Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Live Streaming Semen Padang vs Persib, Siapa Tumbang di Padang?

Minggu, 5 April 2026 18:16 WIB

Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa

Minggu, 5 April 2026 17:10 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Heboh, Identitas Pemeran Jadi Tanda Tanya

Minggu, 5 April 2026 16:33 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Live Streaming Semen Padang vs Persib, Siapa Tumbang di Padang?
  • Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa
  • Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Heboh, Identitas Pemeran Jadi Tanda Tanya
  • Viral Lagi! Hendrik MBG Bikin Macet Bandung Gara-Gara Parkir Sembarangan
  • Misi Juara Dimulai! Persib Hadapi Final Pertama di Padang
  • Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet
  • Real atau Settingan? Video 7 Menit ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Viral, Netizen Ramai Cari Part 2
  • Stadion Padang Full, Klok Malah Tantang Lawan: Kami Datang untuk Menang!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 5 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tolak Beri Uang Tambahan, Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman

By SusanaMinggu, 5 April 2026 11:17 WIB2 Mins Read
Ilustrasi korban meninggal dunia. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tragedi berdarah terjadi di tengah suasana hajatan warga di Kabupaten Purwakarta. Seorang pemilik acara bernama Dadang (58) dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok orang yang meminta uang tambahan.

Peristiwa ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian, sementara Satreskrim Polres Purwakarta masih memburu para pelaku yang diduga berjumlah lebih dari dua orang.

Keributan Berawal dari Permintaan Uang di Acara Hajatan

Insiden tragis tersebut terjadi di sebuah hajatan yang digelar di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta.

Menurut keterangan keluarga, awalnya para pelaku datang ke lokasi acara dan meminta sejumlah uang. Permintaan tersebut sempat dipenuhi oleh pihak keluarga.

Namun, situasi berubah mencekam ketika kelompok tersebut kembali datang dan meminta uang tambahan hingga mencapai Rp500 ribu.

Baca Juga:  Dijamin Betah, 3 Tempat Wisata di Purwakarta Ini Sajikan Pemandangan Memukau

“Awalnya cuma minta uang, sekali dikasih, mereka minta lagi sampai Rp500 ribu,” ungkap Asep Wahyu, adik korban.

Permintaan berulang itu memicu ketegangan hingga akhirnya terjadi keributan di lokasi acara.

Diduga Dikeroyok Lebih dari Dua Orang

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang berujung maut tersebut.

Ia menyebut keributan di tengah acara hajatan berubah menjadi aksi kekerasan yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri.

“Diduga ada sekelompok orang membuat keributan di acara hajatan yang kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Enjang, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:  Ciptakan SDM Berkualitas, Desa Sukajaya Hadirkan Beasiswa untuk Warga Berprestasi

Polisi menduga pelaku lebih dari dua orang dan saat ini masih dalam proses pengejaran.

Ditemukan Barang Bukti Bambu di Lokasi Kejadian

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk memukul korban.

Benda tersebut diduga menjadi alat yang menyebabkan korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga akhirnya tidak tertolong meski sempat dibawa ke rumah sakit.

“Di TKP kita menemukan sebuah belahan bambu yang diduga dipukulkan ke kepala korban,” kata AKP Enjang.

Baca Juga:  Muhammad Adi Hardiana Jabat Ketua DPC 234 SC Purwakarta Secara Aklamasi

Suasana Hajatan Berubah Mencekam

Peristiwa tersebut membuat suasana pesta pernikahan yang semula penuh kebahagiaan berubah menjadi kepanikan.

Sejumlah tamu undangan dilaporkan berhamburan menyelamatkan diri, sementara keluarga dan warga sekitar berusaha memberikan pertolongan kepada korban.

Pihak kepolisian kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap motif pasti serta identitas para pelaku.

Polisi Lakukan Pengejaran Pelaku

Satreskrim Polres Purwakarta memastikan telah bergerak cepat melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.

Polisi juga menyatakan bahwa jumlah pelaku diperkirakan lebih dari dua orang dan masih terus dikembangkan.

“Mohon doanya, kami bergerak cepat agar para pelaku segera tertangkap,” ujar AKP Enjang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal hari ini hajatan berdarah kampung cikumpay pemilik hajatan tewas pengeroyokan purwakarta preman minta uang purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Suaranya Bikin Merinding! Siswa Kelas SD Baca UUD 1945 Tanpa Teks, Pejabat Belum Tentu Bisa

Viral Lagi! Hendrik MBG Bikin Macet Bandung Gara-Gara Parkir Sembarangan

Bukan Sekadar Meme! Ini Sejarah Kopo Bandung yang Kini Jadi Sorotan Warganet

Sok Kuasa! Akses Jalan Perumahan Ditutup Paksa, Ngaku Tanah Pribadi Padahal Fasum!

Heboh! Benda Terbang Misterius Terlihat di Langit Lampung Timur, Warga Dengar Suara Ledakan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Terpopuler
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
  • Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri yang Bikin Penasaran, Link Telegram Banyak Dicari
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.