bukamata.id – Gelandang Persib Bandung, Thom Haye, mengungkapkan beratnya tantangan yang dihadapi skuad Maung Bandung pada musim 2026-2027. Bermain di empat kompetisi berbeda membuat para pemain harus menghadapi jadwal pertandingan yang padat, perjalanan panjang, serta tuntutan menjaga kebugaran fisik di tengah keterbatasan fasilitas pemulihan.
Thom Haye menilai para pemain Persib telah menunjukkan komitmen luar biasa untuk menjaga performa tim, baik di kompetisi domestik maupun Asia. Namun, perjuangan tersebut dinilainya belum diimbangi dengan peningkatan fasilitas pendukung, khususnya untuk memulihkan kondisi fisik setelah pertandingan.
Pernyataan itu disampaikan Thom Haye setelah Persib bermain imbang 2-2 melawan Dewa United dalam lanjutan Super League 2026-2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Minggu (11/10/2026).
Di balik hasil imbang tersebut, Persib menghadapi persoalan yang lebih besar. Tim harus segera mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya di AFC Champions League Two (ACL 2), sementara waktu istirahat para pemain sangat terbatas.
Thom Haye Bangga dengan Perjuangan Pemain Persib
Thom Haye menegaskan bahwa seluruh pemain memahami tantangan yang harus dihadapi sepanjang musim. Menurutnya, keberhasilan Persib mencatatkan prestasi di kompetisi Asia dan mempertahankan gelar juara domestik menjadi bukti kerja keras seluruh anggota tim.
Meski demikian, dia mempertanyakan apakah perjuangan tersebut telah mendapatkan dukungan yang sepadan, terutama dalam hal fasilitas yang menunjang kebutuhan pemain profesional.
“Intinya sebagai pemain kami paham situasi apa yang harus kami hadapi. Musim lalu kami mengukir sejarah di Asia. Kami sangat bahagia sebagai sebuah tim,” ungkap Thom Haye.
Dia kemudian menyinggung keberhasilan Persib kembali menjadi juara yang menurutnya menjadi alasan untuk bangga terhadap perjuangan rekan-rekannya.
“Apakah kami benar-benar mendapatkan penghargaan yang pantas atas hal itu? Tidak. Lalu kami menjadi juara lagi. Jadi, saya hanya merasa sangat bangga,” katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan kebanggaan Thom Haye terhadap mentalitas skuad Persib. Namun, dia juga menyoroti perlunya dukungan yang lebih baik agar pemain mampu menghadapi tuntutan kompetisi yang semakin meningkat.
Jadwal Persib Padat, Fasilitas Pemulihan Jadi Sorotan
Musim 2026-2027 menjadi periode yang menantang bagi Persib karena harus membagi konsentrasi di empat kompetisi, termasuk Super League, ACL 2, Piala Indonesia, dan ASEAN Club Championship atau Shopee Cup.
Penambahan agenda pertandingan membuat kebutuhan pemulihan fisik semakin penting. Akan tetapi, Thom Haye menilai kondisi pendukung yang tersedia belum mengalami perubahan berarti meskipun beban pertandingan bertambah.
“Lalu musim ini, jadwal kami ditambah dengan Shopee Cup. Kami menerima kabar itu, tetapi bagi kami sebagai sebuah tim, tidak ada yang berubah,” ujar Thom.
Dia juga menyinggung persoalan penggunaan stadion. Persib harus menjalani sejumlah pertandingan di luar kandang utamanya, Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), sehingga pemain perlu menghadapi perjalanan tambahan di tengah jadwal yang padat.
“Tidak ada fasilitas yang membaik, bahkan kami tidak bermain di stadion sendiri (GBLA), dan kami harus bepergian jauh tanpa henti,” tuturnya.
Bagi pemain profesional, pemulihan bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Proses tersebut juga berkaitan dengan pengembalian kondisi fisik, pengelolaan kelelahan, serta upaya mengurangi risiko cedera ketika pertandingan berlangsung dalam jarak waktu berdekatan.
Karena itu, Thom menilai peningkatan fasilitas pemulihan perlu menjadi perhatian ketika sebuah klub mengikuti lebih banyak kompetisi dalam satu musim.
Thom Haye Sebut Menjaga Kebugaran Pemain Persib Hampir Mustahil
Persoalan jadwal padat semakin terasa setelah Persib bermain imbang 2-2 melawan Dewa United. Tim tidak memiliki banyak waktu untuk memulihkan kondisi sebelum kembali bertanding di ACL 2 menghadapi The Cong Viettel.
