bukamata.id – Pemain berdarah Jepang milik Persib Bandung, Gakuto Notsuda, akhirnya membawa kabar menyejukkan terkait proses penyembuhan cederanya. Setelah sekian lama terpaksa menjadi penonton di pinggir lapangan sejak mendarat di Pangeran Biru, Notsuda kini merasakan progres kebugaran yang signifikan dan tak sabar untuk melakoni laga perdana.
Nasib kurang beruntung memang menimpa sang gelandang. Masalah fisik yang menderanya tepat setelah penandatanganan kontrak membuat impiannya menjalani debut bersama Maung Bandung harus tertunda, saat rekan-rekan setimnya sudah berjibaku di kompetisi resmi.
Kondisi Fisik Berangsur Pulih
Meski belum sepenuhnya melebur dalam porsi latihan taktik tim secara utuh, Notsuda mengonfirmasi bahwa daya tahan dan kebugarannya terus meningkat dari hari ke hari.
“Kondisi fisik dan kebugaran saya perlahan-lahan semakin membaik. Saya memang belum cukup banyak mengikuti latihan bersama tim untuk bisa mengatakan bahwa saya sudah sepenuhnya beradaptasi, tetapi saya merasa kondisi fisik saya semakin membaik,” kata Gakuto, Selasa (20/10/2026).
Selama jeda paksa akibat cedera, pemain asal Negeri Sakura ini tak lantas pasif. Ia giat mengamati peta permainan Persib dari tribun sambil menyusun skenario serta strategi peran yang akan ia eksekusi tatkala diberi kepercayaan merumput kelak.
“Sambil menonton pertandingan, saya membayangkan apa yang bisa saya lakukan untuk berkontribusi kepada tim ketika nanti saya bermain,” ucapnya.
Hasrat untuk segera merumput pun kian membuncah seiring dengan sinyal positif dari tubuhnya.
“Sekarang kondisi fisik saya semakin membaik dan saya semakin siap untuk bertanding, jadi keinginan saya untuk segera bermain juga perlahan-lahan semakin besar,” ujarnya.
Tamparan Berat di Klub Baru dan Rasa Kesepian
Notsuda tak menampik bahwa periode kelam ini menguji mentalitasnya cukup hebat. Mengalami cedera parah sesaat setelah hengkang ke tim baru merupakan pengalaman pahit yang belum pernah ia rasakan sepanjang karier profesionalnya.
“Ini pertama kalinya saya mengalami cedera tepat setelah bergabung dengan klub baru. Bahkan ketika musim sudah dimulai, hanya saya yang belum bisa bermain,” tutur Gakuto.
Proses pemulihan yang memakan waktu lebih lama dari perkiraan sempat menguras emosinya. Menyaksikan perjuangan tim tanpa bisa mengulurkan bantuan langsung di lapangan menjadi beban pikiran tersendiri.
“Cedera saya juga tidak kunjung membaik, dan sejujurnya, sangat berat bagi saya karena tidak bisa memberikan kontribusi apa pun kepada tim. Ada kalanya saya juga merasa kesepian,” ungkapnya.
Respon Positif Bobotoh dan Rekan Tim Jadi Obat
Beruntung, masa-masa sulit tersebut mampu ia lewati berkat kehangatan ekosistem di internal Persib. Kepedulian staf pelatih, keakraban rekan setim, serta gelombang simpati dari Bobotoh menjadi amunisi moral yang sangat berharga baginya.
Gejolak semangat di dalam stadion saat Persib bertanding pun makin membakar gairahnya untuk segera memulihkan kondisi secara 100 persen.
“Rekan-rekan setim dan seluruh staf selalu mendukung dan memperhatikan saya, dan itu benar-benar sangat membantu saya. Pesan-pesan dukungan dari Bobotoh juga memberikan kekuatan yang sangat besar bagi saya,” katanya.
“Melihat rekan-rekan setim bermain dan tampil bagus, serta merasakan atmosfer di stadion itu, semuanya menjadi motivasi bagi saya untuk bisa kembali bermain,” tutup Gakuto.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









