Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Rabu, 7 Oktober 2026 03:00 WIB

Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang

Rabu, 7 Oktober 2026 02:00 WIB

Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan

Rabu, 7 Oktober 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya
  • Surga Kuliner Tanah Sunda: 10 Makanan Khas Subang Paling Autentik dan Wajib Dibawa Pulang
  • Pesona Tersembunyi Tanah Sunda: 7 Surga Wisata Subang Paling Hits untuk Liburan Akhir Pekan
  • Belum Sempat Istirahat, Persib Langsung Latihan di Bangkok Jelang Lawan Port FC
  • Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi
  • Bukan Sekadar Lagu: Alasan Di Balik Tangisan Anggun C Sasmi di Hadapan Puluhan Ribu Suporter Garuda
  • Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026
  • Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 7 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 19:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi wasit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola Asia diguncang pengakuan mencengangkan terkait dugaan praktik gratifikasi tak biasa yang melibatkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Berdasarkan investigasi yang belakangan mencuat ke publik melalui media ternama Korsel, JTBC, KFA diduga kuat pernah memberikan fasilitas hiburan malam hingga layanan seksual bagi perangkat pertandingan internasional yang bertugas di negeri ginseng pada kurun waktu 2011 hingga 2012.

Kabar ini sebenarnya berakar dari temuan Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016 lalu. Publik setempat menjuluki insiden tersebut sebagai skandal “suap seksual”. Setidaknya ada tujuh laga internasional—termasuk kualifikasi Piala Dunia, laga kualifikasi Olimpiade, hingga pertandingan persahabatan—yang terindikasi dinodai oleh praktik melanggar etika ini.

Penggunaan Kartu Kredit Resmi Organisasi

Modus yang terungkap menunjukkan bahwa KFA membiayai paket pijat plus-plus di berbagai kawasan panti pemijatan dan panti hiburan dewasa. Nilai transaksi yang dikeluarkan dalam sekali kunjungan bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga melampaui satu juta Won.

Baca Juga:  Kemenangan Timnas ‘Dirampok’ Wasit, Pengamat Sepak Bola Tegaskan Tak Ada Rematch

Satu di antara temuan spesifik menyoroti laga Kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Korea Selatan kontra Kuwait pada 29 Februari 2012 di Seoul. Dokumen keuangan mencatat adanya gesekan kartu kredit korporat KFA sebesar 500.000 Won (sekitar Rp6,2 juta) pada dini hari di sebuah panti pijat kawasan Gangnam. Hasil verifikasi silang dokumen transaksi dan pengakuan internal mengarah pada penyediaan servis untuk korps baju hitam yang dipimpin wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura.

Baca Juga:  Keras! Coach Justin Tuding Nasrullo Kabirov sebagai Wasit Amplop

Kasus serupa terdeteksi pasca-pertandingan kualifikasi Olimpiade London 2012 saat Korea Selatan menjamu Oman di Changwon pada 22 September 2011. Hanya berjarak dua setengah jam usai peluit panjang dibunyikan, staf KFA kedapatan menggesek dana 760.000 Won di tempat pemijatan lokal. Pertandingan tersebut kala itu dipimpin oleh wasit kondang asal Uzbekistan, Ravshan Irmatov.

Selanjutnya pada 14 Maret 2012, usai laga kualifikasi Olimpiade melawan Qatar, transaksi sebesar 198.000 Won kembali ditemukan di sebuah panti pijat bergaya Tiongkok di daerah Gangnam.

Respons KFA dan Pembelaan Dokumen

Laporan dari kantor berita Yonhap mengutip sumber internal yang membenarkan bahwa terdapat lebih dari sepuluh pengadil lapangan tingkat internasional yang mendapatkan fasilitas tersebut selama era kepemimpinan mantan Presiden KFA, Cho Chung-yun.

Baca Juga:  Suporter Timnas Indonesia Bikin Petisi, Minta Wasit Ahmed Al Kaf Dihukum Seumur Hidup

Merespons kabar liar yang kembali mengemuka, pihak KFA berkali-kali bergeming dengan alasan teknis. Mereka berkilah bahwa peristiwa tersebut terjadi belasan tahun silam, sementara standar operasional penyimpan arsip internal organisasi hanya bertahan selama lima tahun. Akibatnya, KFA mengklaim sulit untuk memverifikasi secara mendalam tiap detail kejadian tersebut.

Meski begitu, KFA menegaskan bahwa sistem tata kelola keuangan mereka saat ini telah dirombak total. Penggunaan kartu kredit perusahaan serta dana hiburan kini diawasi secara jauh lebih ketat demi menjaga integritas dan transparansi publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Korea Selatan wasit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Belum Dapat Bansos? Oktober 2026 Bisa Ajukan PKH dan BPNT, Ini Caranya

Viral Buruh Asal Jabar Disiksa dan Tak Digaji di Batam, Begini Kata Polisi

Viral Selebrasi ‘Power Rangers’ ala Presiden Prabowo Saat Timnas Indonesia Juara ASEAN Cup 2026

Ilustrasi virus HIV/AIDS

Puluhan Kasus HIV/AIDS Ditemukan di Pangandaran, Sejumlah Calon Pengantin Ikut Positif Terinfeksi

bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas

kekerasan

Bejat! Oknum Guru Ngaji di Sukabumi Cabuli 7 Anak, Modus Ajak Main

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Skandal HGB Kota Baru Parahyangan: KPK Amankan Berkas dan Ungkap Aliran Suap Miliaran
  • Blunder Dedi Mulyadi, Polemik Data Center AI Ancam Kepercayaan Investor
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.