bukamata.id – Peristiwa hanyutnya warga di aliran sungai Kecamatan Banjaran, Kabupaten Kabupaten Bandung pada Rabu, 15 April 2026, kembali menambah daftar korban bencana hidrometeorologi di wilayah Bandung Raya.
Dalam kejadian tersebut, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian setelah terseret arus saat berupaya menolong korban lain.
Kapolsek Banjaran, Kompol Sudi Hartono, mengatakan laporan kejadian diterima pihak kepolisian sekitar pukul 15.42 WIB.
“Informasi tadi sore kami menerima laporan adanya seseorang yang hanyut. Menurut saksi di lapangan, sempat ada warga yang berupaya menolong, namun korban tetap terbawa arus deras,” ujarnya.
Risiko Bencana Hidrometeorologi di Bandung Raya Meningkat
Peristiwa ini menunjukkan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Bandung Raya, terutama saat intensitas hujan meningkat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjadi peningkatan kejadian bencana seperti banjir dan longsor dalam beberapa tahun terakhir.
Bencana Besar di Bandung Raya
Pada Januari 2026, longsor besar terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menimbulkan puluhan korban jiwa serta puluhan lainnya hilang. Ratusan rumah juga terdampak material longsor di Kampung Pasir Kuning.
Selain itu, banjir besar pada April 2026 melanda kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah di Kabupaten Bandung, dengan dampak lebih dari 21.000 jiwa terdampak.
Sebelumnya, pada Desember 2025, hujan ekstrem juga memicu banjir dan longsor di 15 kecamatan di Kabupaten Bandung dengan puluhan ribu warga terdampak.
Dampak Bencana Terus Berulang
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa sepanjang 2024 tercatat ribuan kejadian bencana di Jawa Barat dengan puluhan korban jiwa.
Kondisi ini menegaskan bahwa wilayah Bandung Raya masih sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










