bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat viral mengenai gaya hidup sehat tanpa konsumsi obat-obatan kimia. Dalam pernyataannya, Dedi menekankan bahwa kesehatan tubuh dapat dijaga melalui cara-cara alami tanpa ketergantungan pada obat.
“Semoga sehat dengan berolahraga, sehat menikmati sinar matahari, sehat minum air putih, kemudian sehat mengonsumsi makanan yang berserat dan bernutrisi, dan kemudian menghindari stres,” ujar Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Sabtu (26/7/2025).
Menurut Dedi, prinsip tersebut membuat tubuhnya tetap prima dan jarang mengalami sakit.
“Itu prasyarat kesehatan yang membuat tubuh saya selalu bugar. Saya pernah menyampaikan, saya tidak pernah sakit, kemudian ada yang ngingetin muncul tayangan saya lagi dirawat,” ucapnya.
Tayangan yang dimaksud merujuk pada video lama yang memperlihatkan Dedi tengah menjalani prosedur medis di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Dalam video itu, Dedi terlihat menjalani tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) yang dipimpin langsung oleh dr. Terawan Agus Putranto, mantan Menteri Kesehatan RI.
Dedi membantah bahwa dirinya tengah sakit saat itu. Ia menjelaskan, prosedur DSA yang dijalaninya merupakan langkah pencegahan untuk menjaga kebugaran pembuluh darah.
“Saya sampaikan, pada saat Covid saya menjadi relawan dari vaksin, kalau nggak salah namanya vaksin Merah Putih yang digagas oleh dokter Terawan,” ungkapnya. “Kemudian, dokter Terawan menawarkan program DSA, dan saya mengikuti program DSA. Apa itu DSA? Program untuk menjaga kebugaran tubuh dari berbagai sumbatan di saluran darah.”
Ia menegaskan bahwa saat mengikuti prosedur tersebut, dirinya berada dalam kondisi sehat.
“Waktu itu saya tergambar seolah-olah sedang sakit di RSPAD. Jadi saya mengikuti program DSA bukan karena sakit, tetapi memang saya dalam keadaan sehat, tetapi saya ingin agar menjaga vitalitas dan kebugaran,” jelas Dedi.
Dedi juga mengungkap bahwa tindakan itu dilakukan atas saran dokter saraf yang mendeteksi adanya indikasi penyumbatan aliran darah ke otak.
Sebelumnya diberitakan, pernyataan Dedi Mulyadi mengenai gaya hidup sehat tanpa konsumsi obat-obatan kimia menjadi bahan perbincangan warganet. Isu ini mencuat di tengah polemik kasus makan gratis dalam acara pernikahan anaknya, yang berujung pada meninggalnya tiga orang warga.
Namun, publik menyoroti inkonsistensi narasi tersebut ketika ditemukan rekam medis Dedi menjalani prosedur Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSPAD Jakarta pada tahun 2022. Ia sempat menjalani tindakan medis modern yang melibatkan anestesi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










