bukamata.id – Pemerintah resmi menggandeng UMKM dalam program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui peluncuran perdana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Acara bersejarah ini dihelat di Pesantren Al Kasyaf, Cileunyi, pada Senin (19/5/2025).
Langkah ini dipandang sebagai sinergi konkret antara kekuatan UMKM dan agenda nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. UMKM diyakini memegang peranan vital sebagai garda terdepan dalam menyediakan asupan bergizi secara berkelanjutan untuk jutaan anak Indonesia.
Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata instruksi presiden untuk mencetak generasi emas.
“Saya bersama Pak Dadan dan Pak Helvi hadir memastikan program MBG berjalan baik. UMKM adalah tulang punggung ekonomi, dan kini menjadi garda depan dalam menyediakan makanan bergizi untuk anak bangsa,” tegasnya.
Maman juga menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada partisipasi aktif UMKM dari berbagai daerah yang akan dilibatkan secara bertahap.
Senada, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyoroti pentingnya kualitas layanan.
“Kami mewajibkan pelatihan ulang setiap dua bulan bekerja sama dengan pemda, dinas kesehatan, lingkungan, hingga BPOM. Dengan pola Sabtu-Minggu pelatihan dan Senin-Jumat tetap operasional, maka produktivitas UMKM bisa tetap terjaga,” jelasnya.
Sebagai langkah awal yang nyata, dalam piloting SPPG Ramah UMKM di Cileunyi, Kementerian UMKM, BPJS Ketenagakerjaan, dan BGN mendaftarkan para pekerja di SPPG milik Pondok Pesantren Yayasan Al-Kasyaf ke dalam program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Deputi Bidang Kepesertaan Program Khusus dan Keagenan BPJS Ketenagakerjaan, Ady Hendrata, menyambut baik kolaborasi ini.
“Dengan melibatkan sektor UMKM pada program MBG, program ini bukan hanya mampu mencerdaskan generasi bangsa melalui pemenuhan gizi, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi kerakyatan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Tidak hanya membangun dari pusat tetapi membangun dari ladang, dari dapur, dari pasar dan dari tangan-tangan pekerja kecil yang menopang keberlangsungan hidupnya. Di sini BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai wujud nyata komitmen negara untuk melindungi para pekerja yang terlibat didalamnya dari risiko risiko sosial yang dapat terjadi.”
Dalam acara tersebut, selain penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan, juga diserahkan manfaat jaminan sosial senilai total Rp722 juta kepada tiga ahli waris pengusaha UMKM, meliputi santunan kematian, Jaminan Hari Tua, dan beasiswa pendidikan.
“Kami meyakini ketahanan pangan perlu didukung dengan perlindungan sosial dibelakangnya, karena ini bukan hanya soal perlindungan tapi soal keberlanjutan hidup rakyat yang berkeadilan serta memastikan bahwa setiap keringat kerja rakyat mendapatkan tempat yang layak dalam pembangunan nasional,” imbuh Ady.
Ady optimis bahwa sinergi apik antara pemerintah, UMKM, dan BPJS Ketenagakerjaan akan menciptakan ekosistem perlindungan yang inklusif bagi seluruh pekerja, mewujudkan “Indonesia emas yang bebas cemas”.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











