Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung

Rabu, 12 Agustus 2026 16:07 WIB

Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?

Rabu, 12 Agustus 2026 15:32 WIB

Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 15:28 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Geber Latihan di Bali, Danijel Loncar Siap Debut Bersama Maung Bandung
  • Gerhana Matahari Total Hari Ini Bikin Langit Gelap, Indonesia Bisa Melihat atau Tidak?
  • Gara-gara Tantang Hafalan Al-Qur’an Hadiah Miras, Rumah MC di Bekasi Digeruduk Warga
  • Bukan Pindad, Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Besok?
  • Lansia 88 Tahun di Bandung Jadi Korban Jambret, Kalung Emas Ditarik Hingga Tersungkur
  • Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!
  • Jadwal PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026: Bentrok Juara, Tanpa Perpanjangan Waktu!
  • Sumur Perkampungan Kering Total, Ratusan KK di Tasikmalaya Menjerit Krisis Air Bersih
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jejak Ramalan Hard Gumay di Balik Tragedi Longsor Pasirlangu Bandung Barat

By Aga GustianaSabtu, 24 Januari 2026 14:50 WIB6 Mins Read
Hard Gumay. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Hujan yang tak kunjung berhenti selama sepekan terakhir akhirnya membawa petaka bagi warga Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pada Sabtu dini hari, 24 Januari 2026, ketika sebagian besar warga masih terlelap, tanah di lereng perbukitan tak lagi mampu menahan beban air. Longsor besar pun terjadi, menimbun puluhan rumah dan mengubah dua kampung menjadi hamparan puing dan lumpur.

Kampung Pasir Kuning di RW 11 dan Kampung Pasir Kuda di RW 10 menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Material tanah, batu, dan pepohonan meluncur deras dari atas bukit, menghantam rumah-rumah warga tanpa ampun. Dalam hitungan menit, jeritan minta tolong terdengar bersahutan, bercampur suara hujan yang masih mengguyur lokasi.

Hingga beberapa jam setelah kejadian, aparat gabungan bersama warga setempat berupaya melakukan evakuasi secara manual. Sejumlah korban berhasil diselamatkan, namun tak sedikit pula yang diduga masih tertimbun di bawah longsoran. Proses pencarian terus dilakukan dengan segala keterbatasan, terutama kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat.

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, turun langsung ke lokasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Dari hasil pendataan sementara, jumlah korban terdampak tergolong besar.

“Ada 34 keluarga atau sekitar 113 jiwa terdampak bencana ini, sebanyak 23 orang berhasil selamat, 8 orang telah ditemukan meninggal dunia,” kata Jeje Ritchie Ismail usai melakukan tinjauan langsung ke lokasi.

Angka tersebut belum bersifat final. Sebab, hingga saat ini masih ada puluhan warga yang belum ditemukan. Kekhawatiran keluarga korban pun semakin besar seiring waktu yang terus berjalan.

Jeje menjelaskan, proses pencarian dan penyelamatan melibatkan berbagai unsur. Personel TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), perangkat desa dan kecamatan, hingga para relawan bahu-membahu menyingkirkan material longsor. Namun medan yang berat serta hujan yang kerap turun kembali membuat upaya tersebut tidak mudah.

Menurut data sementara, sekitar 82 orang masih dinyatakan hilang. Angka ini menjadi fokus utama dalam operasi pencarian yang dilakukan secara intensif, namun tetap mengutamakan keselamatan petugas di lapangan.

Meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem, pemerintah daerah menegaskan bahwa upaya pencarian tidak akan dihentikan. Namun, langkah-langkah pengamanan tetap dilakukan untuk meminimalkan risiko bagi tim SAR.

“Informasi dari BMKG potensi hujan tinggi dan ini membuat pencarian cukup berat, tapi kita tidak akan berhenti mencari korban yang masih hilang,” imbuhnya.

Melihat besarnya dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat resmi menetapkan status darurat bencana. Penetapan ini dilakukan agar penanganan bisa lebih terkoordinasi, termasuk dalam hal mobilisasi sumber daya dan bantuan logistik.

Jeje pun menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Untuk korban selamat diungsikan sementara di posko yang telah disiapkan, sebagian juga tinggal sementara di rumah saudara,” ucapnya.

Di balik proses evakuasi yang masih berlangsung, kekhawatiran lain turut muncul. Kondisi geografis wilayah Pasirlangu yang berada di kawasan perbukitan membuat potensi longsor susulan masih mengintai. Terlebih, curah hujan diprediksi masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Jeje secara khusus menyoroti kawasan di atas lokasi longsor yang dinilai memiliki risiko lebih besar. Ia pun mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Potensi curah hujan masih tinggi makanya warga di daerah rawan bencana, terutama di lereng bukit dan tanah miring agar tetap waspada,” pungkasnya.

