Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 15:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Sejarah Kota Bandung: Dari Danau Purba hingga Jadi Kota Kreatif Dunia

By Aga GustianaSabtu, 17 Mei 2025 12:43 WIB4 Mins Read
Gedung Merdeka di Jalan Asia Afrika, saksi sejarah Konferensi Asia-Afrika di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Bak permata di jantung Jawa Barat, sejarah Kota Bandung mencerminkan transformasi luar biasa dari kawasan alami menjadi pusat budaya, pendidikan, dan teknologi yang berpengaruh di Indonesia. Tidak hanya dikenal sebagai “Paris van Java”, Bandung juga menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang berhasil masuk daftar World Trending Destinations 2024 versi TripAdvisor.

Menelusuri Asal-Usul Kota Bandung

Awal mula Kota Bandung tak lepas dari kondisi geografis dan geologis kawasan Priangan. Menurut banyak ahli, nama “Bandung” berasal dari kata bendung atau dibendung, yang mengacu pada terbentuknya Danau Bandung Purba akibat letusan Gunung Tangkuban Parahu ribuan tahun silam.

Kota ini resmi berdiri pada 25 September 1810, saat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels memindahkan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung dari Dayeuhkolot ke lokasi strategis yang kini menjadi pusat kota. Lokasi tersebut dipilih karena lebih aman dari ancaman banjir dan memiliki posisi strategis di jalur Pos Grote Postweg (Jalan Raya Pos).

Perkembangan Bandung di Masa Kolonial

Memasuki abad ke-19, Bandung mulai berkembang sebagai pusat ekonomi dan perkebunan, terutama untuk komoditas teh, kopi, dan kina. Dibukanya jalur kereta api Batavia–Bandung pada tahun 1884 makin memperkuat posisi Bandung sebagai simpul perdagangan penting di Jawa.

Baca Juga:  Ciro Alves Beri Salam Perpisahan, Pamit dari Persib Bandung

Menurut Prof. Dr. T. Bachtiar, M.Sc, ahli geografi dan penulis buku Bandung Purba, perkembangan pesat Bandung saat itu ditopang oleh pembangunan infrastruktur kolonial. “Kolonial Belanda melihat Bandung sebagai tempat ideal untuk membangun kota modern karena iklimnya sejuk dan letaknya strategis di tengah Jawa Barat,” ujar Bachtiar.

Selain itu, Bandung juga menjadi kota pendidikan sejak didirikannya Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB) pada tahun 1920. Ini menjadikan Bandung sebagai pionir pendidikan teknik tinggi di Hindia Belanda.

Bandung dan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Bandung memiliki peran strategis dalam perjuangan kemerdekaan. Salah satu peristiwa paling heroik terjadi pada 23 Maret 1946, saat warga dan pejuang memutuskan membumihanguskan kotanya dalam peristiwa Bandung Lautan Api untuk menghindari pendudukan kembali oleh Belanda.

“Itu adalah simbol keberanian rakyat Bandung dalam menolak penjajahan. Mereka lebih memilih kehilangan kota daripada kehilangan kedaulatan,” ungkap Dr. Nina Herlina Lubis, M.Hum, sejarawan dari Universitas Padjadjaran.

Baca Juga:  Woodyland Eatery Bandung Tawarkan Sensasi Kuliner di Negeri Dongeng

Tak berhenti di sana, Bandung kembali menjadi sorotan dunia saat menjadi tuan rumah Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 18–24 April 1955. Pertemuan bersejarah yang dihadiri oleh pemimpin dari 29 negara ini melahirkan Dasasila Bandung, dasar bagi hubungan internasional negara-negara berkembang, dan menjadi cikal bakal Gerakan Non-Blok.

Bandung Modern: Kota Kreatif dan Pusat Teknologi

Seiring waktu, Bandung tak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga menjelma menjadi kota kreatif dan teknologi. Kota ini menjadi bagian dari UNESCO Creative Cities Network untuk kategori desain. Berbagai sektor industri kreatif berkembang pesat—dari fesyen, kuliner, musik, hingga aplikasi digital.

Mengutip situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (kemenparekraf.go.id), Bandung masuk dalam peringkat ke-15 dari 25 destinasi tren dunia tahun 2024, menunjukkan daya tariknya secara global.

Dalam jurnal Urban Planning and Cultural Development in Southeast Asia (2022) terbitan Universitas Gadjah Mada, Bandung disebut sebagai “laboratorium kota kreatif” karena keberhasilannya memadukan warisan sejarah dengan inovasi modern di berbagai bidang.

Baca Juga:  Bandung Nomor 1 Macet di Indonesia, Dishub Jabar: Bukan Prestasi tapi Realita

Memahami Bandung, Mencintai Indonesia

Memahami sejarah Kota Bandung bukan sekadar menggali masa lalu, tetapi juga cara untuk merayakan identitas, budaya, dan semangat inovasi kota ini. Dari danau purba hingga Konferensi Asia-Afrika, dari kota garnisun hingga pusat industri kreatif—Bandung adalah cermin perjalanan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.

Sebagai destinasi yang terus tumbuh, Bandung tetap mempertahankan daya tariknya sebagai kota yang ramah, inovatif, dan kaya sejarah. Dan di balik hiruk-pikuk modernitasnya, kota ini terus mengingatkan kita bahwa masa depan hanya dapat dibangun oleh mereka yang menghargai akar sejarahnya.

Referensi:

  1. Bachtiar, T. (2021). Bandung Purba. Penerbit Mizan.
  2. Lubis, Nina H. (2020). Sejarah Bandung dalam Perjuangan Kemerdekaan. Unpad Press.
  3. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI. (2024). World Trending Destinations 2024. https://kemenparekraf.go.id
  4. TripAdvisor. (2024). World Trending Destinations 2024 Report.
  5. Urban Planning and Cultural Development in Southeast Asia. (2022). UGM Press.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bakti Daendels bandung Bandung Lautan Api ITB Konferensi Asia-Afrika Kota Bandung Kota Kreatif Paris Van Java Sejarah Bandung wisata sejarah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram

Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.