bukamata.id – Sorotan tajam datang dari pimpinan parlemen pusat terhadap dinamika pengelolaan perguruan tinggi swasta di Tatar Pasundan. Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, dengan tegas mengingatkan bahwa institusi akademik sama sekali tidak boleh dijadikan ladang bisnis untuk meraup keuntungan pribadi.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh politisi senior tersebut di sela-sela agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) Alih Kelola serta peresmian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Bandung Tahun Akademik 2026/2027. Acara sakral ini dihelat di kompleks Yayasan Habibi Bina Cendikia, yang bertempat di Kampung Babakan Mundel, Desa Solokan Jeruk, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, pada Sabtu (26/9/2026).
Menyinggung polemik yang sempat mendera kampus tersebut di masa lampau, Cucun blak-blakan menyebut bahwa akar masalahnya terletak pada carut-marut manajemen internal, mulai dari indikasi pelanggaran etika pengelolaan hingga disharmoni antara pihak senat dan unsur akademisi.
“Pada awalnya dulu karena mungkin tata kelola, ada yang terjadi biasa kalau di program tinggi ada moral hazard, kemudian juga ketidaksesuaian antara senat dengan akademik,” kata Cucun.
Meski demikian, momentum perpindahan pengelolaan ini dinilai sebagai titik balik krusial untuk melakukan bersih-bersih serta merapikan kembali sistem birokrasi kampus. Tentunya, langkah restrukturisasi ini menuntut komitmen kolektif agar seluruh stakeholder memiliki frekuensi yang sama.
“Nah kalau sekarang lagi ditata semuanya, insyaallah, walaupun misalkan ini harus betul-betul menyamakan persepsi semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, legislator asal Kabupaten Bandung ini mewanti-wanti agar prinsip komersialisasi tidak disusupkan ke dalam dunia pendidikan. Menurutnya, misi luhur mencerdaskan anak bangsa harus senantiasa diletakkan di atas segalanya tanpa boleh dikotori oleh kalkulasi bisnis semata.
“Jangan ada satupun dalam dunia pendidikan mau berpikir bahwa ini profit. Dunia pendidikan itu betul-betul kita punya tujuan mencetak anak-anak bangsa ini, mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Ia meyakini, ketika orientasi finansial berkedok profit mendominasi jalannya lembaga pendidikan, maka kualitas akademik secara otomatis akan mengalami kemunduran dan kehilangan arah substansialnya.
“Kalau misalkan sudah berpikir mau cari untung atau segala macam, pasti yang namanya dunia pendidikan tidak akan benar,” kata Cucun.
Jaminan Akses Beasiswa bagi Mahasiswa Baru
Di tengah proses pembenahan manajemen yang sedang bergulir, pihak yayasan bersama jajaran terkait memastikan bahwa akses finansial bagi para peserta didik tetap menjadi prioritas utama. Dukungan fiskal dari pemerintah pusat dipastikan bakal terserap secara optimal untuk meringankan beban perkuliahan.
“Masih banyak beasiswa, kehadiran negara melalui KIP Kuliah juga banyak. Yang reguler juga banyak,” ujarnya.
Selain program Kartu Indonesia Pintar Kuliah yang sudah familiar di telinga masyarakat, institusi juga membuka keran kerja sama pendanaan dari sektor privat guna memperluas jangkauan bantuan finansial bagi mahasiswa berprestasi maupun kurang mampu.
“Termasuk skema-skema beasiswa lain, termasuk beasiswa dari Freipad, dari swasta juga banyak yang kita hadirkan di Universitas Bandung,” katanya.
Melalui perbaikan tata kelola yang transparan serta jaminan akses finansial yang inklusif, Universitas Bandung diproyeksikan mampu bertransformasi menjadi wadah pencetak sumber daya manusia unggul yang berfokus penuh pada kualitas akademik dan kemajuan peserta didiknya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










