Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Usai Indonesia Juara, Justin Hubner Ungkap Ancaman Serius yang Menimpa Keluarganya

Rabu, 7 Oktober 2026 05:00 WIB

Persib vs The Cong Viettel Segera Digelar, Ini Daftar Harga Tiket di Si Jalak Harupat

Rabu, 7 Oktober 2026 04:00 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Rabu, 7 Oktober 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Usai Indonesia Juara, Justin Hubner Ungkap Ancaman Serius yang Menimpa Keluarganya
  • Persib vs The Cong Viettel Segera Digelar, Ini Daftar Harga Tiket di Si Jalak Harupat
  • Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya
  • Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang
  • Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Viral Warga Bener Meriah Jalan Kaki Puluhan Kilometer Demi Sembako dan BBM, Bupati: Itu Pedagang

By Aga GustianaJumat, 19 Desember 2025 19:55 WIB5 Mins Read
Warga Bener Meriah, Aceh tempuh puluhan kilometer demi sembako. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Langkah kaki menjadi satu-satunya harapan. Di antara lumpur, tanjakan curam, dan sisa-sisa longsor, ribuan warga dari Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah terpaksa menempuh perjalanan darat yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Puluhan kilometer dilalui dengan berjalan kaki, bukan untuk bekerja atau merantau, melainkan demi satu hal paling mendasar: bertahan hidup.

Sejak akhir November hingga awal Desember 2025, bencana banjir bandang dan longsor memutus akses jalan utama yang menghubungkan wilayah dataran tinggi Gayo dengan daerah pesisir Aceh. Jalur nasional Bener Meriah–Lhokseumawe, yang dikenal sebagai jalur KKA, lumpuh total. Lebih dari dua pekan, jalur vital ini tak bisa dilalui kendaraan apa pun.

Dampaknya langsung terasa. Distribusi logistik terhenti, pasokan bahan pangan menipis, dan bahan bakar minyak menjadi barang langka. Sekitar 177 ribu warga di Bener Meriah dan Aceh Tengah dilaporkan terdampak langsung. Di banyak kampung, rak-rak toko kosong, dapur mulai kehabisan bahan makanan, dan harga kebutuhan melonjak drastis.

Di tengah keterisolasian itu, warga memilih jalan paling berat: berjalan kaki menuju wilayah tetangga seperti Bireuen dan Aceh Utara untuk mencari beras, minyak goreng, hingga BBM. Anak-anak, orang dewasa, bahkan lansia ikut dalam rombongan panjang yang setiap hari melintasi jalur darurat.

“Nggak Jalan Nggak Makan”

Medan yang dilalui bukan jalan biasa. Jalur setapak berlumpur, tanjakan terjal, serta sungai-sungai kecil harus diseberangi. Di beberapa titik, lumpur setinggi lutut membuat langkah terasa dua kali lebih berat. Karung-karung dipanggul di punggung, jeriken digenggam erat, dan wajah-wajah letih menjadi pemandangan sehari-hari.

Salah satu simbol yang viral di media sosial adalah tulisan sederhana di karung yang dipanggul warga: “Nggak jalan nggak makan.” Kalimat singkat itu seakan merangkum seluruh situasi yang mereka hadapi—sebuah keterpaksaan akibat infrastruktur yang runtuh dan bantuan yang belum sepenuhnya menjangkau.

Baca Juga:  Viral Mobil-mobil Hanyut Terseret Banjir Bandang di Sukabumi

Di Desa Kem, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah, jalur darat darurat berubah seperti lorong kehidupan. Arus pejalan kaki meningkat tajam dari hari ke hari. Ketua Posko Rakyat Bener Meriah, Mahlizar, menyaksikan langsung bagaimana jalur tersebut dipenuhi warga yang lalu-lalang tanpa henti.

“Lalu lalang orang sudah seperti pasar. Tidak sedikit pejalan kaki yang merasa kelelahan. Bahkan sakit karena medan yang dilalui sangat berat, jalanan setapak berlumpur sampai ke lutut,” ujar Mahlizar saat memberikan keterangan kepada awak media pada Jumat (12/12).

Menurutnya, banyak warga yang tiba di posko dalam kondisi lemas, mengalami kram, bahkan demam. Ia menilai bantuan medis di jalur tersebut bukan lagi kebutuhan tambahan, melainkan keharusan.

“Kami mengajak pihak-pihak terkait untuk segera mendirikan posko kesehatan di sana, banyak warga kelelahan karena menempuh jarak yang cukup jauh,” lanjutnya.