Jarak pertandingan yang singkat membuat tim pelatih harus memperhatikan kondisi setiap pemain sebelum menentukan komposisi skuad. Kebugaran menjadi salah satu faktor penting, bahkan dapat memengaruhi pilihan strategi yang disiapkan untuk pertandingan berikutnya.
Thom Haye menggambarkan bagaimana para pemain harus mengerahkan tenaga maksimal setiap hari demi menjaga daya saing Persib.
“Melihat kondisi tim sekarang, saya bisa katakan setiap pemain mengerahkan segalanya setiap hari,” katanya.
Dia mengakui bahwa mempertahankan kebugaran seluruh pemain untuk setiap pertandingan dalam situasi seperti sekarang bukan perkara mudah.
“Satu-satunya fokus kami saat ini adalah berusaha tetap bugar di setiap pertandingan, dan itu hampir mustahil,” ujar Thom.
Gelandang Persib tersebut juga menyinggung kondisi pemain yang harus ditarik keluar ketika menghadapi Dewa United, sementara pertandingan berikutnya sudah menanti dalam waktu dekat.
“Laga melawan Dewa United (2-2) Anda melihat para pemain yang berjuang habis-habisan harus ditarik keluar, sementara dua hari lagi kami harus bertanding kembali (vs The Cong Viettel),” tuturnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan kebugaran bukan hanya menyangkut kesiapan individu, tetapi juga menjadi tantangan dalam menjaga konsistensi permainan Persib di berbagai kompetisi.
Fasilitas Recovery Persib Disorot, Thom Haye Pilih Tempat Marc Klok
Sorotan Thom Haye tidak berhenti pada jadwal pertandingan. Dia secara khusus menyinggung fasilitas pemulihan fisik yang menurutnya belum mampu memenuhi kebutuhan pemain setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi.
Thom bahkan mengaku lebih memilih mendatangi tempat milik kapten Persib, Marc Klok, ketika ingin menjalani latihan pemulihan dibandingkan menggunakan fasilitas yang tersedia di klub.
“Jika saya ingin menjalani latihan pemulihan, bagi saya lebih baik pergi ke tempat Marc (Klok) daripada ke klub, karena di klub, saya tidak bisa memulihkan kondisi,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kritik Thom Haye terhadap dukungan fasilitas bagi skuad Persib. Menurutnya, penambahan kompetisi semestinya diikuti dengan peningkatan sarana yang dapat membantu pemain mengembalikan kebugaran secara optimal.
“Hal-hal seperti inilah yang seharusnya dibenahi jika ingin menambah kompetisi seperti Shopee Cup,” katanya.
Pemulihan yang memadai menjadi bagian penting dalam menjaga performa pemain sepanjang musim. Tanpa dukungan yang sesuai, padatnya pertandingan berpotensi membuat pemain kesulitan mencapai kondisi terbaik secara konsisten.
Persib Tak Lagi Hanya Memikirkan Susunan Pemain Terbaik
Persoalan kebugaran juga berdampak pada pertimbangan tim pelatih ketika menyusun strategi. Dalam kondisi ideal, komposisi pemain dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan taktik, karakter lawan, serta kombinasi terbaik di setiap lini.
Namun, Thom Haye menilai situasi Persib saat ini membuat pertimbangan kebugaran menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingkan.
Tim tidak selalu dapat memilih pemain berdasarkan susunan terbaik di atas kertas. Sebaliknya, kesiapan fisik pemain untuk menjalani pertandingan menjadi pertimbangan utama.
“Jadi, sekarang situasinya untuk laga berikutnya kami tidak lagi melihat bagaimana menurunkan susunan tim terbaik, melainkan siapa saja pemain yang sedang bugar, paham kan?” pungkasnya.
Pernyataan Thom Haye menjadi gambaran tantangan yang harus dihadapi Persib Bandung pada musim 2026-2027. Ambisi mempertahankan prestasi di kompetisi domestik sekaligus bersaing di Asia membutuhkan kesiapan skuad, manajemen kebugaran, dan dukungan fasilitas yang sejalan dengan padatnya jadwal.
Bagi Persib, menjaga pemain tetap bugar menjadi pekerjaan penting agar Maung Bandung bisa terus bersaing di tengah tuntutan empat kompetisi yang berjalan sepanjang musim.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










