Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Minggu, 3 Mei 2026 21:07 WIB

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Minggu, 3 Mei 2026 20:41 WIB

BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja

Minggu, 3 Mei 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib
  • Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045
  • BREAKING! Persib Bandung Dikabarkan Gaet Winger Brasil dari Liga Kamboja
  • HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman
  • Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying
  • Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah
  • Modal Kuat Persib! Federico Barba Ungkap Kondisi Tim Jelang Laga
  • Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’ Trending, Warganet Diminta Waspada
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 3 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

11 Wanita Diduga PSK Terjaring Razia Pekat di Bogor, Empat Terinfeksi HIV

By Aga GustianaSabtu, 17 Mei 2025 10:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi razia PSK
Ilustrasi razia PSK. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebelas wanita yang diduga sebagai pelaku prostitusi online berhasil diamankan dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh Satpol PP bersama Garnisun dan kepolisian di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis malam (15/5/2025).

Razia dilakukan dengan menyisir beberapa kontrakan dan indekos yang diduga menjadi lokasi transaksi prostitusi melalui aplikasi Michat. Dari empat indekos yang disisir, petugas mengamankan 11 wanita yang diduga sebagai PSK.

Rincian Penangkapan PSK dan Pelanggan

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Bogor, Anwar Anggana, menjelaskan kronologi razia tersebut.

“(Total diamankan) berjumlah 11 Wanita Tuna Susila yang diduga sebagai PSK melalui aplikasi Michat, dibawa ke Mako Satpol PP untuk didata dan diserahkan kepada Dinas Sosial,” ujar Anwar, Jumat (16/5/2025).

Baca Juga:  Jadi Favorit Wisatawan, Ini 4 Rekomendasi Kuliner Khas Bogor

Adapun lokasi penangkapan tersebar di beberapa titik yakni:

  • Kontrakan di wilayah Ciriung, diamankan 4 wanita.
  • Kontrakan di daerah Pabuaran, diamankan 3 wanita.
  • Kontrakan lain di sekitar Puri, diamankan 1 wanita.
  • Sisa 3 wanita diamankan di kontrakan lain yang juga diduga sebagai PSK dan pelanggan Michat.

Tak hanya wanita, satu pria yang diduga sebagai pelanggan atau “pria hidung belang” turut diamankan dalam operasi ini.

“Satu orang laki laki hidung belang turut diamankan,” tambah Anwar.

Pemeriksaan Kesehatan dan Temuan HIV/AIDS

Dalam pemeriksaan kesehatan yang dilakukan terhadap para wanita yang diamankan, petugas menemukan fakta mengkhawatirkan. Empat dari sebelas wanita diduga PSK tersebut dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS.

Baca Juga:  Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk Saat KBM Berlangsung, Siswa Alami Luka-Luka

“Telah melakukan kegiatan PEKAT tadi malam yang mendapatkan 11 diduga wanita tuna susila. Dari hasil yang didalami, 4 orang mengidap HIV/AIDS, dalam pantauan penggiat/pendamping HIV,” jelas Anwar.

Sementara tujuh wanita lainnya dinyatakan negatif HIV/AIDS. Mereka selanjutnya dirujuk ke Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial Tuna Susila (SPRTS) Sukabumi untuk mendapatkan rehabilitasi dan pendampingan sosial.

“7 orang wanita tuna susila dirujuk langsung kepada Balai SPRTS Sukabumi,” ujar Anwar.

Upaya Penanganan dan Pencegahan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor menyatakan akan terus memantau proses rehabilitasi dan pemulihan para wanita tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari program penanganan penyakit masyarakat yang tidak hanya mengedepankan penindakan hukum tetapi juga pembinaan dan edukasi kesehatan.

Baca Juga:  MUI Jabar Minta Tempat Hiburan Malam Tutup Selama Ramadhan, Ormas Tak Perlu Gelar Razia

Menurut pakar kesehatan masyarakat, Dr. Siti Handayani, MPH, pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS di kalangan PSK sangat penting dan membutuhkan sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga sosial.

“Deteksi dini dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci untuk mengurangi risiko penularan HIV pada komunitas rentan,” ungkap Dr. Siti dalam seminar kesehatan masyarakat di Jakarta, 2024.

Razia penyakit masyarakat (pekat) seperti ini juga menjadi langkah strategis aparat untuk menekan peredaran prostitusi online yang berdampak pada kesehatan dan sosial masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bogor hiv Kabupaten Bogor PSK razia wanita
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

HUT ke-40, PATELKI Tekankan Skrining Kesehatan Jadi Gaya Hidup Wajib

Resmi! BKPRMI Kabupaten Bandung Dilantik, Usung Visi Generasi Emas 2045

Tragedi Internship Dokter Muda di Palembang, Kemenkes Turun Tangan Usut Dugaan Bullying

Mojang Bandung Meta Meliani Halawa: Menenun Masa Depan Lewat Rajutan Bisnis Sejak Bangku Sekolah

Bukan Anak Biasa! Aksi Gila Elnathan di Lintasan Slalom Bikin Dunia Skating Heboh

Mencekam! Detik-Detik Longsor Hantam Proyek PLTA Upper Cisokan Viral

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.