri,” imbuhnya.
Persiapan Ilmu
“Kita juga harus memahami ketentuan-ketentuan puasa, termasuk hal-hal yang membatalkan puasa. Dengan ilmu yang baik, ibadah puasa akan lebih bermakna dan terhindar dari kesalahan,” tambahnya.
Asep berharap, dengan persiapan yang baik dan pemahaman yang mendalam, umat Islam dapat menyambut Ramadhan dengan optimal.
“Ssehingga ibadah yang dijalankan benar-benar membawa keberkahan dan peningkatan kualitas diri,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











