Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Selasa, 11 Agustus 2026 19:37 WIB

League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan

Selasa, 11 Agustus 2026 19:35 WIB

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Selasa, 11 Agustus 2026 19:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater
  • League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan
  • Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD
  • Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing
  • 18 Agustus 2026 Libur atau Masuk Kerja? Ini Jawaban Resminya
  • Panduan Amalan Rebo Wekasan: Niat, Tata Cara Sholat Hajat, dan Doa Pelancar Hajat
  • Resmi! Persija vs Persib 12 September Digelar di Jakarta, Bobotoh Bisa ke GBK?
  • Siap-siap Cair Serentak 17 Agustus! Ini Jadwal Resmi PKH, BPNT, dan Beras 30 Kg Bulan Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 11 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing

By Aga GustianaSelasa, 11 Agustus 2026 19:00 WIB3 Mins Read
Ilustrasi wasit. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola Asia diguncang pengakuan mencengangkan terkait dugaan praktik gratifikasi tak biasa yang melibatkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Berdasarkan investigasi yang belakangan mencuat ke publik melalui media ternama Korsel, JTBC, KFA diduga kuat pernah memberikan fasilitas hiburan malam hingga layanan seksual bagi perangkat pertandingan internasional yang bertugas di negeri ginseng pada kurun waktu 2011 hingga 2012.

Kabar ini sebenarnya berakar dari temuan Kementerian Olahraga Korea Selatan pada 2016 lalu. Publik setempat menjuluki insiden tersebut sebagai skandal “suap seksual”. Setidaknya ada tujuh laga internasional—termasuk kualifikasi Piala Dunia, laga kualifikasi Olimpiade, hingga pertandingan persahabatan—yang terindikasi dinodai oleh praktik melanggar etika ini.

Penggunaan Kartu Kredit Resmi Organisasi

Modus yang terungkap menunjukkan bahwa KFA membiayai paket pijat plus-plus di berbagai kawasan panti pemijatan dan panti hiburan dewasa. Nilai transaksi yang dikeluarkan dalam sekali kunjungan bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga melampaui satu juta Won.

Satu di antara temuan spesifik menyoroti laga Kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Korea Selatan kontra Kuwait pada 29 Februari 2012 di Seoul. Dokumen keuangan mencatat adanya gesekan kartu kredit korporat KFA sebesar 500.000 Won (sekitar Rp6,2 juta) pada dini hari di sebuah panti pijat kawasan Gangnam. Hasil verifikasi silang dokumen transaksi dan pengakuan internal mengarah pada penyediaan servis untuk korps baju hitam yang dipimpin wasit asal Jepang, Yuichi Nishimura.

Kasus serupa terdeteksi pasca-pertandingan kualifikasi Olimpiade London 2012 saat Korea Selatan menjamu Oman di Changwon pada 22 September 2011. Hanya berjarak dua setengah jam usai peluit panjang dibunyikan, staf KFA kedapatan menggesek dana 760.000 Won di tempat pemijatan lokal. Pertandingan tersebut kala itu dipimpin oleh wasit kondang asal Uzbekistan, Ravshan Irmatov.

Selanjutnya pada 14 Maret 2012, usai laga kualifikasi Olimpiade melawan Qatar, transaksi sebesar 198.000 Won kembali ditemukan di sebuah panti pijat bergaya Tiongkok di daerah Gangnam.

Respons KFA dan Pembelaan Dokumen

Laporan dari kantor berita Yonhap mengutip sumber internal yang membenarkan bahwa terdapat lebih dari sepuluh pengadil lapangan tingkat internasional yang mendapatkan fasilitas tersebut selama era kepemimpinan mantan Presiden KFA, Cho Chung-yun.

Merespons kabar liar yang kembali mengemuka, pihak KFA berkali-kali bergeming dengan alasan teknis. Mereka berkilah bahwa peristiwa tersebut terjadi belasan tahun silam, sementara standar operasional penyimpan arsip internal organisasi hanya bertahan selama lima tahun. Akibatnya, KFA mengklaim sulit untuk memverifikasi secara mendalam tiap detail kejadian tersebut.

Meski begitu, KFA menegaskan bahwa sistem tata kelola keuangan mereka saat ini telah dirombak total. Penggunaan kartu kredit perusahaan serta dana hiburan kini diawasi secara jauh lebih ketat demi menjaga integritas dan transparansi publik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KFA Korea Selatan skandal wasit wasit
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater

Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD

Ganti Pohon yang Ditebang di Jalan Riau, Pemkot Bandung Siapkan 10 Mahoni Setinggi 5 Meter

Heboh! Aksi Nekat Perempuan Asal Kopo di Jembatan Paspati Berhasil Digagalkan Warga

Karhutla Bromo Tengger Semeru Tembus 742 Hektare

Dugaan Pohon Ditebang untuk Lapangan Padel di Jalan Riau, Eddy Soeparno Minta Penanganan Tegas

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.