Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 06:00 WIB

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 02:00 WIB

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal

Minggu, 28 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
  • Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purwakarta Siaga: Tanah Bergerak Terus Meluas, Warga Dilarang Mendekat

By Aga GustianaRabu, 18 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada warga agar menjauhi kawasan terdampak tanah bergerak di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bencana susulan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.

Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, menyebut bahwa Desa Pasirmunjul memang termasuk dalam wilayah dengan tingkat kerawanan tanah bergerak yang tinggi. Ia menegaskan perlunya penanganan darurat yang cepat dan terstruktur untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Segala upaya berupa bantuan logistik semaksimal mungkin untuk segera didistribusikan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian. Jadi kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sekitar lokasi bencana,” kata Norman dikutip Rabu (18/6/2025).

Norman juga mengungkapkan bahwa saat ini pergerakan tanah terjadi dengan selang waktu sekitar satu jam, lebih jarang dibandingkan sebelumnya yang hanya lima menit sekali. Meskipun demikian, risiko bencana tetap tinggi sehingga warga diharapkan tidak mendekati lokasi tersebut.

Baca Juga:  Dahsyatnya Banjir Bandang Cisolok Sukabumi: Sungai Mengamuk, Kampung Luluh Lantak
Ilustrasi pergerakan tanah. (Shutterstock)

Dampak Meluas, Ratusan Warga Mengungsi

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, bencana tanah bergerak di Pasirmunjul telah memaksa sekitar 250 warga untuk mengungsi. Sementara itu, laporan sementara menunjukkan bahwa 70 bangunan mengalami kerusakan. Rinciannya, 57 rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, delapan rumah rusak ringan, serta satu fasilitas umum dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan berat.

Bencana ini disebut sebagai yang terbesar sejak tahun 2007, menurut laporan Pemkab Purwakarta yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan lembaga terkait lainnya seperti Baznas.

Baca Juga:  BPBD Kabupaten Bandung Distribusikan Logistik Kebencanaan, Antisipasi Bencana saat Pencoblosan

Dalam rentang waktu 11 hingga 14 Juni 2025, tanah ambles dilaporkan telah menjalar sejauh 20 meter dari titik awal dan terus bertambah setiap 10 menit. Dampaknya pun bukan hanya pada hunian, tetapi juga terhadap situs pemakaman keluarga di Kampung Cigintung yang terpaksa dipindahkan.

Kondisi Geologi Berisiko Tinggi

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, fenomena tanah bergerak di Pasirmunjul bukan kali pertama terjadi. Aktivitas serupa telah terdeteksi sejak Minggu, 20 April 2025, dan terus berulang di beberapa tanggal penting: 23 April, 19 Mei, 21 Mei, hingga terakhir pada Sabtu, 14 Juni.

Baca Juga:  Ahmad Syaikhu Beberkan Tiga Strategi ASIH soal Mitigasi Bencana di Jabar

Secara geologis, wilayah tersebut berada di ketinggian sekitar 370 meter di atas permukaan laut dan didominasi oleh perbukitan dengan lereng yang cukup curam. Kondisi morfologi inilah yang menjadikan Pasirmunjul sangat rentan terhadap pergerakan tanah.

Langkah Lanjutan

Inventarisasi kebutuhan logistik dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemkab Purwakarta menegaskan bahwa segala bentuk bantuan akan segera disalurkan untuk mendukung para pengungsi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan guna memastikan keselamatan bersama. Pemerintah juga mengingatkan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam BPBD Jawa Barat Pasirmunjul pengungsian rumah rusak tanah bergerak Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.