bukamata.id – Suasana haru menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, setelah Timnas Indonesia memastikan diri menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026. Di tengah pesta kemenangan tersebut, sosok Anggun C Sasmi justru mencuri perhatian.
Penyanyi kelahiran Jakarta, 29 April 1974, itu tampil di hadapan puluhan ribu suporter dalam rangkaian closing ceremony final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026) malam WIB.
Anggun awalnya membawakan dua lagu andalannya, Mimpi dan Snow on the Sahara. Namun, momen yang paling menguras emosi terjadi setelah pertandingan berakhir dan Indonesia memastikan gelar juara.
Anggun kembali naik ke panggung. Kali ini, ia menyanyikan lagu nasional Tanah Airku karya Ibu Sud.
Pilihan lagu tersebut membuat suasana GBK semakin emosional. Apalagi, Indonesia baru saja melewati pertandingan dramatis sebelum akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.
Saat menyanyikan lagu tersebut, ekspresi Anggun perlahan berubah. Suaranya tetap terdengar kuat, tetapi air mata mulai mengalir di wajahnya.
Tangis Anggun semakin terlihat ketika memasuki bagian lirik, “Biarpun saya pergi jauh.”
Momen itu sontak menjadi perhatian penonton dan warganet. Pasalnya, Anggun sendiri telah puluhan tahun menjalani kehidupan dan karier di luar Indonesia, bahkan telah menjadi warga negara Prancis.
Di tengah status kewarganegaraannya tersebut, lagu Tanah Airku yang dinyanyikan Anggun justru menghadirkan makna tersendiri. Lirik tentang seseorang yang pergi jauh tetapi tetap membawa kerinduan kepada tanah kelahiran seolah beririsan dengan perjalanan hidup sang penyanyi.
Air Mata Anggun dan Makna Tanah Airku
Penampilan Anggun di GBK kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti bagaimana Anggun tetap mampu menyanyikan lagu tersebut dengan suara stabil meski terlihat menangis.
Komentar lain menyinggung status kewarganegaraan Anggun. Meski telah menjadi warga negara Prancis, mereka menilai kecintaan Anggun terhadap Indonesia tidak serta-merta hilang.
“Nyanyi sambil nangis… tapi suara tetap stabil…. love Anggun,” tulis salah satu warganet di kolom komentar Instagram @dreamcoid.
Warganet lainnya menuliskan bahwa perubahan paspor tidak otomatis menghapus identitas dan hubungan seseorang dengan tanah kelahirannya.
“Buat saya yang ganti kan warna buku kecilnya (paspor). Tulang saya tetap PUTIH, darah saya MERAH. Saya tetap anak INDONESIA,” tulis akun @eka***.
Komentar serupa juga datang dari akun @nan***.
“Anggun akan selalu jadi orang Indonesia, apapun passport yang dia miliki. Dia akan terus membawa Indonesia dalam setiap jejaknya,” tulisnya.
Perbincangan itu kemudian kembali mengingatkan publik pada perjalanan panjang Anggun C Sasmi hingga akhirnya memilih menetap dan menjadi warga negara Prancis.
Mengapa Anggun C Sasmi Pindah Kewarganegaraan?
Keputusan Anggun untuk meninggalkan Indonesia dan pindah kewarganegaraan telah dilakukan sejak 1994. Saat itu, Anggun pergi ke Prancis bersama mantan suaminya, Michel Georgea, untuk mengejar impian menjadi penyanyi bertaraf internasional.
Namun, keputusan tersebut bukan semata-mata karena alasan karier. Dalam sebuah sesi tanya jawab yang diunggah akun Lamis Corner di Instagram pada 2018, Anggun pernah menjelaskan alasan yang melatarbelakangi keputusannya.
Ia mengaku kecewa karena merasa tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia ketika sedang berusaha mengembangkan karier ke tingkat internasional.
“Kesuksesanku tidak dibantu sama sekali. Kala itu, banyak negara yang tak bisa aku masuki untuk promosi, karena ada banyak negara yang tidak bisa dimasuki karena tak ada perjanjian politik dengan Indonesia,” tutur Anggun dalam sesi tersebut.
Menurut Anggun, status sebagai warga negara Prancis kemudian memberikan kemudahan dalam menjalani aktivitas promosi musik di berbagai negara.
Ia juga merasa mendapatkan apresiasi dari pemerintah Prancis. Dalam perjalanan kariernya, Anggun bahkan memperoleh sejumlah penghargaan dari negara tersebut dan dikenal sebagai salah satu figur yang turut membawa budaya Prancis ke dunia internasional.
Namun, keputusan pindah kewarganegaraan tidak membuat Anggun memutus hubungan emosionalnya dengan Indonesia.
Ia justru berulang kali membawa identitas Indonesia dalam berbagai kesempatan internasional.
“Setiap kali wawancara dengan wartawan dan media asing, aku selalu mengangkat nama Indonesia. Aku juga selalu membela Indonesia kalau ada masalah,” ujar Anggun.
Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dalam memahami perjalanan Anggun. Di satu sisi, ia memilih kewarganegaraan Prancis untuk menunjang kehidupannya dan karier internasional. Di sisi lain, Indonesia tetap menjadi bagian dari identitas yang ia bawa dalam perjalanan kariernya.
Dari Jakarta Menuju Panggung Musik Dunia
Jauh sebelum dikenal sebagai diva internasional, Anggun C Sasmi telah memulai kariernya di Indonesia sejak masih kecil.
Ia lahir di Jakarta pada 29 April 1974 dan tumbuh dalam keluarga yang dekat dengan dunia seni. Sejak usia tujuh tahun, Anggun telah menjalani latihan vokal secara disiplin. Ia juga belajar memainkan piano dan mulai menciptakan lagu ketika berusia sekitar sembilan tahun.
Karier profesionalnya kemudian berkembang ketika Anggun mulai merilis karya-karya musik di Indonesia.
Pada 1986, ia merilis album Dunia Aku Punya. Setelah itu, sejumlah album lain menyusul, di antaranya Anak Putih Abu-Abu pada 1991, Nocturno pada 1992, Anggun C Sasmi… Lah!!! pada 1993, dan Yang Hilang pada 1994.
Namun, Anggun kemudian mengambil keputusan besar dengan meninggalkan Indonesia dan menetap di Prancis.
Keputusan itu menjadi titik awal perubahan besar dalam kariernya.
Snow on the Sahara Membuka Jalan Anggun di Dunia Internasional
Setelah menetap di Prancis, Anggun bertemu produser musik Erick Benzi. Pertemuan tersebut kemudian membuka jalan baginya untuk masuk ke Columbia Records.
Pada 24 Juni 1997, Anggun merilis album berbahasa Prancis Au Nom de La Lune.
Kesuksesan album tersebut kemudian dilanjutkan dengan album internasional Snow on the Sahara, versi berbahasa Inggris yang memperluas jangkauan musik Anggun ke berbagai negara.
Album tersebut dirilis di puluhan negara dan membuat nama Anggun semakin dikenal di pasar musik internasional.
Lagu Snow on the Sahara juga berhasil masuk sejumlah tangga musik internasional, termasuk Billboard. Anggun kemudian menjadi salah satu penyanyi kelahiran Asia yang mampu mendapatkan perhatian besar di industri musik Barat.
Kesuksesan tersebut menjadi pintu bagi berbagai proyek internasional lainnya.
Anggun kemudian dipercaya membawakan lagu tema utama film The Transporter II. Ia juga menjadi bagian dari panel juri Asia’s Got Talent bersama produser musik David Foster.
Kariernya tidak berhenti pada musik. Anggun juga dikenal aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pernah dipercaya menjadi duta Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO).
Prestasi Anggun C Sasmi di Panggung Internasional
Perjalanan panjang Anggun menghasilkan sejumlah penghargaan, baik di Indonesia maupun di luar negeri.
Pada 2000, Anggun meraih The Cosmopolitan Asia Women Award. Dua tahun kemudian, ia mendapatkan The Women Inspire Award 2002, Beacon of Light Awards.
Pada 2006, Anggun meraih penghargaan kategori Artis Internasional Terbaik dalam Anugerah Musik Indonesia.
Kemudian pada 2014, ia mendapat penghargaan World’s Best Selling Indonesian Artist 2014 dari World Music Awards di Monte Carlo, Monaco.
Di Prancis, Anggun juga menerima penghargaan Chevalier des Arts et Lettres, yang diberikan oleh Menteri Kebudayaan Prancis.
Berbagai pencapaian tersebut membuat Anggun dikenal sebagai salah satu penyanyi Indonesia yang berhasil membangun karier di industri musik internasional.
Anggun dan Indonesia yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi
Perjalanan Anggun menjadi gambaran tentang seseorang yang pergi jauh dari tanah kelahirannya demi mengejar mimpi.
Ia meninggalkan Indonesia pada usia sekitar 20 tahun. Kariernya kemudian berkembang di Eropa dan membawanya ke berbagai panggung dunia.
Namun, Indonesia tetap muncul dalam berbagai cerita tentang dirinya.
Karena itu, ketika Anggun berdiri di panggung GBK setelah Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026, kemudian menyanyikan Tanah Airku sambil menahan tangis, momen tersebut terasa lebih dari sekadar penampilan penutup pertandingan.
Lagu ciptaan Ibu Sud itu berbicara tentang seseorang yang pergi jauh, tetapi tetap membawa kecintaan kepada tanah air.
Dan malam itu, lirik tersebut dinyanyikan oleh seorang perempuan yang memang telah menempuh perjalanan sangat jauh dari Indonesia.
Di hadapan puluhan ribu suporter, Anggun kembali menyanyikan nama tanah kelahirannya melalui sebuah lagu.
Status kewarganegaraan mungkin berubah. Tempat tinggal dan panggung karier juga bisa berpindah. Tetapi bagi Anggun, Indonesia tampaknya tetap menjadi bagian dari cerita yang terus ia bawa ke mana pun ia pergi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










