bukamata.id – PSSI terus bergerak aktif dalam memperkuat skuad timnas Indonesia di berbagai kelompok usia. Setelah sukses menaturalisasi tiga pemain anyar untuk timnas senior, kini radar federasi sepak bola tanah air itu dikabarkan mengarah pada bek muda potensial asal Belanda, Luca Blondeau. Pemain yang saat ini membela klub FC Volendam itu terang-terangan menyatakan ketertarikannya untuk dinaturalisasi dan berseragam Garuda di masa depan.
Kabar ini mencuat setelah akun Instagram @futbol.indonesiaa mengunggah pernyataan Luca Blondeau yang mengaku memiliki darah Indonesia dari leluhurnya. Bek berusia 19 tahun itu tak menutup pintu jika PSSI menghubunginya.
“Jika PSSI menghubungiku aku akan sangat terbuka untuk itu dan aku akan mempertimbangkannya. Saya tahu beberapa hal tentang Indonesia saya sering ngobrol dengan Mauro tentang Indonesia. Indonesia adalah negara yang indah dan orang Indonesia sangat gila dengan sepak bola dan Patrick kluivert adalah pelatih Indonesia saat ini,” ujarnya antusias.
Menariknya, Luca Blondeau merupakan rekan setim dari Mauro Zijlstra, pemain lain yang saat ini tengah menjalani proses naturalisasi untuk timnas Indonesia. Keduanya bahu-membahu membantu FC Volendam promosi ke kasta tertinggi Eredivisie musim 2025/2026 mendatang. Keberadaan keduanya dalam satu klub tentu bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi timnas Indonesia jika keduanya berhasil dinaturalisasi.
Mengenal Lebih Dekat Luca Blondeau: Bek Muda Potensial dengan Postur Ideal
Lahir di Belanda pada 11 Februari 2006, Luca Blondeau baru menginjak usia 19 tahun, menjadikannya aset jangka panjang yang menjanjikan bagi timnas Indonesia. Ia telah mendapatkan kontrak profesional dari FC Volendam selama empat musim dan mencatatkan empat penampilan bersama tim senior di kasta kedua Liga Belanda musim 2024/2025.
Sebagai seorang bek tengah, Blondeau memiliki postur yang sangat ideal, yakni 194 cm. Tinggi badan yang menjulang ini tentu menjadi keunggulan dalam duel udara, baik di lini pertahanan sendiri maupun saat membantu serangan melalui bola mati.
Saat ini, Timnas Indonesia senior hanya memiliki dua bek tengah dengan postur di atas 190 cm, yaitu Jay Idzes (190 cm) dan Elkan Baggott (196 cm). Kehadiran Blondeau tentu akan menambah opsi bek jangkung di skuad Garuda.
Usianya yang masih muda juga membuka peluang bagi Luca Blondeau untuk memperkuat timnas Indonesia U-23 yang akan berlaga di babak kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dan SEA Games 2025 mendatang. Jika PSSI serius meminatinya, proses naturalisasi Blondeau diperkirakan tidak akan terlalu rumit. Pasalnya, ia memiliki garis keturunan Indonesia dari kakek ayahnya yang lahir di Jakarta, sehingga memenuhi persyaratan FIFA untuk membela timnas tanah leluhurnya.
Langkah PSSI dalam memburu pemain keturunan berkualitas seperti Luca Blondeau menunjukkan keseriusan dalam membangun timnas Indonesia yang kompetitif di berbagai level usia. Potensi kehadiran bek jangkung ini tentu menjadi kabar baik bagi para suporter Garuda yang menantikan skuad yang semakin kuat dan solid di masa depan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