BBM Dipanggul Manusia

Krisis tak hanya menyangkut pangan. BBM menjadi komoditas paling krusial, terutama untuk mengoperasikan alat berat yang digunakan membuka jalan dan membersihkan material longsor. Namun ironisnya, BBM justru harus diangkut dengan cara paling tradisional: dipanggul manusia.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah membenarkan penggunaan jasa kuli panggul untuk mendistribusikan BBM dari Aceh Utara. Para pekerja berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer melewati jalur berlumpur sambil memanggul jeriken berisi bahan bakar.

“Benar (sewa jasa kuli panggul). Kondisinya saat ini kita belum menerima BBM yang dipasok melalui udara dari pemerintah,” ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Bener Meriah, Ilham Abdi, Rabu (10/12).

Baca Juga:  Usai Gempa Garut, BMKG Minta Warga Jabar Waspadai Bencana Longsor hingga Banjir Bandang

Setiap jeriken berisi sekitar 25 liter BBM, dengan upah Rp200 ribu per jeriken. Jalur tersebut tak memungkinkan dilalui kendaraan karena tertutup lumpur tebal, kayu, dan sisa material longsor.

BBM hasil panggulan ini menjadi nyawa bagi alat berat yang bekerja membuka jalan. Tanpa itu, proses pemulihan terancam berhenti total.

Pemulihan yang Tak Mudah

Pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian Sosial terus menyalurkan bantuan darurat, baik lewat udara maupun jalur darat alternatif. Alat berat dikerahkan, jembatan darurat bailey direncanakan, dan longsoran mulai dibersihkan.

Namun tantangan di lapangan masih besar. Tanah yang labil, hujan yang belum sepenuhnya berhenti, serta keterbatasan BBM membuat proses pemulihan berjalan lambat. Hingga Kamis (11/12), sebagian timbunan longsor memang telah dibersihkan, tetapi jalan yang terbuka masih berlumpur dan belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

Di tengah situasi itu, imbauan kepada masyarakat terus disampaikan agar tetap waspada dan berkoordinasi dengan posko bencana setempat.

Klarifikasi Bupati dan Polemik

Di tengah keprihatinan publik, viral video dan foto rombongan warga yang berjalan kaki puluhan kilometer memicu perhatian nasional. Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, akhirnya angkat bicara.

“(Saya mengetahui narasi) tentang Warga Bener Meriah, berangkat berbondong-bondong untuk mengambil beras,” kata Tagore sebagaimana dikutip dari unggahan Instagram @undercover.id, Jumat (19/12/2025).

“Ini sebenarnya saya tidak bantah, karena dalam situasi seperti ini kita tidak boleh saling menyalahkan,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah membuka dapur umum di wilayah terdampak.

Baca Juga:  Bupati Aceh Selatan Pergi Umroh di Tengah Bencana, 7 Fakta Ini Bikin Netizen Geram

“Kami sudah buka dapur umum di Burpasi, tapi ternyata yang makan di situ adalah pedagang-pedagang di Aceh Tengah,” terangnya.

“Yang bawa minyak, yang bawa beras itu pedagang,” imbuh Tagore.

Meski demikian, ia mengakui ada sebagian warga Bener Meriah yang ikut berjalan di jalur KKA.

“Tidak kami pungkiri hanya beberapa persen, ada warga yang berangkat ke sana,” ujarnya.

Menurut Tagore, rombongan tersebut didominasi pedagang yang menjajakan barang dengan harga lebih murah.

“Rakyat yang punya uang, timbul kekhawatiran atau trauma dia beli ke sana,” tuturnya.

“Jadi artinya, kalau kita lihat di lapangan, foto-foto (di media sosial) itu pedagang,” ucap Tagore.

Ia juga menyebut munculnya pasar-pasar darurat di sepanjang jalur.

“Tumbuh pasar-pasar di setiap sudut, lebih dekat ke Lombok atau Aceh Utara. Harga lebih murah menuju ke Benar Meriah,” tandasnya.

Kritik dan Empati Publik

Pernyataan tersebut justru memicu kritik keras di media sosial. Sejumlah warganet menilai klarifikasi itu tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan dan minim empati.

“Pak Tagor, warga Anda capek jalan menjemput logistik berjalan kaki, malah Anda katakan mereka cuman pedagang,” tulis akun @BraderJr.

“Yang benar pak, pedagang sebanyak itu mau dagang ke siapa? yang jelas itu warga, pedagang paling hanya puluhan orang,” tulis akun @AmranBakkara.

Di tengah polemik, satu hal tak terbantahkan: ribuan warga masih berjuang di jalur darat yang rusak, memanggul beban berat di punggung mereka. Selama akses belum sepenuhnya pulih, langkah kaki itulah yang menjadi penopang hidup—di tengah lumpur, hujan, dan ketidakpastian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bandang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.