Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC

Rabu, 12 Agustus 2026 09:05 WIB

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Rabu, 12 Agustus 2026 08:20 WIB

PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen

Rabu, 12 Agustus 2026 08:17 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menguji Kekuatan di Pulau Dewata: Persib Siap Duel Lintas Negara Lawan Sabah FC
  • Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg
  • PERSIB Pastikan FIFA Registration Ban Resmi Dicabut Permanen
  • Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya
  • PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos
  • Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat
  • Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP
  • Klaim Saldo DANA Gratis Ratusan Ribu Hari Ini, Rabu 12 Agustus 2026: Intip Cara Cepat Tanpa Aplikasi Tambahan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Purwakarta Siaga: Tanah Bergerak Terus Meluas, Warga Dilarang Mendekat

By Aga GustianaRabu, 18 Juni 2025 14:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi pergerakan tanah. (iStockphoto)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan imbauan tegas kepada warga agar menjauhi kawasan terdampak tanah bergerak di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi bencana susulan yang bisa membahayakan keselamatan jiwa.

Sekretaris Daerah Purwakarta, Norman Nugraha, menyebut bahwa Desa Pasirmunjul memang termasuk dalam wilayah dengan tingkat kerawanan tanah bergerak yang tinggi. Ia menegaskan perlunya penanganan darurat yang cepat dan terstruktur untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Segala upaya berupa bantuan logistik semaksimal mungkin untuk segera didistribusikan sebagai pemenuhan kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian. Jadi kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sekitar lokasi bencana,” kata Norman dikutip Rabu (18/6/2025).

Norman juga mengungkapkan bahwa saat ini pergerakan tanah terjadi dengan selang waktu sekitar satu jam, lebih jarang dibandingkan sebelumnya yang hanya lima menit sekali. Meskipun demikian, risiko bencana tetap tinggi sehingga warga diharapkan tidak mendekati lokasi tersebut.

Ilustrasi pergerakan tanah. (Shutterstock)

Dampak Meluas, Ratusan Warga Mengungsi

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, bencana tanah bergerak di Pasirmunjul telah memaksa sekitar 250 warga untuk mengungsi. Sementara itu, laporan sementara menunjukkan bahwa 70 bangunan mengalami kerusakan. Rinciannya, 57 rumah rusak berat, tiga rumah rusak sedang, delapan rumah rusak ringan, serta satu fasilitas umum dan satu tempat ibadah mengalami kerusakan berat.

Bencana ini disebut sebagai yang terbesar sejak tahun 2007, menurut laporan Pemkab Purwakarta yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dan lembaga terkait lainnya seperti Baznas.

Dalam rentang waktu 11 hingga 14 Juni 2025, tanah ambles dilaporkan telah menjalar sejauh 20 meter dari titik awal dan terus bertambah setiap 10 menit. Dampaknya pun bukan hanya pada hunian, tetapi juga terhadap situs pemakaman keluarga di Kampung Cigintung yang terpaksa dipindahkan.

Kondisi Geologi Berisiko Tinggi

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, fenomena tanah bergerak di Pasirmunjul bukan kali pertama terjadi. Aktivitas serupa telah terdeteksi sejak Minggu, 20 April 2025, dan terus berulang di beberapa tanggal penting: 23 April, 19 Mei, 21 Mei, hingga terakhir pada Sabtu, 14 Juni.

Secara geologis, wilayah tersebut berada di ketinggian sekitar 370 meter di atas permukaan laut dan didominasi oleh perbukitan dengan lereng yang cukup curam. Kondisi morfologi inilah yang menjadikan Pasirmunjul sangat rentan terhadap pergerakan tanah.

Langkah Lanjutan

Inventarisasi kebutuhan logistik dan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Pemkab Purwakarta menegaskan bahwa segala bentuk bantuan akan segera disalurkan untuk mendukung para pengungsi.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan guna memastikan keselamatan bersama. Pemerintah juga mengingatkan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam situasi darurat seperti ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam BPBD Jawa Barat Pasirmunjul pengungsian rumah rusak tanah bergerak Purwakarta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Cabai Tanjung di Bandung Meroket Tembus Rp100 Ribu per Kg

Bansos

PKH dan BPNT Agustus 2026 Cair! Begini Cara Cek Status Penerima Bansos

Bansos Ibu Hamil 2026 Cair Rp750 Ribu! Cek Penerima PKH Pakai NIK KTP

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.