Di tengah duka dan kepanikan warga, ingatan publik kembali tertuju pada pernyataan seorang paranormal, Hard Gumay. Beberapa waktu sebelum kejadian ini, tepatnya dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo yang tayang pada Selasa, 30 Desember 2025, Hard Gumay sempat mengungkapkan pandangannya mengenai potensi bencana di wilayah Jawa Barat.

Dalam perbincangan tersebut, Hard Gumay menyebut bahwa Bandung Raya tidak akan dilanda bencana besar. Namun, ia tetap mengingatkan adanya potensi longsor berskala kecil di wilayah Bandung Barat yang bisa menimbulkan korban jiwa.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak doa agar Jawa Barat terhindar dari musibah, terlebih setelah muncul berbagai isu bencana menyusul kejadian di Sumatera yang kala itu ramai diperbincangkan.

Menanggapi isu tersebut, Hard Gumay mengaku memiliki ‘penglihatan’ yang tidak dimiliki banyak orang. Ia menilai peringatan dari sejumlah pihak perlu disikapi dengan bijak, tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan.

“Ada salah satu kepala atau pimpinan daerah yang memberikan warning terhadap Jawa Barat peringatan untuk bencana musibah. Itu bagus menurutku, tapi aku mau mendinginkan saudara-saudaraku yang ada di tanah Jawa Barat,” ungkap Hard Gumay, dilansir dari Youtube Denny Sumargo, Selasa (30/12/2025).

Dari hasil terawangannya, Hard Gumay menegaskan bahwa sepanjang tahun 2026, Jawa Barat tidak akan mengalami bencana besar. Ia bahkan secara tegas menampik isu yang menyebut wilayah Bandung Raya akan dilanda musibah besar.

“Menurut penerawanganku yang dibilang bencana besar di Jawa Barat Bandung Raya itu enggak akan terjadi, itu kabar baik, insya Allah,” ujar Hard Gumay.

Tak berhenti di situ, Hard Gumay juga menyinggung ramalan lain yang menyebut adanya potensi bencana besar di wilayah Bandung, termasuk yang dikaitkan dengan aktivitas Sesar Lembang. Namun menurutnya, ramalan tersebut tidak akan menjadi kenyataan.

“Karena yang dinyatakan (diprediksi) itu bencana besar. Kalau enggak salah dari lembang, sesar lembang atau apa, terutama di Bandung Raya, kalau menurutku enggak terjadi,” ujar Hard Gumay.

Pernyataan itu membuat Denny Sumargo, yang akrab disapa Densu, merasa penasaran. Ia lalu bertanya lebih lanjut mengenai kemungkinan terjadinya bencana berskala kecil di Jawa Barat.

“(Tapi bencana) kecil-kecil ada di Jawa Barat?” tanya Densu.

Hard Gumay pun menjawab dengan nada hati-hati. Ia menyebut bahwa bencana kecil masih berpotensi terjadi, seperti yang telah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

“Sebenarnya ini yang ku lihat masih sama terjadi di tahun sebelumnya, di salah satu kabupaten terutama Bandung Barat, tanah longsor, enggak besar,” imbuh Gumay.

Percakapan pun berlanjut. Densu kembali bertanya mengenai kemungkinan adanya korban jiwa.

“Tapi ada korban jiwa?” tanya Densu lagi.

“Ada, tapi enggak besar, tapi enggak banyak, rumah hancur. Ini penerawanganku di 2026,” kata Gumay.

Meski demikian, Hard Gumay menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan bukanlah kebenaran mutlak. Ia mengakui bahwa terawangannya tidak selalu akurat dan masih bisa berubah.

Karenanya, ia mengajak masyarakat untuk tidak semata-mata bergantung pada ramalan, melainkan memperkuat doa dan kewaspadaan.

“Aku yakin segala sesuatu yang ku terawang ini bisa enggak terjadi dengan bantuan doa. Jadi mari saudaraku untuk Jawa Barat semoga enggak ada bencana dan musibah,” ungkap Gumay.

Kini, peristiwa longsor di Desa Pasirlangu menjadi pengingat pahit akan rapuhnya kehidupan di tengah alam yang tak menentu. Di balik angka korban dan pernyataan pejabat, ada cerita kehilangan, trauma, dan harapan yang masih menggantung—menunggu kabar dari balik timbunan tanah yang terus digali tanpa lelah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bencana Alam Cisarua Hard Gumay jawa barat Longsor Bandung Barat Pasirlangu Ramalan tanah longsor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF 12 Agustus 2026 Terbaru, Ada Skin M1887 dan Diamond Gratis!

Harga Emas Hari Ini 12 Agustus 2026 Naik! Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Capricorn Harus Introspeksi, Sagitarius Bikin Pusing!

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 Cair Agustus 2026: Cek Nama Penerima, Nominal Terbaru, dan Solusi Data Desil

Garena Free Fire

Serbu Hadiah Gratis! Daftar Kode Redeem FF Aktif Rabu 12 Agustus 2026 dan Panduan Klaimnya

Apple Bikin Gebrakan! 3 Produk Ultra Segera Meluncur, Ada iPhone Lipat

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.