bukamata.id – Bencana tanah longsor menerjang area proyek strategis nasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan pada Jumat siang (1/5/2026). Lokasi kejadian berada di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah rekaman detik-detik longsor viral di media sosial, memperlihatkan suasana mencekam di kawasan proyek.
Detik-Detik Longsor Terekam Kamera
Dalam video yang beredar, terlihat material tanah dan bebatuan runtuh dari tebing tinggi di kawasan perbukitan proyek. Longsoran diawali dari guguran kecil di bagian tengah tebing, lalu meluas menjadi runtuhan besar yang meluncur deras ke bawah lereng.
Debu tebal langsung membumbung tinggi, disertai suara gemuruh keras yang mengguncang area sekitar. Visual tersebut memperlihatkan betapa dahsyatnya longsor yang terjadi di lokasi pembangunan terowongan air.
Kondisi tebing yang longsor diketahui memiliki struktur tanah terbuka dengan vegetasi minim, sehingga rentan terhadap pergerakan tanah.
Hujan Deras Diduga Jadi Pemicu
Camat Rongga, Asep Badrup Muin, mengungkapkan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Berdasarkan hasil pengamatan awal, intensitas hujan tinggi sebelum kejadian diduga menjadi faktor utama yang memicu longsor.
“Titik longsor berada di atas area pembangunan dua terowongan air atau tunnel,” jelasnya.
Lokasi tersebut dikenal masyarakat sebagai Bukit Pasir Datar di Kampung Cimarel, Desa Sukaresmi, Kecamatan Rongga.
Secara teknis, area terdampak berada di titik Tailrace Tunnel Outlet (TTO) atau area CTY dalam proyek PLTA Upper Cisokan.
Tidak Ada Korban Jiwa
Meski longsor menimbun area kerja konstruksi, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Hal tersebut karena aktivitas proyek sedang dihentikan sementara akibat hari libur.
“Sudah kami pastikan tidak ada korban karena kebetulan hari ini memang libur kerja,” tegas Asep Badrup.
Aktivitas Proyek Dihentikan Sementara
Pasca kejadian, pihak PT PLN (Persero) langsung menghentikan sementara aktivitas di area terdampak untuk memastikan kondisi aman.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan tidak ada warga sekitar yang terdampak langsung oleh longsoran tersebut.
Longsor di proyek PLTA Upper Cisokan menjadi pengingat pentingnya mitigasi risiko di kawasan proyek besar, terutama di wilayah dengan kondisi geografis rawan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










